Review Film Regretting You (2025): Di Bantai Kritikus Tapi Jadi Hit

BAHASFILMReview film Regretting You (2025) menghadirkan fenomena langka: jurang terbesar antara kritikus dan penonton dalam sejarah Rotten Tomatoes. Adaptasi novel Colleen Hoover (It Ends with Us) garapan Josh Boone (The Fault in Our Stars) ini dibintangi Allison Williams, McKenna Grace, Dave Franco, dan Mason Thames. Dirilis serentak pada 24 Oktober 2025 oleh Paramount Pictures, film dengan durasi 116 menit dan anggaran 30Juta∗∗iniberhasilmeraup∗∗30Juta∗∗iniberhasilmeraup∗∗90.5 Juta di seluruh dunia, menjadikannya sukses komersial moderat. Yang paling menarik: film ini mendapat skor mengerikan 28% dari kritikus di Rotten Tomatoes, tetapi 86% dari penonton justru memujinya. Menurut BAHASFILMRegretting You adalah bukti nyata bahwa dalam era media sosial, suara penonton bisa jauh lebih kuat dari kritikus profesional.

Baca Juga : Review Film The Bride! (2026): Ambisi Gila yang Berakhir Tragis 

📖 Sinopsis: Tragedi Keluarga dan Rahasia Masa Lalu

Berlatar kota kecil fiktif Dylan, North Carolina, kisah dimulai pada tahun 2007. Morgan Davidson (Allison Williams) , gadis berusia 17 tahun, mengetahui ia hamil dari pacarnya Chris Grant (Scott Eastwood) . Ia mengungkapkan rahasia ini kepada Jonah Sullivan (Dave Franco) , pacar saudarinya Jenny (Willa Fitzgerald) sekaligus sahabat Chris. Jonah sendiri diam-diam menyimpan perasaan pada Morgan.

Lompat ke masa kini, 17 tahun kemudian. Chris dan Morgan telah menikah dan membesarkan putri remaja mereka, Clara (McKenna Grace) , yang tengah jatuh cinta pada Miller Adams (Mason Thames) . Sementara itu, Jenny dan Jonah tinggal kembali di kampung halaman bersama bayi mereka. Semuanya tampak normal hingga sebuah kecelakaan mobil tragis merenggut dua anggota keluarga. Kecelakaan itu juga membuka serangkaian rahasia: tentang perselingkuhan Chris dengan Jenny, dan bagaimana Jonah sebenarnya menghabiskan hidupnya di Seattle merindukan Morgan yang tak pernah bisa ia miliki.

Dengan kata lain, Regretting You adalah selimut trauma yang tebal: perselingkuhan, tragedi kematian, kehamilan di luar nikah, dan cinta segitiga yang berkepanjangan selama hampir dua dekade. Semua itu dikemas dalam sinematografi pedesaan yang hangat dan latar Hallmark yang terlalu rapi.

🎭 Tiga Entitas Penting Penggerak Film

Entity Penting #1 – Colleen Hoover (Penulis Novel Original) . Jika Anda tidak tahu Colleen Hoover, mungkin Anda absen dari media sosial dalam lima tahun terakhir. Ia adalah ratu BookTok (komunitas buku di TikTok) yang namanya melegenda di kalangan pembaca “trauma romance”. Novel terlarisnya, It Ends with Us, diadaptasi menjadi film tahun 2024 dan meraup $350 Juta di seluruh dunia. Adaptasi keduanya, Regretting You, melanjutkan waralaba ini—meskipun dengan hasil yang lebih kontroversial. Hoover memiliki basis penggemar yang sangat fanatik, yang dikenal dengan sebutan “CoHorts”. Merekalah yang menjadi penonton paling setia film-film ini, dan mereka sama sekali tidak peduli dengan apa yang dipikirkan para kritikus. 

Entity Penting #2 – Josh Boone (Sutradara) . Sutradara di balik The Fault in Our Stars dan The New Mutants ini memiliki reputasi menangani materi-materi emosional dengan sensitivitas tinggi. Di Regretting You, ia menghadapi tantangan besar: memadukan dua cerita cinta lintas generasi (ibu dan anak perempuan) sekaligus menyelipkan misteri kematian dan pengkhianatan. Masalahnya, para kritikus menilai ia gagal menyeimbangkan nada. The Hollywood Reporter menyebutnya “a tonally erratic chore” (tugas yang tidak konsisten secara nada)—bergoyang antara drama dewasa yang berat dan komedi remaja yang ringan tanpa pernah memilih sisi yang tepat.

Entity Penting #3 – McKenna Grace (Clara Grant) . McKenna Grace, yang meroket lewat Ghostbusters: Afterlife dan serial The Handmaid’s Tale, adalah satu-satunya aset yang disepakati baik oleh kritikus maupun penonton. Chemistry-nya dengan Mason Thames (yang merupakan pasangan aslinya di kehidupan nyata—sebuah fakta yang tidak bisa diabaikan di media sosial) terasa sangat autentik. Mereka berhasil membuat momen-momen canggung remaja—seperti berciuman di bioskop dan pengakuan keperawanan—terasa lucu dan manis, bukan dipaksakan. Di tengah kekacauan nada film ini, Grace tampil sebagai jembatan emosional yang membuat penonton tetap tertahan.

📊 Fakta Cepat & Fenomena Jurang Kritikus vs. Penonton

MetrikAngka
Tanggal Rilis Luas (AS)24 Oktober 2025
Rilis Digital (PVOD)25 November 2025
Streaming (Paramount+)23 Desember 2025
SutradaraJosh Boone
Anggaran Produksi$30 Juta
Durasi116 Menit (1 jam 56 menit)
Rating MPAAPG-13

Pendapatan Box Office (final):

WilayahAngka
Domestik (AS & Kanada)$48.85 Juta
Internasional$41.6 Juta
Total Global$90.45 Juta

Sumber: Box Office Mojo, The Numbers

Regretting You memulai debutnya di posisi #2 dengan $13.7 Juta, kalah tipis dari The Black Phone 2. Namun, di minggu-minggu berikutnya, film ini menunjukkan daya tahan yang luar biasa (legs 3.57) dengan penurunan hanya 43% dan 15% di minggu kedua dan ketiga—sangat tidak biasa untuk film drama dewasa yang tidak menerima pujian kritis.

Skor Agregator (per Juni 2026):

PlatformSkor KritikusSkor Penonton
Rotten Tomatoes27% (Tomatometer)86% (Popcornmeter)
IMDb6.3/10(dari 25.000+ rating)
CinemaScoreB–
Metacritictidak tersedia

Sumber: Forbes, ComicBook.com, Koimoi

Jurang 59% antara kritikus dan penonton di Rotten Tomatoes adalah salah satu yang terbesar dalam dekade terakhir, setara dengan perbedaan yang terjadi pada The Emoji Movie (2017) dan The Last Jedi (2017). Fenomena ini menjadi topik diskusi hangat di media sosial, dengan tagar #WeLoveRegrettingYou sempat trending di X (dulunya Twitter) selama berhari-hari.

🧠 Analisis Mendalam: Mengapa Kritikus dan Penonton Bisa Begitu Berbeda?

🎭 Yang Dikatakan Kritikus: Formulaik, Berantakan, dan Tidak Orisinal

Para kritikus hampir sepakat dalam penghancuran film ini. The Guardian memberinya 2/5 bintang, menyebutnya “bland misfire” dan “a lesson in the intangibles of chemistry” (pelajaran tentang ketidakberwujudan kimia)—ironisnya, karena chemistry antar para pemain dewasa (Allison Williams, Dave Franco, Scott Eastwood, Willa Fitzgerald) dinilai sangat buruk. Ulasan mereka sangat pedas: “Chemistry is woefully absent between any combination (and the combinations, we soon learn, abound) of sisters Morgan and Jenny and best friends Chris and Jonah.”

The Hollywood Reporter bahkan lebih keras. Richard Lawson menyebut film ini bisa “end the Colleen Hoover adaptation craze” (mengakhiri kegilaan adaptasi Colleen Hoover), dan mengkritik “inescapable unoriginality, its plodding, uninventive, unthoughtful attempts at swoon and heartbreak” (ketak-orisinalan yang tak terhindarkan, upaya yang lamban, tidak inventif, dan tidak bijaksana dalam menciptakan getaran dan patah hati).

Kritik utama yang muncul berulang kali adalah:

  • Nada yang tidak konsisten. Film ini tidak bisa memutuskan apakah ia ingin menjadi drama dewasa yang berat (kematian, perselingkuhan, rahasia keluarga) atau komedi romantis remaja (cinta pertama, eyeliner belepotan, pengakuan keperawanan yang canggung). Akibatnya, ia tidak melakukan keduanya dengan baik.
  • Akting para pemain dewasa yang kaku. Allison Williams—yang sebelumnya dipuji di Girls dan Get Out—disebut “terbuang” di sini, terjebak dalam karakter yang terlalu dingin. Dave Franco dan Scott Eastwood tidak memiliki chemistry sama sekali. Banyak kritikus menyebut bahwa Willa Fitzgerald adalah satu-satunya pemain dewasa yang berhasil memberikan lapisan pada karakternya.
  • Alur yang dipaksakan dan transisi yang kacau. The New York Times menyebut “goofy writing and clumsy editing” (tulisan konyol dan penyuntingan yang ceroboh) sebagai kelemahan utama film ini. Banyak adegan yang dianggap “tidak sengaja lucu” (unintentionally comedic), termasuk adegan pengakuan keperawanan Clara di bioskop.

😄 Yang Dikatakan Penonton: Efektif, Menyentuh, dan “The Kind That Sneaks Up on You”

Di sisi lain, para penonton—terutama penggemar setia Colleen Hoover (dikenal sebagai “CoHorts”)—membanjiri Rotten Tomatoes dengan ulasan positif. The Express Tribune merangkumnya: “Yet fans online have shared the opposite view, calling it ‘quietly emotional’ and ‘the kind of film that sneaks up on you.'”

Seorang penonton menulis di Rotten Tomatoes: “The film masterfully explores the heavy weight of life’s regrets, focusing on how a single tragic event can force a complete re-evaluation of past decisions and family loyalty. What truly grounds the narrative is the exceptional chemistry between Allison Williams and Mckenna Grace, who portray the complex, often fractured bond between mother and daughter with raw sincerity.”

Mengapa perbedaan ini bisa terjadi? Ada beberapa penjelasan:

  1. Ekspektasi yang Berbeda. Kritikus profesional mencari inovasi naratif, penulisan yang tajam, dan eksekusi teknis yang presisi. Penonton—khususnya penggemar genre romance melodrama—hanya ingin terhibur dan menangis. Mereka datang dengan ekspektasi yang sudah ditetapkan: mereka tahu apa yang akan mereka dapatkan dari film Colleen Hoover, dan mereka sangat puas menerimanya.
  2. Chemistry Real-life McKenna Grace & Mason Thames. Fakta bahwa kedua aktor ini adalah pasangan nyata tidak bisa diabaikan. Setiap adegan mereka terasa autentik, hangat, dan lucu dengan cara yang benar. Bagi penonton muda—yang merupakan target utama film ini—momensi mereka adalah alasan utama untuk menonton.
  3. Kekuatan “Trauma Porn” sebagai Katarsis. Seperti yang ditulis The Guardian tentang It Ends with Us, film-film Hoover berhasil menjadikan “what many have dismissed as trauma porn fetishizing abuse into glossy, but effective and emotionally mature, adult theatrical fare” (apa yang dianggap banyak orang sebagai pornografi trauma yang memuja pelecehan menjadi tontonan teater dewasa yang mengilap, namun efektif dan matang secara emosional). Bagi penonton yang membutuhkan katarsis emosional, film ini berfungsi dengan sempurna.

🎤 Kutipan Sutradara, Kritikus, dan Penonton

“Regretting You could ‘end the Colleen Hoover adaptation craze’ due to its ‘inescapable unoriginality, its plodding, uninventive, unthoughtful attempts at swoon and heartbreak.'”
— Richard Lawson, The Hollywood Reporter

“It Ends With Us elevated what many have dismissed as trauma porn fetishizing abuse into glossy, but effective and emotionally mature, adult theatrical fare. Regretting You is a ‘bland misfire’ by comparison.”
— Adrian Horton, The Guardian

“The film masterfully explores the heavy weight of life’s regrets, focusing on how a single tragic event can force a complete re-evaluation of past decisions.”
— Ulasan Penonton (Rotten Tomatoes, 5/5)

“Whether you love Hoover or hate her (there seems to be very little in between), it seems she’s here to stay as far as film adaptations go.”
— ComicBook.com

“Colleen Hoover, an initially self-published romance writer catapulted by BookTok to cult-figure status under the mononym CoHo.”
— The Guardian, menjelaskan fenomena Hoover

❓ FAQ – Regretting You (2025)

1. Apakah film ini layak ditonton?
Tergantung. Jika Anda penggemar berat Colleen Hoover, YA. Anda akan mendapatkan pengalaman yang persis seperti yang Anda harapkan: melodrama yang berlebihan, cinta segitiga yang rumit, dan akhir yang mengharukan. Namun, jika Anda belum pernah membaca novelnya atau tidak tahan dengan film yang terlalu klise dan dipaksakan, kemungkinan besar Anda akan kecewa.

2. Mengapa skor kritikus dan penonton sangat berbeda?
Kritikus fokus pada inovasi naratif, keaslian emosi, dan teknik penyutradaraan. Mereka menilai film ini gagal di semua lini. Penonton—terutama penggemar genre romance melodrama—hanya ingin terhibur, menangis, dan melihat chemistry antara McKenna Grace dan Mason Thames. Film ini berhasil memenuhi ekspektasi penontonnya, meskipun kritikus membencinya.

3. Apakah saya perlu menonton It Ends with Us sebelum menonton ini?
Tidak. Regretting You adalah adaptasi dari novel Colleen Hoover yang berbeda. Ceritanya berdiri sendiri. Namun, jika Anda ingin memahami konteks mengapa film-film Hoover sangat populer, menonton It Ends with Us mungkin membantu—meskipun tidak diperlukan.

4. Apakah film ini cocok untuk remaja?
Ya, untuk remaja 13+. Film ini mendapat rating PG-13 karena mengandung konten seksual remaja (ciuman, pengakuan keperawanan), penggunaan alkohol dan narkoba ringan oleh remaja, serta bahasa yang cukup kasar. Tidak ada adegan seksualitas eksplisit atau kekerasan grafis.

🔮 Kesimpulan & Prediksi

Review film Regretting You (2025) dari BAHASFILM menyimpulkan bahwa film ini adalah fenomena budaya yang sangat menarik. Dari perspektif artistik, hampir semua kritikus sepakat bahwa ini bukan film yang baik: penulisan goyah, penyuntingan ceroboh, nada tidak konsisten, dan chemistry para pemain dewasa sangat buruk. Namun, dari perspektif bisnis dan budaya pop, film ini adalah kisah sukses yang jelas: dengan anggaran 30Jutadanpendapatan30Jutadanpendapatan∗∗90.5 Juta** global, ditambah dominasi di Paramount+, Regretting You membuktikan bahwa suara penonton lebih kuat daripada kritikus profesional.

Fenomena jurang 59% antara Rotten Tomatoes kritikus (27%) dan penonton (86%) adalah studi kasus yang menarik tentang bagaimana algoritma media sosial dan loyalitas penggemar bisa mengubah dinamika industri film. Para “CoHorts”—penggemar setia Colleen Hoover—tidak peduli dengan apa yang ditulis The Guardian atau The Hollywood Reporter. Mereka telah memutuskan untuk mencintai film ini sebelum film ini bahkan dirilis.