Tag Archives: BahasFilm

Review Film Electric Dragon 80,000V: Ledakan Punk yang Abadi

BAHASFILM – Review film Electric Dragon 80,000V dimulai dengan pertanyaan sederhana: apakah ini film atau serangan sensorik total? Karya sutradara kultus Sogo Ishii (alias Gakuryū Ishii) yang rilis tahun 2001 ini adalah ledakan punk berdurasi 55 menit yang sulit dilupakan. Dibintangi Tadanobu Asano (Ichi the Killer) dan Masatoshi Nagase (Mystery Train), film ini mengisahkan duel dua manusia bermuatan listrik di atap-atap Tokyo yang disajikan…

Review Film Tuner (2025): Thriller dengan Pendengaran Sebagai Senjata

BAHASFILM – Review film Tuner perlu dimulai dengan premis yang tidak biasa: seorang penyetel piano dengan gangguan pendengaran justru menggunakan kepekaan audionya untuk membobol brankas. Film arahan Daniel Roher (Navalny) ini tayang perdana di Telluride Film Festival pada 30 Agustus 2025 dan dirilis di Amerika Serikat pada 22 Mei 2026 melalui Black Bear Pictures. Dengan durasi 107 menit…

Review Film Office Romance (2026): Antara Klise dan Kenyamanan

BAHASFILM – Bagi pencinta genre komedi romantis, review film Office Romance mungkin sudah Anda cari sejak trailer pertamanya dirilis April 2026. Film arahan Ol Parker (Mamma Mia! Here We Go Again) ini tayang eksklusif di Netflix pada 5 Juni 2026, dibintangi Jennifer Lopez sebagai CEO maskapai AirCruz dan Brett Goldstein sebagai pengacara kaku namun karismatik. Dengan durasi 1 jam 54 menit,…

Review Film All About Lily Chou-Chou: Histeria Remaja yang Abadi

BAHASFILM – Review film All About Lily Chou-Chou (2001) membawa penonton ke dalam pusaran kegelapan psikologis remaja Jepang yang tak tertandingi. Disutradarai Shunji Iwai—sutradara di balik Love Letter (1995)—film eksperimental sepanjang 146 menit ini adalah potret mengerikan tentang bagaimana kekejaman anak seusia SMP bisa melampaui imajinasi orang dewasa mana pun. Baca Juga : Review Film “Whispering Corridors 2: Memento Mori” (1999):…

Review Film “Whispering Corridors 2: Memento Mori” (1999): Romansa Lesbian yang Membayangi Horor Klasik Korsel

BAHASFILM – Review film “Whispering Corridors 2: Memento Mori” membawa kita kembali ke lorong kelam sekolah perempuan Korea tahun 1999. Film ini bukan sekadar sekuel horor biasa. Lebih dari itu, ia menjadi salah satu film komersial Korea pertama yang berani mengangkat kisah cinta lesbian secara eksplisit. Hadir dengan gaya bertolak belakang dari pendahulunya, film garapan Kim…

Review Film “Wuthering Heights” (2026): Cinta Toksik, Adegan Panas, dan Perpecahan antara Kritikus dan Penonton

BAHASFILM – Review film Wuthering Heights (2026) langsung menjadi kontroversi terbesar industri hiburan tahun ini. Adaptasi sutradara Emerald Fennell yang dibintangi Margot Robbie dan Jacob Elordi ini dirilis tepat pada 13 Februari 2026 menjelang Hari Valentine. Hasilnya? Film ini mencetak **$82 juta di akhir pekan perdana global** (termasuk $40 juta di AS), dan total pendapatan globalnya kini mencapai $241 juta—menjadikannya film terlaris tahun 2026. Namun…

Review Film The Breadwinner (2026): Komedi Keluarga yang Perangkap Kritikus dan Publik

BAHASFILM – Review film The Breadwinner (2026) langsung memicu perpecahan keras sejak minggu perdananya. Film komedi Nate Bargatze dari Sony Pictures ini hanya meraup skor 25% dari kritikus, tetapi melonjak hingga 87% dari penonton. Perbedaan drastis ini menjadikan The Breadwinner salah satu studi kasus paling menarik tentang jurang antara kritikus profesional dan selera publik. Baca Juga : Review Film Fast…

Review Film Fast Charlie (2023): Seni Akhir James Caan dalam Balutan Aksi Klasik

BAHASFILM – Review film Fast Charlie (2023) mengangkat genre hitman thriller yang sudah sangat klasik ke level yang lebih personal dan emosional. Film arahan Phillip Noyce (Clear and Present Danger, 1994) dan dibintangi Pierce Brosnan, Morena Baccarin, serta mendiang James Caan ini sukses memukau kritikus dengan skor mengesankan. Dirilis di Amerika Serikat pada 8 Desember 2023 setelah tayang…

Review Film Dark Water (2002): Remang-Remang Air yang Menyimpan Duka

BAHASFILM – Review film Dark Water (2002) bukan sekadar ulasan horor tentang hantu perempuan berambut panjang basah. Ini adalah penelusuran ke dalam air tergenang yang melambangkan kesedihan, kelalaian, dan pengorbanan seorang ibu yang putus asa. Arahan Hideo Nakata, yang namanya melambung lewat Ringu (1998), kembali mengukir namanya dalam jajaran sinema horor Jepang paling emosional sepanjang masa. Film yang dirilis 19 Januari…

Review Film Café Lumière (2003): Puisi Visual Tentang Detik-detik Sunyi

BAHASFILM – Review film Café Lumière (2003) bukan sekadar ulasan tentang sinema yang lambat. Ini adalah pintu masuk ke dunia di mana konflik tidak perlu teriakan dan derita tidak butuh tangisan berlebihan. Disutradarai Hou Hsiao-hsien dari Taiwan, film berdurasi 103 menit ini sengaja dibuat untuk Shochiku sebagai hommage resmi untuk Yasujirō Ozu, tepat dalam rangka peringatan 100 tahun kelahiran…