bahasfilm – Selamat datang di bahasfilm Kali ini kita bahas Troll 2, film yang dijuluki “Citizen Kane dari film buruk”.
Menurut bahasfilm , film ini sangat unik dan absurd.
Anda tidak akan menemukan troll di sini, melainkan goblin.
Mari kita bedah tuntas bersama bahasfilm.
BACA JUGA : Review Film Terbaru GJLS : Ibuku Ibu – Ibu
Sinopsis Singkat Troll 2 versi bahasfilm
bahasfilm memulai dengan sinopsis.
Keluarga Waits bertukar rumah ke kota Nilbog.
Nilbog adalah “goblin” dieja terbalik.
Joshua, anak bungsu, melihat hantu kakeknya.
Hantu itu memperingatkan soal goblin vegetarian.
Goblin ingin mengubah manusia menjadi tanaman.
Mereka lalu memakan tanaman tersebut.
Premis konyol ini menjadi dasar kekacauan epik.
Demikian catatan bahasfilm tentang sinopsisnya.
Spoiler Alur Utama oleh bahasfilm
bahasfilm akan mengungkap spoiler penting.
Karakter dan Pemeran Menurut bahasfilm
- Joshua dilarang makan makanan dari goblin.
- Keluarga Waits hampir berubah menjadi pohon.
- Adegan ikonik: “They’re eating her… OH MY GOD!”
- Joshua mengalahkan ratu goblin dengan sandwich baloney.
- Sandwich itu ajaib dari kakek Seth.
Akhirnya keluarga selamat dan lari dari Nilbog.
Menurut bahasfilm, semua adegan ini absurd tapi lucu.
bahasfilm menyoroti para pemain non-profesional.
Berikut tabel karakternya:
| Karakter | Pemeran | Fakta unik |
|---|---|---|
| Joshua Waits | Michael Stephenson | Kelak sutradara Best Worst Movie. |
| Michael Waits (Ayah) | George Hardy | Dokter gigi sungguhan. |
| Diana Waits (Ibu) | Margo Prey | Ibu rumah tangga biasa. |
| Kakek Seth | Robert Ormsby | Hantu baik dengan dialog aneh. |
| Creedence (Ratu Goblin) | Deborah Reed | Akting berlebihan yang ikonik. |
bahasfilm mencatat bahwa kebetulan ini luar biasa.
Mereka tidak punya pengalaman akting sama sekali.
Hasilnya justru menjadi komedi tak sengaja.
Proses Produksi dan Sinematografi – bahasfilm
bahasfilm menggali proses pembuatan yang kacau.
Sutradara Claudio Fragasso berasal dari Italia.
Ia dan istrinya menulis naskah bahasa Inggris seadanya.
Mereka hanya fasih bahasa Italia.
Akibatnya, dialog terdengar sangat aneh dan kaku.
Kru juga dari Italia, aktor dari Amerika.
Arahan diberikan dalam bahasa Italia.
Para aktor tidak mengerti apa yang dimaksud.
Sinematografer Giancarlo Ferrando cukup profesional.
Ia pernah menangani film horor Italia terkenal.
Teknik kamera secara teknis bagus.
Namun cerita dan aktingnya kacau balau.
Ini menciptakan disonansi visual yang unik.
bahasfilm menyebut ini “masterpiece of failure”.
Rating dan Review dari Agregator (Data bahasfilm)
bahasfilm merangkum skor dari tiga situs:
- IMDb : 3.0/10 (lebih dari 36.000 suara).
Pernah menjadi nomor satu di daftar “Bottom 100”. - Rotten Tomatoes : 5% dari kritikus.
Bahkan sempat menyentuh 0% di masa lalu. - Metacritic : Tidak tersedia data resmi.
Menurut bahasfilm, skor rendah ini justru prestasi.
Troll 2 menjadi film kultus karena keburukannya.
Poin Penting dan Menarik versi bahasfilm
bahasfilm memilih beberapa momen terbaik:
- Tidak ada troll : Judul Troll 2 tapi musuhnya goblin.
Ini penipuan pemasaran paling terkenal. - Makanan sebagai musuh : Goblin tidak bisa makan manusia langsung.
Mereka harus mengubah manusia jadi tanaman dulu. - Adegan popcorn sex : Adegan seks di dalam van penuh popcorn.
- Dialog “Oh my God!” : Menjadi meme abadi di internet.
Semua elemen ini membuat film sering diputar di festival film buruk.
bahasfilm merekomendasikan menonton bersama teman.
Antara Fakta dan Fiksi – Catatan Khusus bahasfilm
bahasfilm mengungkap ironi tragis.
Sutradara Claudio Fragasso dengan tulus bangga dengan filmnya.
Ia mengira Troll 2 adalah mahakarya komedi.
Saat diputar di festival, penonton tertawa terbahak-bahak.
Fragasso senang karena dikira menikmati komedinya.
Padahal mereka menertawakan keburukannya.
Fragasso marah besar setelah tahu kenyataan.
Ia menyebut para pemerannya “pembohong” dan “anjing”.
bahasfilm menilai ironi ini yang membuat film begitu dicintai.
Kesimpulan dari bahasfilm: Apakah Layak Ditonton?
bahasfilm memberikan jawaban tegas:
- Tidak jika Anda mencari horor serius.
- Ya jika Anda ingin pengalaman absurd dan lucu.
Film ini bukan untuk semua orang.
Namun sebagai fenomena budaya, Troll 2 wajib ditonton sekali.
Seperti kata Michael Stephenson: “Badai sempurna dari komedi tak sengaja.”
bahasfilm setuju dengan pernyataan itu.
Terima kasih telah membaca ulasan dari bahasfilm.

