bahasfilm – Indiana Jones and the Dial of Destiny menjadi penutup perjalanan panjang Harrison Ford. Sang arkeolog dengan topi fedora dan cambuk khasnya ini mengakhiri petualangan setelah 42 tahun. Disutradarai James Mangold yang sukses dengan Logan film ini menjadi Indiana Jones pertama tanpa Steven Spielberg. Spielberg tetap bertindak sebagai produser eksekutif. Dengan durasi 154 menit dan anggaran mencapai US$295 juta, film ini termasuk produksi termahal dalam sejarah. bahasfilm akan membedah seluruh aspek film secara mendalam.
BACA JUGA : Sinopsis Viva Femina, Drama China 2023 tentang Persahabatan dan Perjuangan Tiga Wanita
Sinopsis Singkat
Latar 1944: Perang Dunia II
Film dibuka dengan kilas balik ke tahun 1944. Indiana Jones (Harrison Ford) dan sahabatnya Basil Shaw (Toby Jones) berada di Eropa. Mereka berusaha merebut artefak yang dicuri Nazi. Mereka berhadapan dengan Jürgen Voller (Mads Mikkelsen). Ilmuwan Nazi ini mengincar artefak kuno bernama Plat Archimedes (Antikythera). Perangkat ini konon memiliki kekuatan menemukan celah waktu. Bahasfilm mencatat adegan ini sebagai salah satu pembuka terbaik waralaba.
Latar 1969: Era Apollo 11
Dua puluh lima tahun kemudian, Indiana Jones tinggal sendirian di Manhattan. Ia berduka atas kematian putranya Mutt yang gugur di Vietnam. Ia juga telah berpisah dari istrinya Marion Ravenwood (Karen Allen). Di hari pensiunnya, Indy kedatangan Helena Shaw (Phoebe Waller-Bridge). Helena adalah putri Basil sekaligus anak baptisnya yang 18 tahun tak ia jumpai. Helena datang mengambil Plat Archimedes untuk dijual di pasar gelap. Namun Voller masih memburu plat tersebut. Kini ia menjadi fisikawan di NASA setelah direkrut melalui Operation Paperclip. Ambisinya: kembali ke masa lalu dan mengubah sejarah demi Nazi.
Spoiler: Klimaks dan Akhir Cerita
PERINGATAN: Bagian ini mengandung SPOILER besar.
Perjalanan Melintasi Waktu
Sepanjang film, Indy dan Helena berkeliling dunia. Mereka pergi dari New York ke Tangier (Maroko), lalu ke Sisilia. Mereka mengumpulkan dua bagian Dial of Destiny yang terpisah. Voller dan anak buahnya terus memburu mereka. Bahasfilm menilai rangkaian petualangan ini menghibur meski tak sekuat film awal.
Kejutan Besar: Tujuan yang Salah
Pada klimaks, Voller mendapatkan kedua bagian dial. Ia menggunakannya untuk melompat ke masa lalu. Namun twist utama muncul. Mereka tidak mendarat di Jerman 1939—melainkan di Sisilia tahun 212 SM. Tepat di masa hidup Archimedes. Dial tersebut bukan alat penjelajah waktu ke era mana pun. Ia hanya portal ke satu titik waktu tertentu: saat Perang Pengepungan Syracuse (214–212 SM). Voller dan anak buahnya tewas dalam kecelakaan pesawat. Pasukan Romawi menembak jatuh mereka.
Akhir yang Emosional
Indy terluka parah dan ingin tinggal di masa lalu. Ia merasa inilah tempat yang pantas baginya. Namun Helena memukulnya hingga pingsan. Ia membawanya kembali ke tahun 1969. Indy kembali ke masa kini dan bersatu kembali dengan Marion. Dalam adegan penutup yang mengharukan, mereka akhirnya akur. Ini memberikan akhir manis bagi perjalanan panjang sang arkeolog.
Karakter dan Pemeran
Pemeran Utama
| Pemeran | Karakter | Deskripsi |
|---|---|---|
| Harrison Ford | Indiana Jones | Arkeolog legendaris yang kini berusia lanjut. Ia pensiun dari dunia akademik dan berduka. Ford menyatakan ini kali terakhir ia memerankan Indy. |
| Phoebe Waller-Bridge | Helena Shaw | Anak baptis Indy dan putri Basil. Arkeolog oportunis yang licik. Ia berniat menjual Dial of Destiny. |
| Mads Mikkelsen | Jürgen Voller | Antagonis utama. Mantan ilmuwan Nazi yang kini bekerja untuk NASA. Ia berambisi mengubah sejarah. |
| Toby Jones | Basil Shaw | Sahabat Indy dan ayah Helena. Arkeolog Oxford yang merebut Dial of Destiny dari Nazi. |
| Antonio Banderas | Renaldo | Teman lama Indy yang membantu misi penyelaman di laut. |
| John Rhys-Davies | Sallah | Karakter ikonik dari film sebelumnya. Ia kembali memberi dukungan pada Indy. |
| Karen Allen | Marion Ravenwood | Istri Indy yang telah berpisah. Ia muncul di akhir film untuk rekonsiliasi. |
| Boyd Holbrook | Klaber | Anak buah Voller yang kejam. |
Detail Pembuatan Film
Pengembangan Naskah dan Konsep
Rencana film Indiana Jones kelima telah ada sejak 1979. Paramount Pictures setuju memproduksi lima film Indiana Jones. James Mangold tidak hanya menyutradarai tetapi juga mengembangkan naskah. Ia bekerja bersama Jez Butterworth dan John-Henry Butterworth. Sutradara James Mangold menjelaskan konsep “a hero at sunset” pahlawan di senja hidupnya. Bahasfilm mencatat pendekatan ini memberi dimensi baru pada Indy.
Sinematografi dan Estetika Visual
Phedon Papamichael bertindak sebagai direktur fotografi. Ia memotret film secara digital dengan kamera ARRI Alexa. Senior Colorist Skip Kimball dari Company 3 merancang show LUT (Look-Up Table) yang sangat filmic. Tampilan ini memiliki karakteristik toe and shoulder dari seluloid yang terekspos. Ia juga menambahkan campuran tampilan stok cetak dari era 70-an dan 80-an. Kimball bahkan melapisi butiran film (grain) dari cetakan Raiders of the Lost Ark 1982 di atas rekaman digital.
Lokasi Syuting
Film ini dibawa ke enam negara dengan puluhan lokasi. Tim produksi membangun set-piece besar yang meliputi:
- Adegan kereta 1944 di North Yorkshire Moors Railway, Inggris
- Pengejaran berkuda melalui parade di New York (difilmkan di Glasgow, Skotlandia)
- Pengejaran tuk-tuk di jalanan Fez, Maroko
- Adegan penyelaman di bawah air di Sisilia, Italia
Efek Visual dan De-Aging
Salah satu sorotan teknis film adalah efek de-aging. Harrison Ford tampil seusia dengan penampilannya di Indiana Jones and the Last Crusade (1989). Andrew Whitehurst dari Industrial Light & Magic (ILM) bertindak sebagai Production VFX Supervisor. Total terdapat lebih dari 100 seniman VFX yang mengerjakan film ini selama tiga tahun. Teknologi yang digunakan bernama ILM FaceSwap. Ini menggabungkan machine learning dengan pembuatan aset CG berdetail tinggi.
Poin-Poin Penting dan Menarik dalam Alur Film
1. Penggambaran Indy yang Lebih Manusiawi
Berbeda dengan film sebelumnya, Dial of Destiny menampilkan Indy yang rapuh dan berduka. Ia adalah pria tua yang kehilangan putranya. Ia berpisah dari istrinya dan merasa tidak relevan. Bahasfilm menilai ini memberi kedalaman emosional baru.
2. Adegan Pembukaan yang Spektakuler
Banyak kritikus menilai adegan pembukaan di kereta 1944 sebagai bagian terbaik film. Efek de-aging impresif dan aksi klasik ala Indiana Jones sangat memukau.
3. Twist Akhir yang Tak Terduga
Alih-alih membawa Voller ke Jerman Nazi, Dial of Destiny justru membawa mereka ke zaman Archimedes. Kejutan ini mengubah seluruh premis film.
4. Penghormatan pada Arkeologi Sejati
Dial of Destiny terinspirasi dari Mekanisme Antikythera. Ini adalah perangkat astronomi kuno yang ditemukan di laut dekat pulau Antikythera, Yunani.
5. Kritik terhadap Operation Paperclip
Film menyoroti secara kritis program Operation Paperclip. Ini adalah kebijakan AS merekrut ilmuwan Nazi setelah Perang Dunia II.
6. Rekonsiliasi dengan Marion
Akhir film mempertemukan kembali Indy dan Marion. Ini memberikan penutup emosional bagi kisah cinta yang dimulai di Raiders of the Lost Ark (1981).
Review dan Rating
Skor dari Platform Terkemuka
| Platform | Skor | Keterangan |
|---|---|---|
| IMDb | 6.5/10 (dari 204.000+ penonton) | Respons penonton beragam |
| Rotten Tomatoes (Critics) | ≈66-71% | Skor kritikus tergolong sedang |
| Rotten Tomatoes (Audience) | ≈87-88% | Skor penonton jauh lebih tinggi |
| Metacritic | 58/100 (dari 65 ulasan) | Mengindikasikan “ulasan campuran” |
Ulasan Kritis
Positif:
- Harrison Ford dipuji karena penampilannya yang karismatik dan emosional.
- Adegan pembukaan dengan efek de-aging dianggap salah satu yang terbaik.
- Total Film menyebutnya “A terrific thrill ride”—petualangan mendebarkan.
- Empire menilai film ini “a fitting goodbye to cinema’s favourite grave-robber”.
Negatif:
- Beberapa kritikus menilai alur cerita “too downbeat”—terlalu murung.
- The Wrap menyebutnya “rather joyless piece of nostalgic hokum”.
- Skor Rotten Tomatoes terendah di seluruh waralaba Indiana Jones.
Kesimpulan
Indiana Jones and the Dial of Destiny adalah film dengan respons beragam. Ia dipuji karena penampilan emosional Harrison Ford dan adegan pembukaannya yang spektakuler. Namun ia dikritik karena alur yang dianggap kurang kuat. Sebagai penutup perjalanan karakter ikonik selama 42 tahun, film ini menawarkan momen emosional yang menyentuh. Rekonsiliasi Indy dengan Marion menjadi salah satu puncaknya. Film ini tetap mempertahankan elemen petualangan klasik khas waralaba.
Bahasfilm merekomendasikan film ini bagi penggemar setia Indiana Jones. Inilah perjalanan perpisahan yang layak untuk seorang legenda. Meski tak sekuat film awal, Dial of Destiny tetap menghibur dan emosional.

