Review Film The Testament of Ann Lee (2025): Musikal Religi Paling Berani Tahun Ini

BAHASFILM Review film The Testament of Ann Lee (2025) mengupas tuntas musikal religi garapan sutradara Mona Fastvold yang dirilis di bioskop Amerika Serikat pada 25 Desember 2025 . Film ini mendokumentasikan perjalanan Ann Lee, pendiri gerakan Shaker yang mengklaim diri sebagai inkarnasi Kristus dalam wujud perempuan, melalui nyanyian dan tarian ekstatik yang menjadi ciri khas aliran kepercayaan tersebut .

Baca Juga : Review Film Trap House (2025): Dave Bautista dan Aksi Penuh Peluru nan Keluarga

Sinopsis: Perjalanan Seorang “Kristus Perempuan”

Premis Cerita

Ann Lee (Amanda Seyfried) tumbuh di Manchester abad ke-18 dalam kemiskinan yang mencekik. Setelah menyaksikan hubungan intim orang tuanya, ia mengembangkan keengganan mendalam terhadap seksualitas . Ia dinikahkan dengan Abraham Standerin (Christopher Abbott), dan mengalami empat kali kehamilan yang berakhir dengan kematian seluruh bayinya .

Trauma tersebut memicu transformasi spiritual. Ann bergabung dengan “Shaking Quakers” yang didirikan Jane dan James Wardley (Stacy Martin dan Scott Handy), kemudian mendirikan sekte sendiri yang menolak hubungan seksual sebagai jalan menuju kesucian . Para pengikutnya meyakini ia sebagai “Mempelai Domba” yang memiliki kekuatan menyembuhkan .

Entity penting dalam film ini:

  • Mona Fastvold – Sutradara Norwegia yang juga menulis skenario The Brutalist (2024) bersama suaminya Brady Corbet 
  • Amanda Seyfried – Aktris nominasi Oscar yang membintangi Mank (2020) dan Les Misérables (2012) 
  • Searchlight Pictures – Distributor film yang mengakuisisi hak setelah debut Venice 

Perjalanan ke Dunia Baru

Setelah menghadapi penganiayaan di Inggris, Ann dan para pengikutnya—termasuk saudaranya William (Lewis Pullman)—berlayar ke Amerika. Mereka mendirikan komunitas dekat Albany, New York, membangun masyarakat utopia yang menjunjung kesetaraan gender dan sosial . Konflik muncul ketika nilai-nilai mereka berbenturan dengan kolonis yang bersiap melawan Inggris serta praktik perbudakan yang mereka lihat di Amerika .

Analisis Mendalam: Antara Ekstasi dan Kontroversi

Amanda Seyfried: Performa Puncak Karier

Review film ini menemukan bahwa Amanda Seyfried memberikan penampilan terbaik dalam kariernya. SlashFilm memberikan nilai sempurna 10/10, menyebutnya “jaw-dropping” dan “arguably the best performance of 2025” . Seyfried menyanyikan seluruh lagu sendiri, dengan suara yang indah namun tetap membawa kerapuhan karakter .

Seyfried berhasil menampilkan Ann sebagai sosok kontradiktif: tegas namun rentan, berkuasa namun penuh luka. Mata Seyfried “berenang dengan kelembutan dan kerentanan yang terasa” . Para kritikus sepakat bahwa tanpa performanya, film ini mungkin akan kehilangan jangkar emosional .

Pendekatan Visual dan Koreografi

Fastvold memilih format 70mm yang langka, menciptakan pengalaman sinematik yang imersif . Sinematografer William Rexer menggunakan kontras cahaya gelap-terang (chiaroscuro) yang mengingatkan pada lukisan klasik, menciptakan bingkai-bingkai yang layak dipajang di museum .

Koreografer Celia Rowlson-Hall merancang gerakan yang memadukan tarian tradisional Shaker dengan sensibilitas modern. Para penari bergerak seperti “satu unit bernapas, altar manusia yang dibangun dalam pengabdian” . Tangan memukul dada, lengan terentang ke langit, tubuh berguncang—semuanya menjadi “perwujudan katarsis ekstrem” .

Musik sebagai Pengalaman Transenden

Komposer Daniel Blumberg, yang baru saja memenangkan Oscar untuk The Brutalist, menggunakan himne Shaker otentik yang diaransemen ulang . Musiknya tidak dimaksudkan sebagai lagu yang mudah diingat, melainkan untuk menciptakan sensasi spiritual. Ulasan di Script Magazine mencatat bahwa musiknya “membuat bulu kuduk merinding” dan membantu penonton memahami mengapa Ann Lee bisa menjadi figur suci .

Fakta Cepat dan Pencapaian Film

Berikut data penting tentang The Testament of Ann Lee berdasarkan laporan industri:

  • Premier dunia: 1 September 2025 di Festival Film Venice 
  • Durasi: 137 menit 
  • Rating MPAA: R
  • Distributor: Searchlight Pictures
  • Pendapatan domestik: $2,5 juta (per 16 Februari 2026) 
  • Penghargaan: Nominasi Golden Globe untuk Aktris Terbaik (Musikal/Komedi) dan masuk nominasi Venice Film Festival 
  • Fakta unik: Mendapat standing ovation 15 menit di Venice 

Kontroversi dan Pujian Kritikus

Pujian: Pengalaman Sinematik Unik

Vulture menyebut film ini “salah satu musikal teraneh yang pernah dibuat,” membandingkannya dengan perpaduan The WitchAndrei Rublev, dan “Rhythm Nation” . The New York Times memuji pendekatan interiornya: “Tujuannya bukan menganalisis, tapi terbawa dalam ekstasinya” .

Time Magazine mengapresiasi keberaniannya: “Di dunia yang setiap hari menyajikan informasi siap cerna, film ini memaksa kita menggunakan imajinasi” . IndieWire dengan bercanda mencatat bahwa film ini “mengatasi masalah paling mencolok dari The Brutalist: film itu bukan musikal” .

Kritik: Ambisi Melebihi Eksekusi

Namun tidak semua ulasan positif. Roger Ebert memberi kritik tajam: “Bengkak dalam sejarah dan kelaparan akan persona… ambisinya melampaui eksekusi Fastvold” . Pengguna Douban menyebutnya “hampir seperti buku teks yang menunjukkan semua kesalahan film biografi” .

Script Magazine mencatat bahwa Ann sendiri mulai memudar di latar belakang saat cerita melebar, dan narasi yang berlebihan mengganggu ritme film .

FAQ: Pertanyaan Umum tentang The Testament of Ann Lee (2025)

1. Apakah The Testament of Ann Lee layak ditonton?

Sangat layak bagi penikmat sinema eksperimental dan musikal tidak konvensional. Film ini menawarkan pengalaman visual dan auditori yang langka. Namun jika Anda menginginkan film biografi konvensional dengan alur linear, mungkin akan merasa film ini terlalu lambat dan abstrak .

2. Siapa sebenarnya Ann Lee dalam sejarah?

Ann Lee (1736-1784) adalah pendiri gerakan Shaker, sekte Kristen yang memisahkan diri dari Quaker. Ia mengajarkan selibat dan kesetaraan gender, serta diyakini pengikutnya sebagai inkarnasi Kristus dalam wujud perempuan. Gerakannya sempat menyebar ke delapan negara bagian AS sebelum akhirnya meredup .

3. Di mana bisa menonton film ini?

Film masih tayang terbatas di bioskop AS. Untuk penonton internasional, perlu menunggu rilis digital atau platform streaming. Informasi lebih lanjut dapat dicek di situs resmi Searchlight Pictures .

4. Apakah film ini terkait dengan The Brutalist?

Ya, secara spiritual. Keduanya ditulis oleh pasangan Mona Fastvold dan Brady Corbet. The Testament of Ann Lee dan The Brutalist sama-sama mengisahkan tokoh visioner yang mencoba membangun sesuatu yang sakral di tengah dunia yang menekan .

5. Mengapa film ini menggunakan format 70mm?

Fastvold ingin menciptakan pengalaman sinematik total. Format 70mm memberikan kualitas visual yang tidak bisa ditiru digital, dengan resolusi dan kedalaman yang membuat penonton merasa “hadir” di abad ke-18 .

Kesimpulan: Keberanian Berkarya di Tengah Arus Utama

Review film The Testament of Ann Lee (2025) menyimpulkan bahwa Mona Fastvold telah menciptakan karya yang tak terlupakan—baik karena kelebihannya maupun kekurangannya. Film ini berani mengambil risiko dengan menggabungkan musikal, sejarah religi, dan sinema epik dalam satu paket.

Amanda Seyfried memberikan performa yang akan dikenang dalam diskursus Oscar, sementara tim teknis menciptakan pengalaman visual dan auditori yang jarang ditemukan dalam sinema kontemporer. Meskipun narasinya timpang dan Ann sendiri kadang tenggelam dalam lanskap epik, kekuatan emosional dan artistik film ini sulit diabaikan.

Prediksi ke depan, film ini akan lebih dihargai sebagai “cult classic” yang ditemukan generasi mendatang daripada sukses komersial instan. Seperti yang ditulis SlashFilm: “Keberadaannya saja terasa seperti mukjizat” .

Untuk ulasan film drama sejarah lainnya, kunjungi BAHASFILM yang menyediakan ribuan review film dari berbagai genre dan negara. Tim BAHASFILM secara rutin mengupdate konten dengan analisis mendalam untuk membantu Anda memilih tontonan berkualitas.