BAHASFILM – Review film The Departed (2006) adalah bukti kejeniusan Martin Scorsese dalam meracik genre crime thriller yang kelam dan brutal. Film yang dirilis pada 6 Oktober 2006 ini dibintangi oleh jajaran bintang papan atas Hollywood—Leonardo DiCaprio, Matt Damon, Jack Nicholson, hingga Mark Wahlberg. Sebagai remake dari film Hong Kong legendaris Infernal Affairs (2002), Scorsese berhasil mentransformasikannya menjadi epik kriminal yang ikonik dengan nuansa khas Boston. Menurut BAHASFILM, The Departed tidak hanya sekadar film tentang mafia, tetapi juga studi mendalam tentang kehilangan identitas, pengkhianatan, dan perangkap moral yang menyesakkan.
Baca Juga : Light of Dawn (Zhi Ren Zhi Chu): Misteri Kelam 20 Tahun yang Menghubungkan Dua Takdir
🧵 Sinopsis: Dua Tikus dalam Lubang yang Sama
Berlatar di Boston Selatan yang keras, cerita dimulai dengan Frank Costello (Jack Nicholson) , raja mafia Irlandia yang karismatik namun sadis, yang menanam seorang mole di dalam kepolisian negara bagian Massachusetts. Mole itu adalah Colin Sullivan (Matt Damon) , seorang kriminal berbakat yang dilatih sejak kecil oleh Costello untuk menaiki jenjang kepolisian dan menjadi pelindung segala aktivitas ilegal gengnya.
Di sisi lain, Kapten Queenan (Martin Sheen) dan Sersan Dignam (Mark Wahlberg) merekrut William “Billy” Costigan Jr. (Leonardo DiCaprio) , seorang polisi muda dengan latar belakang keluarga kriminal, untuk menyamar sebagai anggota geng Costello.
Dua ekor “tikus” ini kemudian menjalani hidup ganda yang semakin memusingkan. Mereka saling memburu identitas satu sama lain tanpa mengetahui bahwa musuh sebenarnya ada di belakang mereka sendiri. Saat intelijen mulai bocor dan kecurigaan mengarah ke dalam kepolisian, kedua pria ini terperangkap dalam permainan kucing-dan-tikus yang hanya berakhir dengan satu kemungkinan: kematian.
🎭 Tiga Entitas Penting
Entity Penting #1 – Martin Scorsese (Sutradara) . Scorsese membawa gaya khasnya yang hiper-realistis dan brutal ke dalam The Departed. Penggunaan kamera yang dinamis dan dialog yang intens membuat penonton merasakan tekanan psikologis yang dialami para karakter. Film ini mengakhiri penantian panjang Scorsese di panggung Oscar, di mana ia akhirnya memenangkan Piala Oscar Sutradara Terbaik pertamanya setelah lima kali nominasi.
Entity Penting #2 – Leonardo DiCaprio sebagai Billy Costigan. DiCaprio memerankan Costigan sebagai pria yang hancur dari dalam. Ia tidak bisa pulang ke keluarganya, tidak bisa mempercayai rekan-rekannya, dan bahkan kehilangan jati dirinya sendiri. Banyak kritikus menyebut ini adalah salah satu penampilan paling intens DiCaprio sepanjang kariernya—mungkin bahkan lebih baik daripada perannya di The Wolf of Wall Street.
Entity Penting #3 – William Monahan (Penulis Skenario) . Monahan mengambil naskah Infernal Affairs dan memindahkan setting-nya ke Boston Selatan dengan bahasa lokal yang kasar, jenaka, dan penuh makna ganda. Dialog-dialog ikonik seperti “I don’t want to be a product of my environment. I want my environment to be a product of me” menjadi ciri khas naskah Monahan yang cerdas dan penuh lapisan.
Selain tiga entitas di atas, Jack Nicholson yang memerankan Frank Costello juga layak disebut sebagai penampilan terbaiknya dalam satu dekade terakhir. Kehadirannya yang mengintimidasi dan improvisasi di atas panggung menciptakan karakter mafia yang sangat berkesan.
📊 Fakta Cepat & Prestasi Box Office
| Metrik | Angka |
|---|---|
| Tanggal Rilis (AS) | 6 Oktober 2006 |
| Distributor | Warner Bros. Pictures |
| Anggaran Produksi | USD 90 Juta |
| Pendapatan Akhir Pekan (Domestik) | USD 26,9 Juta |
| Total Pendapatan Domestik | USD 132,4 Juta |
| Total Pendapatan Global | USD 291,5 Juta |
| Durasi | 2 jam 31 menit (151 menit) |
| Rating MPAA | R (Restricted) |
Skor Agregator (per 2026):
| Platform | Skor Kritikus | Skor Penonton |
|---|---|---|
| Rotten Tomatoes | 91% (Certified Fresh) | 94% |
| Metacritic | 85/100 | 8,7/10 (pengguna) |
| IMDb | 8,5/10 | (1,5 juta+ rating) |
| CinemaScore | A- | – |
Dengan rasio legs hingga 4,92 dan pendapatan global yang menembus tiga kali lipat anggarannya, The Departed menjadi salah satu film crime thriller tersukses di era 2000-an.
🏆 Prestasi Penghargaan
Pada ajang Academy Awards ke-79 (2007), The Departed menerima 5 nominasi dan memenangkan 4 Piala Oscar, menjadikannya film dengan kemenangan terbanyak pada malam itu. Keempat Oscar tersebut adalah:
- Best Picture (Film Terbaik) – Graham King
- Best Director (Sutradara Terbaik) – Martin Scorsese
- Best Adapted Screenplay (Skenario Adaptasi Terbaik) – William Monahan
- Best Film Editing (Penyuntingan Film Terbaik) – Thelma Schoonmaker
Kemenangan Scorsese di kategori Sutradara menjadi momen paling emosional dalam sejarah Oscar. Setelah lima kali gagal (melalui Raging Bull, The Last Temptation of Christ, Goodfellas, Gangs of New York, dan The Aviator), ia akhirnya berdiri di atas panggung membawa patung emas.
Selain Oscar, film ini juga mengoleksi Best Motion Picture – Drama di ajang Golden Globe ke-64 serta total 100 kemenangan dari 141 nominasi di berbagai festival dan penghargaan lainnya.
🧠 Analisis Mendalam: Mengapa The Departed Melegenda
🎭 Reinterpretasi yang Lebih Baik dari Original?
Meskipun The Departed adalah remake dari Infernal Affairs (2002), Scorsese tidak sekedar menyalin. Ia memperluas cakupan cerita, memperdalam latar belakang karakter, dan meningkatkan intensitas kekerasan hingga tingkat yang hampir tidak bisa ditoleransi.
Alih-alih fokus pada dua karakter utama seperti di Infernal Affairs, Scorsese memberikan porsi yang lebih seimbang kepada seluruh ensemble cast. Jack Nicholson yang memerankan Costello tidak hanya menjadi antagonis biasa, tetapi menjelma menjadi simbol kejahatan yang merayap ke setiap lapisan institusi.
👥 Krisis Identitas dan Moral dalam Setiap Bingkai
Di atas semua aksi dan darah, tema sentral The Departed adalah kehilangan jati diri. Costigan (DiCaprio) menjalani hidup sebagai kriminal palsu sampai ia sendiri tidak tahu lagi mana yang nyata. Sullivan (Damon) adalah polisi palsu yang semakin percaya bahwa ia memang pantas berada di posisi tinggi.
Dialog ikonik yang diucapkan Costigan ke psikiaternya—“I want my identity back”—merangkum seluruh perjuangan batin yang dialami kedua karakter utama.
Scorsese juga menyisipkan kritik terhadap institusi (polisi, politik, dan keluarga) yang sama-sama korup. Dalam film ini, tidak ada yang bersih. Yang bisa diandalkan hanyalah insting bertahan hidup.
🧬 Keunggulan Teknis: Editing, Sinematografi, dan Musik
Thelma Schoonmaker, editor andalan Scorsese, layak memenangkan Oscar untuk penyuntingannya yang brilian. Adegan transisi cepat antara Costigan dan Sullivan di lift, serta rangkaian klimaks di apartemen, menjadi contoh sempurna bagaimana editing bisa membangun ketegangan tanpa henti.
Sinematografer Michael Ballhaus memilih palet warna abu-abu kebiruan yang mencekik, mencerminkan iklim Boston yang dingin dan suram. Musik yang digunakan—dari “I’m Shipping Up to Boston” milik Dropkick Murphys hingga lagu “Comfortably Numb” versi Van Morrison—semuanya dipilih dengan sengaja untuk memperkuat identitas lokal Irlandia-Amerika di South Boston.
🎬 Fakta Unik di Balik Layar
- Jack Nicholson Suka Improvisasi. Nicholson seringkali mengimprovisasi dialognya di lokasi syuting. Dalam satu adegan, ia bahkan membawa alat kelamin palsu dan pistol—keputusan spontan yang membuat kru terkejut tetapi akhirnya dipertahankan oleh Scorsese karena dianggap sesuai dengan karakter Costello yang eksentrik.
- Terinspirasi dari Kisah Nyata. Karakter Frank Costello terinspirasi dari gengster sungguhan bernama Whitey Bulger, seorang bos mafia Irlandia yang menjadi buronan FBI selama 16 tahun sebelum akhirnya ditangkap pada 2011.
- Pelatihan Khusus untuk Para Aktor. Leonardo DiCaprio dan Matt Damon menjalani pelatihan khusus dengan mantan agen polisi Boston untuk memahami budaya, aksen, dan bahasa tubuh khas South Boston.
- Mark Wahlberg yang Otentik. Wahlberg, yang lahir dan besar di Boston, seringkali menjadi konsultan tidak resmi di lokasi syuting. Ia membantu para aktor lain memahami dialek lokal dan memberikan saran tentang bagaimana karakter mereka harus bersikap.
- Perubahan Akhir yang Mengejutkan. Dalam naskah awal, Dignam (Wahlberg) tidak membunuh Sullivan di akhir film. Adegan itu ditambahkan saat proses syuting untuk memberi keadilan bagi penonton yang merasa Sullivan lolos dari hukuman.
❓ FAQ – The Departed (2006)
1. Apakah The Departed layak disebut sebagai film terbaik Martin Scorsese?
Tergantung preferensi. Banyak kritikus dan penonton memujinya sebagai mahakarya yang setara dengan Goodfellas. Namun, tidak sedikit yang menganggap Taxi Driver dan Raging Bull lebih superior.
2. Apakah film ini cocok untuk ditonton bersama keluarga?
Tidak. The Departed mendapat rating R (Restricted) karena mengandung kekerasan brutal yang sangat eksplisit, bahasa kasar yang konstan (lebih dari 300 kali kata “fuck”), serta adegan seksualitas dan narkoba.
3. Di mana bisa menonton The Departed saat ini?
The Departed tersedia di berbagai platform streaming berbayar seperti Netflix (di beberapa wilayah), Amazon Prime Video, dan Apple TV. Di AS, film ini juga dapat diakses melalui layanan Max (HBO Max).
4. Apakah perlu menonton Infernal Affairs sebelum menonton The Departed?
Tidak perlu. The Departed berdiri sebagai film tersendiri. Menonton Infernal Affairs hanya akan memberikan perbandingan menarik, tetapi tidak diperlukan untuk memahami cerita.
5. Mengapa skor penonton (94%) lebih tinggi dari skor kritikus (91%) di Rotten Tomatoes?
Jurang ini disebabkan oleh fakta bahwa penonton umum lebih mudah terpengaruh oleh star power (Jack Nicholson, DiCaprio, Damon) dan aksi cepat. Sementara itu, beberapa kritikus merasa film ini kurang “orisinal” karena statusnya sebagai remake.
🔮 Kesimpulan & Prediksi
Review film The Departed (2006) dari BAHASFILM menyimpulkan bahwa film ini adalah crowning achievement bagi Martin Scorsese yang sudah terlambat diakui oleh Akademi. Dari akting yang superlative hingga penyuntingan yang brilian, The Departed menawarkan pengalaman thriller psikologis yang tidak akan pernah lekang oleh waktu.
Dengan pendapatan global USD 291,5 Juta dari anggaran USD 90 Juta, serta skor agregator yang sangat tinggi (91% RT, 85 Metascore), film ini menjadi salah satu film kriminal paling sukses di abad ke-21.
Prediksi kami: The Departed akan terus menjadi bahan analisis di sekolah-sekolah film, acara talk show, dan perdebatan budaya pop selama beberapa dekade mendatang. Ia adalah karya yang tidak bisa diabaikan oleh siapa pun yang mengaku pecinta sinema.
Apakah The Departed adalah film terbaik Scorsese? Itu tergantung selera. Namun, tidak ada yang bisa menyangkal bahwa film ini adalah salah satu puncak tertinggi sinema kriminal modern.

