BAHASFILM – Bagi pencinta genre komedi romantis, review film Office Romance mungkin sudah Anda cari sejak trailer pertamanya dirilis April 2026. Film arahan Ol Parker (Mamma Mia! Here We Go Again) ini tayang eksklusif di Netflix pada 5 Juni 2026, dibintangi Jennifer Lopez sebagai CEO maskapai AirCruz dan Brett Goldstein sebagai pengacara kaku namun karismatik. Dengan durasi 1 jam 54 menit, film ini mengusung premis klasik: romansa kantor rahasia antara dua workaholic yang dipaksa memilih antara karier dan hati.
Baca Juga : Review Film All About Lily Chou-Chou: Histeria Remaja yang Abadi
Sinopsis Singkat – CEO vs. Kebijakan Anti-Asmara
Review film Office Romance perlu dimulai dari pondasi ceritanya. Jennifer Lopez berperan sebagai Jackie Cruz, Presiden sekaligus CEO AirCruz, maskapai penerbangan yang diwarisinya dari sang ayah, Kapten Jack Cruz (diperankan Edward James Olmos). Jackie dikenal sebagai pemimpin disiplin dengan kebijakan anti-fraternisasi ketat—tidak ada hubungan romantis antar karyawan.
Masalah muncul ketika Daniel Blanchflower (Brett Goldstein), seorang pengacara Inggris yang sangat berpegang pada aturan, direkrut sebagai penasihat hukum baru. Daniel ditugaskan menangani gugatan besar dari maskapai saingan, Falcon Air. Saat Jackie dan Daniel melakukan perjalanan bisnis ke Republik Dominika dengan jet pribadi yang ia kendarai sendiri, percikan asmara tak terelakkan.
Konflik memanas ketika mereka harus merahasiakan hubungan di kantor. Jackie mempertaruhkan reputasi yang ia bangun selama bertahun-tahun, sementara Daniel menyembunyikan rahasia keluarga besar—adik perempuannya Lizzy (diperankan Jodie Whittaker, mantan Doctor Who) berada di penjara.
Deretan Bintang dan Angka-Angka Penting
Berikut data kunci yang memperkuat review film Office Romance Anda:
- Tanggal rilis global: 5 Juni 2026 (serentak di Netflix seluruh dunia, termasuk Indonesia dengan subtitle Indonesia)
- Sutradara: Ol Parker
- Penulis skenario: Brett Goldstein & Joe Kelly
- Durasi: 114 menit (1 jam 54 menit)
- Rating usia: R / 18+ (mengandung bahasa vulgar dewasa dan adegan seksual implisit)
- Skor IMDb: 6,0/10 (dari lebih dari 5.800 suara per pertengahan Juni 2026)
- Rotten Tomatoes: 51% kritikus & 51% audiens
- Pencapaian: Peringkat #1 film berbahasa Inggris di Netflix pada minggu pertama dengan 20,9 juta views
Pemain utama:
- Jennifer Lopez sebagai Jackie Cruz
- Brett Goldstein sebagai Daniel Blanchflower
- Betty Gilpin sebagai Sydney Bloom (asisten Jackie yang hamil besar)
- Tony Hale sebagai George Zein (HR)
- Amy Sedaris sebagai Julie Schatz
- Bradley Whitford sebagai Peter Vance
- Jodie Whittaker sebagai Lizzy Blanchflower
“When he sent the script, I was just like, ‘They wrote this for me?’ It was great.” – Jennifer Lopez, kepada Netflix Tudum (4 Juni 2026), tentang antusiasmenya menerima naskah yang ditulis khusus untuk dirinya.
Analisis – Antara Kegenitan dan Kebingungan Tema
Kelebihan: Chemistry dan Betty Gilpin
Satu elemen yang hampir disepakati semua kritikus dalam review film Office Romance adalah kekuatan pemain pendukung, terutama Betty Gilpin. Karakternya, Sydney, adalah tangan kanan Jackie yang super-loyal dan super-hamil. Gilpin mencuri perhatian di setiap adegan, terutama saat ia melahirkan di lemari kantor—adegan yang oleh banyak pengulas disebut graphic, jaw-dropping, atau riot tergantung selera humor Anda.
Chemistry antara Lopez dan Goldstein juga cukup bekerja. Meski tidak sizzling, mereka bermain dengan nyaman. Goldstein, yang populer berkat Ted Lasso, membawa sisi lembut di balik wajah kaku Roy Kent-nya.
Kekurangan: Terlalu Banyak Ambisi, Terlalu Sedikit Nyawa
Masalah utama film ini, menurut Hollywood Reporter (5 Juni 2026), adalah ketidakmampuannya memilih identitas. Apakah ia rom-com manis ala 90-an? Atau komedi vulgar berani? Office Romance mencoba keduanya, dan hasilnya sering terasa timpang.
The AV Club memberi nilai D-, menulis: “While the romance here feels tenuous at best, the comedy is in even worse shape.” Sementara RogerEbert.com (0,5/4 bintang) bahkan menyebut dialognya “sounds like it came out of an R-rated fortune cookie.”
Namun, ada juga yang membela. WLOS justru menyebut film ini “better than it has any right to be”—cukup menghibur untuk ditonton santai tanpa banyak tuntutan.
Fakta Unik di Balik Layar
Review film Office Romance tidak lengkap tanpa cerita di baliknya. Goldstein menulis naskah khusus untuk Lopez bersama Joe Kelly saat perjalanan kereta tiga jam antara Manchester dan London selama syuting Ted Lasso Season 3.
Mereka mengirim naskah ke Lopez dengan catatan: “We wrote this for you. You’re at the top of our list. It’s a list of one.” Goldstein mengaku awalnya menganggap Lopez sebagai “mythical creature” dan tidak menyangka ia akan menerima tawaran itu.
Nama karakter Daniel Blanchflower juga bukan kebetulan. Goldstein, penggemar berat Tottenham Hotspur, meminjam nama dari legenda klub, Danny Blanchflower—kapten Spurs yang memenangkan double (Liga dan Piala FA) pada 1961.
Fakta Cepat – Sekilas Tentang Office Romance
- Budget produksi: Tidak diumumkan publik, namun diperkirakan sekitar $40–50 juta
- Lokasi syuting: New Jersey, Amerika Serikat
- Adegan paling kontroversial: Persalinan di kantor dan adegan C-word yang menjadi perdebatan di media sosial
- Bahasa: Inggris, tersedia subtitle Indonesia di Netflix
- Genre: Romantic Comedy, Workplace Romance
FAQ – Pertanyaan Umum tentang Office Romance
Apakah Office Romance layak ditonton?
Jawaban: Tergantung ekspektasi Anda. Jika mencari rom-com cerdas dengan plot tak terduga, film ini mungkin mengecewakan. Namun jika Anda ingin tontonan santai akhir pekan dengan humor vulgar dan chemistry yang cukup, Office Romance bisa menjadi pilihan.
Apakah film ini berdasarkan kisah nyata?
Jawaban: Tidak. Office Romance adalah fiksi orisinal yang ditulis Brett Goldstein dan Joe Kelly. Namun, premis tentang CEO maskapai yang menerapkan kebijakan anti-pacaran di kantor memang terinspirasi dari praktik nyata di beberapa perusahaan korporat.
Di mana bisa menonton Office Romance dengan subtitle Indonesia?
Jawaban: Office Romance tersedia eksklusif di Netflix mulai 5 Juni 2026. Subtitle Indonesia tersedia secara resmi. Anda cukup mencari judul “Office Romance” di platform Netflix.
Kesimpulan – Rom-Com Biasa yang Berhasil Hibur
Review film Office Romance dari BAHASFILM sampai pada kesimpulan: film ini bukan mahakarya, dan tidak pernah bercita-cita menjadi satu. Ia adalah rom-com microwave—cepat, hangat, dan cukup mengenyangkan untuk sementara waktu.
Kekuatan film ini ada pada pemeran pendukung yang brilian (Betty Gilpin, kita sujud!), beberapa momen lucu yang benar-benar berhasil, dan kenyamanan format klasik yang tak pernah benar-benar mati.
Kelemahannya: skrip yang terlalu padat, tonal shifts yang membingungkan, dan ketergantungan berlebihan pada klise. Namun bagi penggemar Lopez atau Goldstein, atau siapa pun yang butuh tawa ringan tanpa komitmen emosional besar, Office Romance—dengan segala kekurangannya—tetap layak masuk daftar putar.
Prediksi ke depan: Dengan skor kritik yang terbelah, Office Romance kemungkinan akan mengikuti jejak The Wedding Planner (17% di Rotten Tomatoes) yang tetap menjadi genre classic di hati penonton. Popularitasnya di Netflix telah terbukti dengan 20,9 juta views di minggu pertama. BAHASFILM memprediksi film ini akan menjadi favorit baru untuk tontonan date night di rumah, meski tidak akan masuk daftar nominasi penghargaan bergengsi.atau adegan ranjang, lewati saja.

