BAHASFILM – Review film 9 Souls harus dimulai dengan sebuah pertanyaan: apa yang terjadi ketika sembilan narapidana yang sangat berbeda jenis kejahatannya kabur dari penjara untuk mencari harta karun uang palsu yang dijanjikan? Film arahan Toshiaki Toyoda ini adalah jawaban absurd sekaligus tragis atas pertanyaan itu. Dirilis di Jepang pada 19 Juli 2003, film berdurasi 119 menit ini dibintangi oleh Yoshio Harada sebagai Torakichi, Ryuhei Matsuda sebagai Michiru, dan Junior Chihara sebagai Kazuma. Dengan skor IMDb 7,2/10 dan pujian dari Midnight Eye yang menyebut film ini sebagai saksi lahirnya “an assured, mature director capable of handling multi-character storylines with confidence”, film ini menjadi salah satu mahakarya dari sutradara yang sebelumnya sukses dengan Blue Spring.
Baca Juga : Chasing the Undercurrent (2022): Drama Kriminal Tiongkok dengan Misteri yang Penuh Ketegangan
Sinopsis – Sembilan Buronan, Satu Misi, Jalan yang Berbeda
Review film 9 Souls tidak lengkap tanpa memahami premisnya yang unik. Sembilan narapidana pria dengan latar belakang dan kejahatan yang sangat beragam—mulai dari pembunuh, pengedar narkoba, raja porno, hingga pimp—kabur dari penjara bersama-sama. Mereka menyita sebuah van dari sebuah klub strip dan berencana mencari tumpukan uang palsu yang disembunyikan oleh narapidana kesepuluh yang gila di sebuah sekolah dasar di kaki Gunung Fuji.
Setelah mencapai lokasi yang dijanjikan, mereka menemukan tempat itu kosong tanpa uang sepeser pun. Mereka pun kembali ke van dan berpisah satu per satu, masing-masing berusaha menyelesaikan urusan yang tertunda dan berbaikan dengan keluarga atau orang yang dicintai. Film ini terbagi menjadi dua bagian: perjalanan menuju sekolah dasar yang penuh dengan komedi absurd, dan bagian kedua di mana kelompok berpisah dan masing-masing menghadapi nasib tragis mereka.
Tiga Entity Penting di Balik 9 Souls
Toshiaki Toyoda – Sang Sutradara yang Terus Berkembang
Review film 9 Souls wajib mengakui bahwa Toshiaki Toyoda adalah dalang di balik kesuksesan ini. Setelah sukses dengan Pornostar (1998) dan Blue Spring (2002), Toyoda menunjukkan kedewasaan yang luar biasa dalam menangani alur cerita dengan banyak karakter secara percaya diri. Ia menulis dan menyutradarai film ini sendiri, menciptakan keseimbangan yang sulit antara komedi absurd dan tragedi yang menyayat hati. Salah satu kritikus menulis bahwa Toyoda “has taken a page or two from Takeshi Kitano’s playbook, including self-conscious quotations from hallowed movie genres and startling collisions of humor and violence”—tetapi dengan gaya yang khas miliknya sendiri.
Cast Ensemble yang Mengagumkan
Jika Anda mencari review film yang jujur, harus diakui bahwa para aktor adalah salah satu alasan utama film ini begitu berkesan. Yoshio Harada sebagai Torakichi—seorang pembunuh anak kandungnya sendiri—menjadi pemimpin alami kelompok. Ryuhei Matsuda sebagai Michiru—seorang pembunuh ayah kandungnya—membawa kegalauan dan kesedihan yang mendalam. Junior Chihara sebagai Kazuma—mantan biker yang menikam empat anggota gengnya sendiri—menambah kekerasan dan ketegangan dalam dinamika kelompok. Midnight Eye memuji “an excellent cast” yang berhasil menghidupkan setiap karakter dengan individualitas yang kuat.
Perjalanan yang Mengaburkan Genre
Review film 9 Souls tidak lengkap tanpa membahas sifatnya yang sulit diklasifikasikan. Sebuah ulasan menulis bahwa film ini “blurs and crosses the line so often, it makes it difficult to try and classify its genre – part gore, part comedy, part social commentary”. Perjalanan ini dimulai sebagai komedi absurd dengan para buronan yang mengenakan berbagai penyamaran—mulai dari drag hingga kumis palsu—sebelum berubah menjadi tragedi yang menghancurkan di babak kedua.
Fakta Cepat dan Angka Penting
Berikut data kunci untuk memperkuat review film 9 Souls Anda:
- Tanggal rilis: 19 Juli 2003 (Jepang)
- Sutradara & penulis: Toshiaki Toyoda
- Produser: Miyoshi Kikuchi, Keisuke Konishi
- Durasi: 119 menit
- Skor IMDb: 7,2/10
- Skor Plex: 8,2/10 (audiens)
- Country: Jepang
- Bahasa: Jepang
- Festival: International Competition: Long Films di Fribourg International Film Festival
Pemain utama:
- Yoshio Harada sebagai Torakichi Hasegawa
- Ryuhei Matsuda sebagai Michiru Kaneko
- Junior Chihara (Koji Chihara) sebagai Kazuma Kuruma
- Takuji Suzuki sebagai Inui (pembom gila epilepsi)
- Mame Yamada sebagai Shiratori (dokter yang membantu bunuh diri)
- Genta Dairaku sebagai Ushiyama
- Onimaru sebagai Shishido
- Kee sebagai Kiyoshi (pimp)
- Itsuji Itao sebagai Fujio (pengusaha porno)
Analisis – Antara Komedi Absurd dan Tragedi yang Menghancurkan
Kelebihan – Keseimbangan yang Sulit Dicapai
Review film 9 Souls dari berbagai kritikus mengakui bahwa kekuatan utama film ini adalah kemampuannya menyeimbangkan komedi dan tragedi. Midnight Eye menulis bahwa perubahan nada dalam film ini terjadi secara bertahap, dengan “elements of tragedy always present within the comedy and vice versa”. Para protagonis yang berjalan-jalan dengan drag atau kumis palsu tidak mengurangi dampak dari pertemuan serius mereka dengan hantu masa lalu. Justru sebaliknya, “it makes the more serious parts of the film more impressive, since their earlier clowning made us care for them all the more”.
Sinematografi Junichi Fujisawa dan desain produksi juga mendapat pujian. Variety menulis bahwa Toyoda dan timnya menciptakan “pop-art spectacle amid richly lensed landscapes across a swathe of Japan”. Bidikan overhead Tokyo yang muncul di awal dan akhir film menjadi buklet visual yang memperkuat tema perjalanan dan kepulangan.
Kekurangan – Ketika Nasib Menghancurkan Semua Harapan
Namun, review film 9 Souls yang jujur harus mengakui bahwa akhir yang tragis bukan untuk semua orang. Variety menulis tajam: setelah bagian pertama yang “sheer bliss, buoyantly absurdist”, bagian kedua terasa sebagai “unwelcome and unqualified bummer” karena Toyoda “unaccountably is too eager to wield a grinding hand of fate over a generally lovable ensemble”. Setiap buronan ditangkap atau dibunuh dengan “systematic efficiency that feels like something out of a different, meaner movie”.
Beberapa penonton juga mengeluhkan alur yang kadang terasa tidak jelas. Sebuah ulasan menulis bahwa “the pacing of the film is at times choppy, and you’d have scenes that come out of the blue”—seperti adegan cross-dressing yang tiba-tiba muncul tanpa penjelasan.
Fakta Unik di Balik Layar
Review film 9 Souls tidak lengkap tanpa cerita menarik di baliknya:
- Film ini adalah film fitur ketiga Toshiaki Toyoda, setelah Pornostar (1998) dan Blue Spring (2002)
- Toyoda juga membawa kembali dua pemeran utama dari film sebelumnya—Koji Chihara dan Ryuhei Matsuda—ke dalam film ini
- Film ini diputar di Singapore Fantastic Film Festival pada 2005 sebagai salah satu film unggulan
- Midnight Eye memuji film ini sebagai saksi “the birth of an assured, mature director”
- Film ini dirilis ulang dalam edisi Blu-ray terbatas oleh Arrow Films sebagai bagian dari koleksi “Toshiaki Toyoda: The Early Years”
FAQ – Pertanyaan Umum tentang 9 Souls
Apakah 9 Souls layak ditonton?
Sangat layak—tetapi dengan peringatan. Jika Anda adalah penggemar sinema Jepang alternatif, pengagum Toshiaki Toyoda, atau menikmati film yang berani mencampur komedi dan tragedi, film ini adalah pengalaman yang menghanyutkan. Namun jika Anda mencari akhir yang bahagia atau alur yang mudah diprediksi, Anda mungkin akan merasa tertekan oleh bagian akhir yang tragis. IMDb memberi rating 7,2—cukup tinggi untuk film sekelas ini.
Apakah 9 Souls berdasarkan kisah nyata?
Tidak. 9 Souls adalah fiksi orisinal yang ditulis dan disutradarai oleh Toshiaki Toyoda. Meskipun tema narapidana dan pencarian makna hidup sangat realistis, cerita dan karakternya sepenuhnya imajinatif.
Di mana bisa menonton 9 Souls?
Hingga 2026, 9 Souls tersedia dalam edisi Blu-ray terbatas dari Arrow Films dan berbagai platform VOD. Untuk penonton Indonesia, cek ketersediaan di platform langganan Anda. Pantau terus BAHASFILM untuk info terbaru.
Kesimpulan – Perjalanan yang Mengajarkan Arti Hidup dan Mati
Review film 9 Souls dari BAHASFILM sampai pada kesimpulan: ini adalah film yang berani mengambil risiko—dan berhasil. Dengan skor IMDb 7,2 dan pujian dari Midnight Eye, film ini adalah bukti bahwa Toshiaki Toyoda adalah salah satu sutradara paling berbakat di Jepang.
Kekuatan film ini ada pada keseimbangan antara komedi absurd dan tragedi yang menghancurkan, akting ensemble yang luar biasa, serta kemampuan menciptakan karakter yang membuat kita peduli meskipun mereka adalah penjahat. Kelemahannya: akhir yang terlalu tragis bagi sebagian penonton dan alur yang kadang terasa tidak jelas.
Namun bagi pecinta sinema yang menantang, pengagum Toshiaki Toyoda, atau siapa pun yang ingin merasakan perjalanan emosional yang tak terlupakan, 9 Souls adalah pengalaman yang wajib. Ia mengingatkan kita bahwa setiap orang—bahkan penjahat—memiliki cerita, mimpi, dan orang-orang yang mereka cintai. Dan kadang, kebebasan yang paling berharga bukanlah kebebasan fisik, melainkan kebebasan untuk berdamai dengan masa lalu.
Prediksi ke depan: Dengan rilis ulang dalam edisi Blu-ray oleh Arrow Films dan semakin populernya sinema Jepang alternatif di kancah internasional, 9 Souls akan terus dikenang sebagai salah satu mahakarya Toshiaki Toyoda. Warisannya sebagai film yang berani mencampur tawa dan air mata akan tetap abadi. Pantau terus BAHASFILM untuk ulasan film-film seru lainnya!

