Review Film In the Grey (2026): Aksi Matahari yang Sering Terhalang Awan

BAHASFILMReview film In the Grey harus dimulai dengan sebuah pertanyaan: seberapa jauh penampilan para bintang dan gaya khas sutradara bisa menyelamatkan film dari skrip yang berantakan? Film arahan Guy Ritchie ini adalah jawaban rumit atas pertanyaan itu. Dirilis di bioskop pada 15 Mei 2026 di Amerika Serikat dan 13 Mei 2026 di Indonesia, film berdurasi 97 menit ini dibintangi Henry Cavill sebagai Sid, Jake Gyllenhaal sebagai Bronco, dan Eiza González sebagai Rachel Wild. Dengan skor IMDb 6,3/10Rotten Tomatoes 47% dari kritikus namun 83% dari penonton, dan box office global US$27,1 juta** dari budget **US$40-60 juta, film ini menjadi salah satu rilisan Guy Ritchie paling kontroversial di 2026.

Baca Juga : Review Film Versus (2000): Saat Zombie, Yakuza, dan Samurai Berpadu dalam Kekacauan Epik


Sinopsis – Miliaran Dolar, Dua Pria Tangguh, Satu Misi Mustahil

Review film In the Grey tidak lengkap tanpa memahami premisnya yang sederhana namun penuh intrik. Film ini mengikuti Sid (Henry Cavill) dan Bronco (Jake Gyllenhaal), dua spesialis ekstraksi yang hidup di bayang-bayang global. Mereka direkrut oleh Rachel Wild (Eiza González), seorang pengacara yang ditugaskan oleh Bobby (Rosamund Pike) untuk merebut kembali utang miliaran dolar dari Manny Salazar (Carlos Bardem)—seorang penguasa kejam yang mencuri kekayaan tersebut.

Apa yang dimulai sebagai misi penyelamatan berubah menjadi perang habis-habisan yang melibatkan strategi, tipu daya, dan kelangsungan hidup. Berlatar di Kepulauan Canary dengan sentuhan dari Jeddah, Arab Saudi, film ini menghadirkan aksi matahari yang memukau namun sering kali terhalang oleh narasi yang berlebihan.


Tiga Entity Penting di Balik In the Grey

Guy Ritchie – Sutradara yang Terjebak Gaya Sendiri

Review film In the Grey wajib mengakui bahwa Guy Ritchie adalah pusat dari segalanya. Sutradara yang dikenal lewat Snatch dan The Man from U.N.C.L.E. ini menulis, menyutradarai, dan memproduseri film ini. Ritchie membawa gaya khasnya: narasi bergaya, karakter-karakter karikatural, dan dialog yang tajam. Namun kritikus menilai bahwa kali ini ia “stuck making the same damn movie”—dengan plot yang terasa seperti “autopilot mode”. The Guardian justru membela: meskipun “nonsensically plotted”, film ini adalah “Ritchie’s most purely entertaining film for years”.

Henry Cavill dan Jake Gyllenhaal – Duet yang Menggebrak

Jika Anda mencari review film yang jujur, harus diakui bahwa Henry Cavill dan Jake Gyllenhaal adalah alasan utama film ini layak ditonton. The New York Times menyebut mereka sebagai pemeran yang “bring the ruckus”. Chemistry mereka—yang digambarkan sebagai “quasi-homoerotic teasing”—menjadi jantung emosional film. NY Post bahkan menyebut film ini sebagai “homoerotic gay action flick”. Cavill dan Gyllenhaal membawa karisma yang mudah ke karakter mereka, meskipun skripnya tidak memberi mereka banyak ruang untuk berkembang.

Eiza González – Wanita di Tengah Kekacauan

Review film In the Grey tidak lengkap tanpa menyebut Eiza González sebagai Rachel Wild. Ia adalah juru damai di tengah dua pria tangguh—seorang pengacara yang mencoba menagih utang dengan cara yang “less-than-legal”. González—yang sebelumnya bekerja dengan Ritchie di The Ministry of Ungentlemanly Warfare—membawa ketegasan dan pesona ke karakternya, meskipun perannya sering kali terpinggirkan oleh aksi para pria.


Fakta Cepat dan Angka Penting

Berikut data kunci untuk memperkuat review film In the Grey Anda:

  • Tanggal rilis: 15 Mei 2026 (AS) / 13 Mei 2026 (Indonesia)
  • Sutradara & penulis: Guy Ritchie
  • Durasi: 97–98 menit
  • Rating usia: R (kekerasan, bahasa, dan referensi seksual)
  • Anggaran produksi: US$40–60 juta
  • Box office global: US$27,1 juta
  • Box office domestik: US$5,7 juta
  • Skor IMDb: 6,3/10 (dari 29.800+ suara)
  • Rotten Tomatoes: 47% kritikus / 83% penonton
  • Metacritic: Beragam, dengan skor bervariasi

Pemain utama:

  • Henry Cavill sebagai Sid
  • Jake Gyllenhaal sebagai Bronco
  • Eiza González sebagai Rachel Wild
  • Rosamund Pike sebagai Bobby
  • Carlos Bardem sebagai Manny Salazar
  • Kristofer Hivju sebagai peran pendukung

Analisis – Antara Pesona Bintang dan Skrip yang Berantakan

Kelebihan – Pesona Bintang dan Aksi yang Solid

Review film In the Grey dari berbagai kritikus mengakui bahwa chemistry para pemain adalah kekuatan utama. The Guardian menulis bahwa film ini “an incredibly, consistently fun time” dan Ritchie “allows both his cast and audience to let loose”. JoBlo.com memuji film ini sebagai “Fun Twist on the Heist Genre” meskipun mengakui bahwa “it’s not going to be for everybody”.

Lokasi yang indah dan desain produksi yang tajam juga menjadi nilai tambah. The New York Times memuji “sleek, sun-drenched” sinematografi dengan warna biru laut yang vivid dan krim tajam dari kostum para karakterGaya Ritchie yang khas—penyuntingan yang cepat dan narasi yang penuh gaya—masih terasa, meskipun tidak sekuat karya-karya terbaiknya.

Durasi 97 menit juga menjadi kelebihan. Outnow.ch menyebutnya sebagai “entertaining, cool popcorn cinema” dengan “97-minute runtime” yang membantu menjaga ketegangan.

Kekurangan – Eksposisi Berlebihan dan Plot yang Terlalu Rumit

Namun, review film In the Grey yang jujur harus mengakui kelemahan utamanya: eksposisi yang berlebihan. Vulture menulis bahwa Ritchie mengambil “compulsive, hyperanalytical love of preparation to comical levels”—layar dipenuhi dengan daftar dan narasi yang overload, membuat perhatian penonton teralihkan.

The Playlist lebih keras: film ini “gets buried under its own elaborate machinery”. Meskipun lokasi indah dan cast menarik, film ini “short on personality”. Seorang pengguna IMDb menulis bahwa film ini terasa seperti “Generic Action Movie: The Movie”—di mana Ritchie “takes the fun out of” genre yang ia sendiri populerkan.

Box office yang mengecewakan juga menjadi cerminan dari kurangnya antusiasme. Dengan budget US$40-60 juta dan hanya meraup US$27 juta global, film ini menjadi kegagalan komersial.


Fakta Unik di Balik Layar

Review film In the Grey tidak lengkap tanpa cerita menarik di baliknya:

  • Film ini dibuat pada 2023 tetapi mengalami tiga kali penundaan rilis
  • Tidak ada pemutaran pers—kritikus harus membeli tiket sendiri untuk menonton
  • Ini adalah kolaborasi ketiga antara Guy Ritchie dan Henry Cavill setelah The Man from U.N.C.L.E. (2015) dan The Ministry of Ungentlemanly Warfare (2024)
  • Film ini adalah skenario solo pertama Ritchie sejak The Gentlemen (2019)
  • Rilis digital terjadi pada 2 Juni 2026—hanya 2,5 minggu setelah rilis bioskop

FAQ – Pertanyaan Umum tentang In the Grey

Apakah In the Grey layak ditonton?

Tergantung ekspektasi Anda. Jika Anda adalah penggemar Guy Ritchiepengagum Henry Cavill atau Jake Gyllenhaal, atau mencari film aksi yang tidak perlu dipikirkan terlalu dalam, film ini adalah tontonan yang menghibur. Namun jika Anda mencari cerita yang orisinal atau karakter yang berkembang, Anda mungkin akan kecewa. IMDb memberi rating 6,3—cukup untuk film aksi sekelas ini.

Apakah film ini lebih baik daripada film Guy Ritchie lainnya?

Tidak. Kritikus sepakat bahwa film ini adalah salah satu karya Ritchie yang lebih lemah. Meskipun ada momen-momen menghibur, film ini tidak memiliki kekuatan dan orisinalitas dari Snatch atau The Gentlemen. Namun The Guardian justru menyebutnya sebagai “Ritchie’s most purely entertaining film for years”—sebuah perbedaan pendapat yang menarik.

Di mana bisa menonton In the Grey?

Jawaban: Film ini telah tersedia untuk streaming digital mulai 2 Juni 2026 dan rencana rilis Blu-ray & DVD pada akhir 2026. Untuk penonton Indonesia, cek ketersediaan di platform streaming berbayar. Pantau terus BAHASFILM untuk info terbaru.


Kesimpulan – Aksi Matahari yang Sering Terhalang Awan

Review film In the Grey dari BAHASFILM sampai pada kesimpulan: ini adalah film yang memiliki semua bahan untuk menjadi hebat—tetapi gagal meraciknya dengan tepat. Dengan skor IMDb 6,3, Rotten Tomatoes 47% dari kritikus namun 83% dari penonton, film ini adalah bukti bahwa pesona bintang dan gaya sutradara tidak selalu cukup untuk menutupi skrip yang berantakan.

Kekuatan film ini ada pada chemistry memikat Henry Cavill dan Jake Gyllenhaallokasi yang indah, dan gaya khas Guy Ritchie yang masih terasa di beberapa momen. Kelemahannya: eksposisi yang berlebihanplot yang terlalu rumit tanpa kebutuhan, dan kurangnya orisinalitas yang membuatnya terasa seperti “Generic Action Movie: The Movie”.

Namun bagi pecinta film aksi yang tidak perlu dipikirkanpenggemar Guy Ritchie, atau siapa pun yang ingin melihat Henry Cavill dan Jake Gyllenhaal beradu akting dalam satu layarIn the Grey adalah tontonan yang layak—di rumah, bukan di bioskop.

Prediksi ke depan: Dengan box office yang mengecewakan dan kritik yang beragam, In the Grey kemungkinan akan menjadi film yang dilupakan dalam katalog Guy Ritchie. Namun, chemistry Cavill-Gyllenhaal mungkin akan menjadi daya tarik abadi bagi para penggemar yang mencari tontonan santai. Pantau terus BAHASFILM untuk ulasan film-film seru lainnya!