BahasFilm – Dunia perfilman Jepang kembali dihebohkan dengan kemunculan Shin Kamen Rider. Film ini merupakan reimajinasi gelap dari serial tokusatsu legendaris. Seperti yang sering kami ulas di BahasFilm, adaptasi ulang karya klasik selalu memiliki tantangan tersendiri. Hadir di bawah arahan sutradara jenius Hideaki Anno, film ini bukan sekadar tontonan aksi biasa. Anno dikenal lewat Neon Genesis Evangelion dan Shin Godzilla.
Karyanya kali ini menjadi penghormatan sekaligus dekonstruksi warisan budaya pop Jepang. Bagi Anda yang ingin mendalami lebih banyak ulasan film Jepang, kunjungi BahasFilm untuk referensi lengkap.
Film ini dirilis pada tahun 2023 untuk memperingati 50 tahun serial Kamen Rider. Pendekatannya unik: menggabungkan nostalgia era 70-an dengan visual sinematik modern. Kedalaman filosofis khas Anno juga terasa kuat di setiap adegan. Berikut ulasan lengkapnya untuk Anda, para pembaca setia di Indonesia.
Sinopsis Singkat ala BahasFilm: Perjalanan Seorang Pahlawan yang Terpaksa
Takeshi Hongo adalah seorang pemuda jenius lulusan universitas. Ia juga seorang pengendara motor berbakat. Hidupnya berubah total ketika diculik organisasi misterius bernama SHOCKER. Organisasi ini secara paksa mengubah manusia menjadi makhluk sintetis hibrida hewan. Makhluk itu disebut Augments atau Augs.
Hongo berhasil melarikan diri berkat bantuan Ruriko Midorikawa. Ruriko adalah mantan anggota SHOCKER yang membangkang. Hongo lolos dari fasilitas mereka sebelum sempat dicuci otak. Namun, ia kini harus hidup dengan tubuh barunya. Ia menjadi manusia belalang dengan kekuatan luar biasa. Dinamika karakter seperti inilah yang menjadi daya tarik utama versi BahasFilm dalam mengupas film ini.
Bersama Ruriko, Hongo memulai perlawanan terhadap SHOCKER. Hongo bertekad mengungkap konspirasi SHOCKER. Organisasi itu ternyata dipimpin oleh kecerdasan buatan yang salah memahami arti “kebahagiaan” bagi umat manusia.
[Spoiler Alert Menurut BahasFilm] Alur Cerita Lengkap: Pertarungan Ideologi dan Pengorbanan
Bagian ini mengandung bocoran alur film sesuai standar ulasan BahasFilm. Disarankan hanya dibaca jika Anda sudah menonton atau tidak keberatan dengan spoiler.
Awal Perlawanan Perspektif BahasFilm
Setelah kabur, Hongo dan Ruriko berlindung di rumah ayah Ruriko. Ayahnya bernama Dr. Hiroshi Midorikawa. Sang dokter mengungkapkan bahwa Hongo adalah Augment “mahakarya”-nya. Hongo dipilih secara khusus karena tekadnya mendapatkan kekuatan. Ayah Hongo—seorang polisi—tewas ditangan pelaku kriminal. Namun, tempat persembunyian mereka segera diketahui. Spider-Aug, eksekutif pertama SHOCKER, menyerang mereka.
Ujian Moral Pertama Versi BahasFilm
Hongo dan Ruriko dihadapkan pada Wasp-Aug. Karakter ini diperankan Nanase Nishino. Ia ternyata adalah sahabat masa kecil Ruriko, Hiromi. Hongo menolak membunuh Hiromi karena masih ada sisi manusianya. Hiromi justru ditembak dari jarak jauh oleh agen pemerintah. Mereka menggunakan racun Scorpion-Aug. Skenario kompleks seperti ini yang membuat BahasFilm menilai film ini layak masuk jajaran remake terbaik.
Kemunculan Rider Kedua ala BahasFilm
SHOCKER mengirimkan senjata baru mereka. Namanya Hayato Ichimonji, diperankan Tasuku Emoto. Ia adalah jurnalis foto yang diubah menjadi Grasshopper-Aug 02. Awalnya, Ichimonji berhasil melukai Hongo berat. Ruriko berhasil menghubungi alam bawah sadar Ichimonji. Ichimonji terbebas dari cuci otak SHOCKER. Ia akhirnya memihak Hongo. Ichimonji kemudian menyebut dirinya Kamen Rider No. 2.
Klimaks: Pertarungan Melawan Kamen Rider No. 0
Musuh terbesar bukanlah monster biasa. Ia adalah Ichiro Midorikawa, kakak kandung Ruriko sendiri. Ia diperankan Mirai Moriyama. Ichiro telah berevolusi menjadi Butterfly-Aug. Ia adalah makhluk paling kuat yang kemudian menyebut dirinya Kamen Rider No. 0. Kekuatannya mampu mengirim jiwa manusia ke dimensi neraka bernama Habitat Realm.
Akhir yang Pahit Manis Menurut BahasFilm
Di pertarungan final, Hongo dan Ichimonji bekerja sama menghadapi Ichiro. Atas permintaan terakhir Hongo, Ichimonji mewarisi nama “Kamen Rider”. Ia juga mewarisi helm yang telah dimodifikasi. Helm itu kini berisi arwah Hongo yang hidup di dalamnya. Bersama sebagai Kamen Rider No. 2+1, mereka berdua berjanji akan melanjutkan perang melawan SHOCKER.
Daftar Karakter dan Pemain Versi BahasFilm
Salah satu kekuatan utama film ini adalah pemilihan cast yang tepat. Berikut daftar lengkapnya menurut database BahasFilm:
Detail Pembuatan: Perspektif BahasFilm Tentang 5 Tahun Perjalanan Kreatif Hideaki Anno
Proyek Shin Kamen Rider bukanlah ide yang muncul tiba-tiba. Perjalanan pembuatannya panjang dan penuh tantangan. Menurut riset BahasFilm, berikut kronologinya:
- Konsep Awal (2012): Hideaki Anno pertama kali mengajukan ide ini saat memproduksi Evangelion: 3.0 You Can (Not) Redo .
- Penundaan: Toei awalnya menargetkan rilis tahun 2021. Namun pandemi COVID-19 memaksa jadwal produksi mundur .
- Syuting: Proses pengambilan gambar utama dimulai pada 3 Oktober 2021. Syuting rampung pada akhir Januari 2022 .
- Rilis: Shin Kamen Rider tayang perdana di bioskop Jepang pada 17 Maret 2023. Film tersedia global di Amazon Prime Video pada 21 Juli 2023 .
Naskah dan Visi Sutradara ala BahasFilm
Hideaki Anno tidak hanya duduk di kursi sutradara. Ia juga menulis sendiri naskah film ini. Pendekatannya unik: ingin merangkum seluruh esensi serial Kamen Rider versi tahun 1971 ke dalam satu film. Naskah film ini sangat padat dengan dialog filosofis yang panjang. Itu adalah ciri khas Anno yang juga terlihat di Evangelion. Analisis mendalam tentang gaya penulisan Anno bisa Anda temukan di arsip BahasFilm.
Sinematografi: Seni Menghidupkan Nostalgia
Aspek visual Shin Kamen Rider layak mendapat acungan jempol. Seiji Saito, sang colorist, memainkan peran krusial. Ia menciptakan tampilan khas film ini dengan cermat.
Konsep Visual “Gelap dan Mengerikan” Versi BahasFilm
Hideaki Anno dengan tegas meminta nuansa visual yang gelap dan mencekam. Itu mirip dengan serial asli tahun 70-an yang direkam dengan film 16mm. Proses pewarnaan digital menggunakan DaVinci Resolve Studio. Tantangan terbesar adalah menyatukan warna dari materi yang direkam dengan berbagai jenis kamera .
Gaya Aksi ala Manga Perspektif BahasFilm
Berbeda dari film superhero kebanyakan, Anno memilih pendekatan lain. Aksi dalam film ini terasa patah-patah dan disusun seperti panel-panel manga. Tujuannya mengarahkan fokus penonton pada desain kostum dan lingkungan. Pendekatan artistik inilah yang menjadikan BahasFilm merekomendasikan film ini untuk ditonton lebih dari sekali.
Baca juga : Review Film Noroi: The Curse (2005): Mahakarya Horor Dokumenter Paling Mencekam

