BAHASFILM – Review Film Rampo Noir (2005) ini mengupas film antologi horor Jepang yang mengadaptasi empat cerpen karya Edogawa Rampo, sang “Edgar Allan Poe-nya Jepang” . Diproduksi oleh tim di balik Ichi the Killer dan Uzumaki, film ini menghadirkan empat sutradara berbeda—Suguru Takeuchi, Akio Jissoji, Hisayasu Satō, dan Atsushi Kaneko—yang masing-masing membawa gaya visual unik ke dalam dunia “erotic…
Tag Archives: Japanese
BAHASFILM – Review Film Doppelganger (2003) ini mengupas komedi gelap psikologis garapan sutradara Kiyoshi Kurosawa, yang dikenal lewat film horor Cure dan Pulse . Film yang dibintangi Koji Yakusho ini berkisah tentang Michio Hayasaki, seorang insinyur stres yang bertemu dengan kembaran identik dirinya yang lebih berani dan tanpa hambatan . Dengan genre yang sulit dikategorikan—perpaduan thriller psikologis, komedi hitam, dan…
BAHASFILM – Review Film Chaos (2000) ini mengupas film thriller misteri Jepang garapan Hideo Nakata, sutradara di balik Ringu (1998) . Film yang diadaptasi dari novel Sarawaretai Onna karya Shōgo Utano ini berkisah tentang seorang tukang serba bisa yang terlibat dalam skema penculikan yang berakhir dengan kematian misterius . Chaos bukanlah horor, melainkan thriller psikologis dengan narasi non-linear yang menantang, sering dibandingkan dengan…
BAHASFILM – Review Film Premonition (2004) ini mengupas film horor psikologis Jepang arahan Norio Tsuruta yang merupakan bagian dari serial J-Horror Theater produksi Takashige Ichise . Film yang diadaptasi dari manga Kyoufu Shinbun (“Koran Teror”) karya Jiro Tsunoda ini berkisah tentang Hideki Satomi, seorang guru yang menemukan koran misterius yang meramalkan kematian orang-orang di sekitarnya . Dengan konsep unik…
BAHASFILM – Review Film The Blind Swordsman: Zatoichi (2003) ini mengupas film samurai Jepang garapan sekaligus dibintangi oleh sineas legendaris Takeshi Kitano . Film ini menghidupkan kembali karakter ikonik Zatoichi—seorang penjaga buta yang merupakan pendekar pedang paling berbahaya—dengan gaya khas Kitano: aksi brutal, humor kering, dan adegan tarian tap di akhir yang kontroversial namun tak terlupakan ….
BAHASFILM – Review Film Ju-On: The Curse 2 (2000) ini mengupas sekuel langsung dari film horor Jepang V-Cinema garapan Takashi Shimizu . Film berdurasi 76 menit ini sebagian besar merupakan cuplikan dari film pertama dengan tambahan 36-40 menit adegan baru yang berusaha memperluas narasi kutukan keluarga Saeki . Meskipun berhasil membentuk template visual yang ikonik untuk seluruh…
BAHASFILM – Review film Train Man: Densha Otoko (2005) ini mengupas film romansa komedi Jepang yang diangkat dari kisah nyata seorang otaku (kutu buku) yang mendapatkan keberanian untuk jatuh cinta berkat dukungan dari komunitas daring . Berbeda dari film romansa kebanyakan, film ini unik karena menggambarkan bagaimana internet—yang sering dianggap sebagai tempat pelarian—justru menjadi jembatan bagi…
BAHASFILM – Review Film Kyoko vs. Yuki (2000) ini mengupas film eksploitasi bergenre splatter dan pinku (softcore erotis) garapan sutradara kontroversial Daisuke Yamanouchi . Film berdurasi pendek sekitar 52-60 menit ini menghadirkan bentrokan brutal antara dua gadis remaja—Kyoko, seorang pembunuh bayaran terlatih, dan Yuki, pelacur cilik yang mencuri koper berisi uang dan narkoba . Dengan adegan lesbian…
BAHASFILM – Review Film Stacy: Attack of the Schoolgirl Zombies (2001) ini mengupas film horor komedi Jepang garapan Naoyuki Tomomatsu yang diadaptasi dari novel karya Kenji Ohtsuki . Film ini berlatar dunia di mana gadis-gadis berusia 15-17 tahun berubah menjadi zombie haus darah yang disebut “Stacy”, dan pemerintah membentuk “Romero Repeat-Kill Troops” untuk memotong-motong mereka . Dengan…
BAHASFILM – Review Film Guilty of Romance (2011) ini mengupas film thriller psikologis garapan sutradara kontroversial Sion Sono yang menjadi bagian dari trilogi “Hate”-nya setelah Love Exposure (2008) dan Cold Fish (2010) . Film ini mengisahkan Izumi, seorang ibu rumah tangga yang terperangkap dalam pernikahan tanpa gairah, yang menemukan “kebebasan” melalui dunia prostitusi dan pornografi. Namun, kebebasan itu berubah…










