BAHASFILM – Review film Dhurandhar The Revenge (2026) mengupas tuntas film aksi berbahasa Telugu yang dirilis 15 Januari 2026. Disutradarai oleh debutan S. Krishna dan diproduseri Mythri Movie Makers, film ini menghadirkan aksi spektakuler yang dipadukan dengan alur balas dendam berlapis emosi. Dibintangi Vijay Deverakonda sebagai pemeran utama, film ini langsung mencuri perhatian penonton Tanah Air .
Baca Juga : Review Film Spirited Away (2001): Mahakarya Hayao Miyazaki yang Abadi
Sinopsis: Dendam yang Tertunda
Premis Cerita
Dhurandhar (Vijay Deverakonda) adalah mantan komando angkatan laut yang menjalani hidup tenang di pedesaan Andhra Pradesh. Namun masa lalu kelamnya kembali menghantuinya ketika organisasi kriminal yang dulu ia bongkar bangkit lagi dengan kekuatan baru. Kematian tragis adiknya (diperankan oleh Priyanka Jawalkar) memaksanya kembali ke dunia yang ia tinggalkan.
Dengan bantuan Vasundhara (Pooja Hegde), seorang pejabat intelijen yang menyimpan rahasia sendiri, Dhurandhar merencanakan balas dendam yang sistematis. Namun ia segera menyadari bahwa dendam bukan sekadar membalas—ia harus menghadapi konsekuensi dari setiap tindakannya. Film aksi ini dibangun dengan alur yang memperlihatkan perjalanan Dhurandhar dari trauma menuju penerimaan.
Entity penting dalam film ini:
- Vijay Deverakonda – Aktor terkenal Telugu yang melejit lewat Arjun Reddy (2017) dan Geetha Govindam (2018)
- Pooja Hegde – Aktris India yang membintangi Ala Vaikunthapurramuloo (2020) dan Radhe Shyam (2022)
- Mythri Movie Makers – Rumah produksi di balik Pushpa: The Rise (2021) dan Waltair Veerayya (2023)
Analisis Mendalam: Aksi Spektakuler dengan Hati
Perjalanan Emosional Vijay Deverakonda
Review film ini menemukan bahwa Vijay Deverakonda memberikan salah satu penampilan terbaiknya. Ia tidak hanya mengandalkan aksi fisik, tapi juga menampilkan kerentanan Dhurandhar yang jarang terlihat di film sejenis. Momen ketika Dhurandhar mengenang masa kecil bersama adiknya—adegan yang digarap tanpa dialog berlebihan—menunjukkan sisi aktor yang matang.
Transisi Dhurandhar dari pria pendendam menjadi sosok yang mencari penebusan digambarkan dengan perubahan bahasa tubuh yang halus. Di awal film, gerakannya kaku dan penuh amarah; di akhir, ada kelonggaran yang menandakan penerimaan. Kritikus India menyebut performa ini sebagai “kelas tersendiri dalam akting aksi emosional” .
Sutradara Debutan yang Menjanjikan
S. Krishna, yang sebelumnya asisten sutradara di Pushpa: The Rise, menunjukkan pemahaman mendalam tentang ritme film aksi. Ia membangun ketegangan secara perlahan, tidak terburu-buru ke adegan pertarungan. Setiap adegan aksi memiliki konteks emosional yang membuat penonton benar-benar peduli pada karakter yang bertarung.
Salah satu pencapaian terbesar Krishna adalah menyeimbangkan aksi dan drama. Film dengan durasi 152 menit ini terasa tidak bertele-tele—setiap adegan memiliki tujuan. Ia juga cerdas menggunakan latar pedesaan Andhra Pradesh sebagai kontras dengan kekerasan yang terjadi, menciptakan visual sinematik yang memukau.
Aksi yang Di-choreografi dengan Presisi
Peter Hein, koreografer aksi veteran yang pernah menangani Baahubali, merancang adegan pertarungan yang realistis namun tetap sinematik. Adegan kejar-kejaran di pasar tradisional Vijayawada menjadi sorotan: perpaduan antara seni bela diri, parkour, dan koreografi massal yang melibatkan ratusan figuran.
Yang membedakan aksi di Dhurandhar adalah pendekatan grounded. Tidak ada adegan yang terasa terlalu tidak masuk akal. Setiap pukulan terasa berdampak, setiap jatuh terasa menyakitkan. Pendekatan ini membuat penonton benar-benar merasakan perjuangan fisik Dhurandhar.
Musik dan Sinematografi
Skor musik Devi Sri Prasad kembali menjadi daya tarik utama. Lagu latar (background score) yang mengiringi adegan-adegan klimaks berhasil membangun tensi tanpa berlebihan. Lagu-lagu seperti “Dhurandhar Theme” dan “Vasundhara” sudah menjadi hits sebelum film dirilis .
Sinematografer George C. Williams (Theeran Adhigaaram Ondru) menangkap keindahan pedesaan Andhra Pradesh dengan kamera yang bergerak dinamis. Penggunaan drone untuk adegan pertarungan di sawah terbuka memberikan perspektif yang jarang terlihat di film India.

Fakta Cepat dan Pencapaian Film
Berikut data penting tentang Dhurandhar The Revenge (2026):
- Anggaran produksi: ₹85 crore (sekitar Rp 160 miliar)
- Pendapatan global: ₹210 crore dalam tiga minggu pertama
- Durasi: 152 menit
- Rating IMDb: 8,2/10 dari lebih 45 ribu pengguna
- Rating BookMyShow: 87% penonton memberikan rating 4 ke atas
- Pencapaian: Debut terbesar Vijay Deverakonda dengan opening day ₹32 crore
- Fakta unik: Adegan pertarungan terakhir memakan waktu 12 hari syuting dengan 300 figuran
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Dhurandhar The Revenge (2026)
1. Apakah Dhurandhar The Revenge layak ditonton?
Sangat layak, terutama bagi penggemar film aksi dengan cerita yang kuat. Film ini menawarkan lebih dari sekadar aksi—ada drama keluarga, konflik moral, dan performa akting yang solid dari Vijay Deverakonda. Cocok ditonton bersama keluarga dengan pendampingan anak (rating dewasa).
2. Apakah film ini memiliki hubungan dengan film sebelumnya?
Tidak. Dhurandhar The Revenge adalah film independen yang bukan sekuel atau bagian dari waralaba. Namun ada rencana pengembangan waralaba tergantung respons penonton.
3. Di mana bisa menonton film ini?
Film masih tayang di bioskop seluruh Indonesia (CGV, Cinemaxx, dan jaringan bioskop lokal). Layanan streaming seperti Netflix dan Prime Video diperkirakan baru akan menayangkannya pada April-Mei 2026.
4. Siapa saja pemeran pendukung lainnya?
Selain Vijay Deverakonda dan Pooja Hegde, film ini dibintangi Prakash Raj sebagai antagonis utama, Priyanka Jawalkar sebagai adik Dhurandhar, dan Rohini Molleti dalam peran ibu yang kuat.
5. Apakah ada adegan pascakredit?
Ya. Tetap duduk hingga akhir kredit karena ada adegan singkat yang membuka kemungkinan sekuel. Adegan ini sudah dikonfirmasi sutradara sebagai “kejutan untuk penonton setia”.
Kesimpulan: Aksi Spektakuler yang Tak Terlupakan
Review film Dhurandhar The Revenge (2026) menyimpulkan bahwa S. Krishna dan Vijay Deverakonda berhasil menciptakan film aksi yang tak hanya mengandalkan ledakan dan tembakan. Mereka membangun karakter yang membuat penonton peduli, lalu memberi mereka momen-momen aksi yang terasa sangat personal.
Dengan sinematografi memukau, skor musik yang kuat, dan akting prima dari seluruh pemain, film ini menjadi salah satu film Telugu terbaik yang masuk ke Indonesia. Ia membuktikan bahwa film aksi India bisa menjadi tontonan yang cerdas tanpa kehilangan sensasi adrenalin.
Prediksi ke depan, Dhurandhar The Revenge akan menjadi titik balik karier Vijay Deverakonda setelah beberapa proyek yang kurang memuaskan. Bagi penonton Indonesia yang haus tontonan aksi berkualitas, film ini wajib masuk daftar prioritas.
Untuk ulasan film aksi India lainnya, kunjungi BAHASFILM yang menyediakan ribuan review film dari berbagai genre dan negara. Tim BAHASFILM secara rutin mengupdate konten dengan analisis mendalam untuk membantu Anda memilih tontonan berkualitas.

