bahasfilm – Bagi pecinta film aksi-komedi romantis, Ghosted (2023) menjadi salah satu tontonan yang cukup menyita perhatian. Film garapan Dexter Fletcher ini menghadirkan duo Chris Evans dan Ana de Armas dalam petualangan internasional yang tak terduga. Tim redaksi bahasfilm telah merangkum secara lengkap mulai dari sinopsis, spoiler, daftar pemain, hingga proses produksi dan sinematografi film ini. Simak ulasan mendalam dari bahasfilm berikut ini!
BACA JUGA : Review Film Paranormal Activity 2: Tokyo Night (2010): Versi Jepang yang Menakutkan Namun Terlalu Sama
Sinopsis Singkat Film Ghosted
Ghosted adalah film aksi-komedi romantis arahan Dexter Fletcher (Rocketman). Film ini tayang perdana di Apple TV+ pada 21 April 2023. Dengan durasi 116 menit, film ini mengisahkan pertemuan tak terduga antara Cole Turner (Chris Evans) dan Sadie Rhodes (Ana de Armas).
Cole adalah seorang petani sayur dan madu yang romantis namun naif. Sadie adalah perempuan misterius yang ternyata adalah agen CIA. Kisah berawal dari pertemuan manis di pasar petani Washington D.C. Pertemuan itu berkembang menjadi kencan semalam penuh.
Namun, Sadie tiba-tiba menghilang dan tidak membalas pesan Cole. Dalam istilah modern, ia meng-ghosting-nya. Cole nekat terbang ke London untuk mencarinya. Di sanalah ia diculik dan mengetahui kenyataan pahit. Sadie adalah agen CIA dengan julukan “The Taxman”.
Tanpa sempat menjalani kencan kedua, Cole dan Sadie terseret dalam petualangan internasional. Mereka harus menyelamatkan dunia dari senjata biologis berbahaya. Menurut pantauan bahasfilm , premis ini berhasil mencuri perhatian penonton. Kombinasi aksi dan komedi yang segar menjadi daya tarik utamanya.
Spoiler Alur Cerita Ghosted (Peringatan: Spoiler!)
Bagi yang belum menonton, bagian ini mengandung bocoran alur cerita secara lengkap.
Cole Turner (Chris Evans) menjalani hari-harinya sebagai petani. Ia membantu bisnis keluarga dan menjual hasil pertanian di pasar. Suatu hari, ia bertemu dengan Sadie Rhodes (Ana de Armas) yang sedang mencari tanaman hias.
Awalnya pertemuan mereka canggung. Cole menyinggung perasaan Sadie. Namun ia berhasil meminta maaf dan mengajak Sadie berjalan-jalan. Kebersamaan mereka berlanjut hingga larut malam di bar. Akhirnya, mereka berakhir dengan bermesraan di rumah Sadie.
Cole pulang dengan perasaan bahagia. Ia yakin Sadie adalah jodohnya. Namun, sang adik Mattie (Lizze Broadway) meragukan sikap Cole yang terlalu berlebihan. Kekhawatiran Mattie terbukti. Sadie tak pernah lagi membalas pesan maupun telepon Cole.
Cole yang putus asa akhirnya menyadari sesuatu. Sadie tanpa sengaja membawa inhaler asmanya. Inhaler itu terpasang AirTag. Melacak perangkat tersebut, Cole menemukan bahwa Sadie berada di London.
Dengan bekal voucher pesawat yang belum pernah digunakan, Cole terbang ke London. Namun, alih-alih bertemu Sadie, ia justru diculik. Ia dibawa ke Pakistan oleh sindikat pedagang senjata. Mereka mengira Cole adalah agen CIA legendaris “The Taxman”.
Saat hendak disiksa dengan serangga untuk mendapatkan kode akses, Cole diselamatkan oleh Sadie. Ia memperkenalkan dirinya sebagai The Taxman yang sebenarnya.
Mereka pun melarikan diri melewati Khyber Pass. Di sinilah Cole mengetahui bahwa penculiknya bekerja untuk Leveque (Adrien Brody). Leveque adalah mantan agen intelijen Prancis yang menjual senjata biologis curian. Senjata itu bernama “Aztec”.
Cole dan Sadie harus bekerja sama. Di tengah pertengkaran dan ketegangan romantis, mereka berusaha menghentikan Leveque. Tujuannya adalah sebelum senjata mematikan itu jatuh ke tangan yang salah. Tim bahasfilm mencatat bahwa alur ini menjadi daya tarik utama. Penggemar genre aksi dan komedi pasti akan menikmatinya.
Daftar Karakter dan Pemeran Ghosted
| Karakter | Pemeran | Deskripsi |
|---|---|---|
| Cole Turner | Chris Evans | Petani organik romantis dari Washington D.C. Ia naif namun berhati mulia. Ia adalah “damsel in distress” dalam cerita ini. |
| Sadie Rhodes | Ana de Armas | Agen CIA misterius dengan julukan “The Taxman”. Kariernya sebagai mata-mata membuatnya sulit menjalin hubungan. |
| Leveque | Adrien Brody | Antagonis utama, mantan agen intelijen Prancis yang menjual senjata biologis. |
| Mattie Turner | Lizze Broadway | Adik perempuan Cole yang skeptis dan realistis. |
| Dad | Tate Donovan | Ayah Cole yang mendukung perjuangan romantis anaknya. |
| Mom | Amy Sedaris | Ibu Cole yang juga mendukungnya mencari cinta. |
| Wagner | Mike Moh | Salah satu kaki tangan Leveque. |
Cameo Spesial: Film ini juga menampilkan sejumlah cameo kejutan yang menghibur. Beberapa di antaranya adalah Ryan Reynolds, Sebastian Stan, John Cho, dan Anthony Mackie. Kehadiran mereka menambah elemen kejutan bagi para penggemar. Menurut analisis bahasfilm , kehadiran cameo ini menjadi salah satu momen paling dinantikan penonton.
Proses Produksi dan Ide Pembuatan Film Ghosted
Tim Kreatif di Balik Layar
- Sutradara: Dexter Fletcher (Rocketman, Eddie the Eagle)
- Penulis Skenario: Rhett Reese, Paul Wernick (Deadpool), Chris McKenna, dan Erik Sommers (Spider-Man: Far From Home, No Way Home)
- Sinematografer: Salvatore Totino
- Penyunting: Chris Lebenzon, Jim May, Josh Schaeffer
- Musik: Lorne Balfe
- Produksi Desain: Claude Paré
Film ini berangkat dari cerita orisinal Rhett Reese dan Paul Wernick. Mereka adalah duo penulis di balik Deadpool. Cerita kemudian dikembangkan bersama Chris McKenna dan Erik Sommers. Konsep utamanya adalah membalik peran tradisional.
Cole adalah “damsel in distress” yang lemah dan perlu diselamatkan. Sementara Sadie adalah “badass” wanita kuat yang menyelamatkannya. Tim bahasfilm menilai konsep ini sebagai gebrakan menarik. Di tengah maraknya film aksi dengan formula lama, konsep ini terasa segar.
Lokasi Syuting dan Tantangan Produksi
Pengambilan gambar utama berlangsung dari 14 Februari hingga 12 Mei 2022. Lokasi syuting meliputi:
- Atlanta, Georgia (lokasi utama)
- Washington D.C. (adegan pasar petani)
- Tallulah Falls Lake, Georgia (Tallulah Gorge State Park)
- New Mexico (adegan pegunungan Khyber Pass)
Menariknya, adegan yang berlatar di Pakistan dan London sebagian besar difilmkan di Atlanta. Teknik yang digunakan adalah chroma dan efek visual. Production designer Claude Paré mengungkapkan bahwa set paling sulit dibangun adalah pasar Mingora. Proses ini membutuhkan waktu enam bulan untuk desain dan pembangunan.
bahasfilm mencatat bahwa dedikasi produksi ini patut diapresiasi. Meskipun hasil akhirnya menuai pro dan kontra, usaha tim produksi tidak bisa dipungkiri.
Sinematografi Ghosted: Gaya Visual dan Teknik Pengambilan Gambar
Sinematografi digarap oleh Salvatore Totino. Ia dikenal dengan karya-karyanya yang telah malang melintang di industri Hollywood. Berikut beberapa aspek sinematografi yang menonjol:
- Kontras Visual: Film sengaja menampilkan kontras antara kehidupan Cole yang sederhana di pertanian dengan dunia intelijen Sadie yang berbahaya.
- Penggunaan Chroma Key: Meskipun terlihat mewah, banyak adegan berlatar luar negeri yang sebenarnya difilmkan di Atlanta. Teknik layar biru digunakan, namun sayangnya terbilang kurang halus dan terlihat jelas di beberapa adegan.
- Kritik atas Sinematografi: Beberapa kritikus menilai sinematografi film ini “flat dan seperti plastik” serta “kurang gaya”. Lokasi seperti Washington, London, dan Pakistan dinilai tidak bisa dibedakan satu sama lain.
- Adegan Aksi: Koreografi aksi Ana de Armas mendapat pujian. Menyegarkan melihat Chris Evans berperan sebagai karakter yang ketakutan dan tidak berdaya. Menurut pengamatan bahasfilm , inilah salah satu kelebihan utama film ini.
8 Poin Penting dan Menarik dalam Alur Film Ghosted
- Pembalikan Peran Gender: Cole adalah karakter yang lemah, naif, dan perlu diselamatkan. Ini kebalikan dari stereotip pahlawan aksi pria pada umumnya.
- Adegan Pembuka yang Manis: Pertemuan Cole dan Sadie di pasar petani diawali dengan argumen tentang tanaman hias. Akhirnya berakhir dengan kencan semalam yang romantis.
- AirTag sebagai Alat Plot: Cole menggunakan AirTag pada inhaler yang tertinggal di tas Sadie. Ia melacak keberadaannya—sebuah sentuhan teknologi modern dalam pencarian cinta.
- Lagu “I’m Gonna Be (500 Miles)”: Perjalanan Cole ke London diiringi lagu ikonik The Proclaimers. Ini menambah nuansa komedi romantis.
- Adegan Penculikan dan Siksaan: Cole hampir disiksa dengan serangga untuk mendapatkan kode akses. Adegan yang absurd namun menghibur dalam konteks komedi.
- Cameo Kejutan: Kemunculan Ryan Reynolds, Sebastian Stan, dan John Cho memberikan kejutan tak terduga bagi penonton.
- Senjata Biologis “Aztec”: MacGuffin utama film ini adalah senjata pemusnah massal yang menjadi incaran para penjahat.
- Hubungan Cole-Sadie: Hubungan mereka dibangun di atas pertengkaran dan rekonsiliasi. Ini mencerminkan dinamika “benci jadi cinta” yang klasik.
Tim bahasfilm merekomendasikan untuk memperhatikan poin-poin di atas saat menonton. Dengan begitu, pengalaman menikmati film akan lebih maksimal.
Review dan Rating Ghosted dari Agregator Terkemuka
Skor dari IMDb, Rotten Tomatoes & Metacritic
Respon Kritikus vs. Penonton
Mayoritas kritikus memberikan ulasan negatif. Rotten Tomatoes menyebut film ini sebagai “kesempatan yang terlewatkan” meskipun memiliki bintang-bintang besar. Beberapa kritik utama:
- Cerita klise dan dapat ditebak
- Eksekusi yang biasa saja dengan plot yang terlalu sederhana
- Sinematografi yang datar dan kurang berkarakter
- Penggunaan efek visual yang kurang halus
Meskipun dihantam kritik, film ini justru sukses besar di ranah streaming. Ghosted menjadi film debut dengan penonton terbanyak sepanjang masa di Apple TV+ pada saat perilisannya. Data dari Samba TV mencatat 328.500 penonton dalam dua hari pertama.
Bahkan lebih dari dua tahun setelah rilis, pada Agustus 2025, Ghosted masih menduduki posisi #6-7 di chart film terpopuler Apple TV+ secara global.
Menurut bahasfilm , fenomena ini membuktikan bahwa film dengan star power tinggi tetap mampu menarik perhatian penonton. Meskipun mendapat kritik pedas dari para pengamat, daya tarik bintang utamanya tidak bisa dipungkiri.
Kesimpulan: Apakah Ghosted Layak Ditonton?
Ghosted mungkin bukan film terbaik dalam genre aksi-komedi romantis. Ceritanya klise, sinematografinya biasa saja, dan alurnya mudah ditebak. Namun, chemistry antara Chris Evans dan Ana de Armas menjadi daya tarik utama.
Mereka sebelumnya sudah bekerja sama di Knives Out dan The Gray Man. Kehadiran cameo kejutan dan pembalikan peran yang menyegarkan juga menjadi nilai tambah.
Fenomena Ghosted membuktikan bahwa review buruk tidak selalu menghalangi kesuksesan streaming. Bagi penonton yang mencari tontonan ringan, menghibur, dan tidak perlu berpikir keras, Ghosted adalah pilihan yang tepat. Terutama bagi penggemar Chris Evans yang rindu melihat aksi sang Captain America dalam balutan komedi romantis.
Demikian ulasan lengkap dari bahasfilm . Jangan lupa kunjungi bahasfilm untuk review film dan series seru lainnya!

