bahasfilm – Move to Heaven (2021) adalah drama Korea original Netflix yang menyentuh hati, mengangkat kisah tentang kehilangan, kenangan, dan proses penyembuhan. Serial ini mengikuti perjalanan Han Geu-ru, seorang pemuda dengan sindrom Asperger, bersama pamannya Cho Sang-gu yang memiliki masa lalu kelam.
Dengan latar unik berupa bisnis “pembersihan trauma,” drama ini berhasil menghadirkan cerita emosional yang berbeda dari kebanyakan drama Korea. Tak heran jika banyak penonton dan platform seperti bahasfilm menilai serial ini sebagai salah satu tontonan paling menyentuh.
Baca juga : Review Film 13 Assassins (2010): Samurai Epik dengan Pertarungan Terpanjang dalam Sejarah Sinema

Konsep Unik: Bisnis Pembersihan Trauma
Berbeda dari drama pada umumnya, Move to Heaven berfokus pada pekerjaan yang jarang disorot: membersihkan barang-barang milik orang yang telah meninggal, terutama mereka yang meninggal sendirian.
Dalam setiap episode, Geu-ru dan Sang-gu:
- Membersihkan rumah almarhum
- Mengumpulkan barang-barang berharga
- Mengungkap kisah hidup yang tersembunyi
- Menyampaikan pesan terakhir kepada orang-orang terdekat
Melalui proses ini, penonton diajak memahami bahwa setiap orang memiliki cerita yang layak dikenang.
Karakter yang Kuat dan Berlapis
Han Geu-ru
Diperankan oleh Tang Jun-sang, Geu-ru adalah sosok yang jujur, detail-oriented, dan penuh empati. Meskipun memiliki keterbatasan dalam bersosialisasi, ia justru menjadi kunci dalam memahami pesan-pesan yang ditinggalkan oleh para mendiang.
Cho Sang-gu
Diperankan oleh Lee Je-hoon, Sang-gu adalah mantan narapidana dengan sifat keras dan dingin. Awalnya enggan terlibat dalam bisnis ini, namun perlahan ia mulai berubah.
Jeong-woo
Ayah Geu-ru (Ji Jin-hee) yang meninggal secara tiba-tiba menjadi titik awal perjalanan emosional keduanya, sekaligus sosok yang mewariskan nilai kemanusiaan dalam bisnis ini.
Mengangkat Isu Sosial yang Relevan
Setiap episode Move to Heaven membawa cerita berbeda yang mencerminkan realitas sosial di Korea Selatan, seperti:
- Kesepian pada lansia
- Kematian tanpa keluarga
- Kesenjangan sosial dan ekonomi
- Hubungan keluarga yang renggang
Pendekatan ini membuat drama terasa dekat dengan kehidupan nyata, sekaligus membuka perspektif baru bagi penonton.
Perjalanan Emosional dan Penyembuhan
Seiring berjalannya waktu, hubungan antara Geu-ru dan Sang-gu berkembang dari canggung menjadi hangat. Mereka tidak hanya membantu orang lain menemukan penutupan, tetapi juga menyembuhkan luka batin masing-masing.
Transformasi Sang-gu yang awalnya dingin menjadi lebih peduli, serta keteguhan Geu-ru dalam memahami dunia, menjadi inti emosional dari cerita ini.
Banyak ulasan dari bahasfilm juga menyoroti bagaimana drama ini berhasil menyampaikan pesan tentang keluarga dan kehilangan dengan cara yang sederhana namun mendalam.
Terinspirasi dari Kisah Nyata
Drama ini diadaptasi dari esai berjudul “Things Left Behind” karya Kim Sae-byul, seorang pembersih trauma di kehidupan nyata. Hal ini membuat cerita terasa lebih autentik dan menyentuh.
Kesimpulan
Move to Heaven bukan sekadar drama, melainkan refleksi tentang kehidupan, kematian, dan arti hubungan manusia. Dengan cerita yang kuat, karakter yang mendalam, serta isu sosial yang relevan, drama ini layak menjadi salah satu tontonan terbaik bagi pecinta K-drama.

