Review Film Supergirl 2026: Milly Alcock dan DCU yang Terbelah

BAHASFILM – Film Supergirl (2026) resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 24 Juni 2026-. Proyek kedua DC Universe (DCU) garapan James Gunn ini mengadaptasi komik Supergirl: Woman of Tomorrow karya Tom King-. Namun, review film yang masuk justru memicu perdebatan sengit. BAHAS FILM tentang bagaimana karya ini menghadirkan Kara Zor-El yang lebih kelam dan patah hati, tetapi juga menuai kritik tajam terhadap naskah dan aksinya.

Skor Rotten Tomatoes 57%: Rekor Terburuk DCU

Hingga 25 Juni 2026, Supergirl mengoleksi skor 57% di Rotten Tomatoes dari hampir 150 ulasan kritikus. Angka ini jauh di bawah Superman (2025) yang meraih 83%-. Bahkan, Supergirl menjadi proyek DCU dengan rating terendah sejauh ini, di bawah Creature Commandos (95%) dan Peacemaker musim kedua (94%).

Baca Juga: The Love You Give Me: Kisah Cinta, Rahasia, dan Kesempatan Kedua

Kritikus Variety, Owen Gleiberman, menyebut film ini memiliki “naskah terburuk yang pernah saya ingat” dari sebuah film komik. Alonso Duralde dari The Film Verdict menyebutnya “affair yang kacau, dikutuk dengan aksi yang mengecewakan dan antagonis yang mudah dilupakan”.

Namun di sisi lain, penampilan Milly Alcock sebagai Kara Zor-El justru mendapat pujian hampir universal. Times of India menyebutnya “superb” dan mampu menghadirkan “heart, hurt and humanity” bagi Supergirl.

Plot dan Karakter: Dendam Antar-Galaksi yang Penuh Luka

Cerita berfokus pada Kara Zor-El (Milly Alcock) yang hidup sebagai drifter emosional. Ia menyaksikan kehancuran Krypton secara langsung berbeda dengan Superman yang tumbuh di Bumi dengan penuh kasih sayang. Kara menutupi rasa sakitnya dengan pesta minuman keras di planet-planet dengan matahari merah yang melumpuhkan kekuatannya-.

Konflik dimulai ketika Krem of the Yellow Hills (Matthias Schoenaerts) meracuni anjing kesayangannya, Krypto. Kara pun terpaksa bekerja sama dengan Ruthye Marye Knoll (Eve Ridley), seorang gadis muda yang memburu Krem untuk membalas kematian keluarganya-.

Perjalanan antar-galaksi ini membawa mereka melintasi berbagai planet. Jason Momoa tampil sebagai pemburu hadiah. Lobo karakter yang tidak ada di komik asli tetapi memberikan “much-needed juice” bagi film. David Corenswet kembali sebagai Superman dengan adegan singkat yang memperlihatkan chemistry kuat dengan Alcock.

Analisis: Antara Ambisi dan Eksekusi yang Gagal

Review film Supergirl menyoroti satu masalah utama: adaptasi yang kehilangan esensi. Komik Supergirl: Woman of Tomorrow dikenal karena kedalaman emosional dan pembangunan karakter Krem yang bertahap. Film justru menyederhanakan Krem menjadi penjahat generik.

Kelemahan Utama:

  • Naskah dangkal: Banyak kritikus menyebut skenario Ana Nogueira gagal menangkap “punk-rock energy” Kara
  • Editing kacauPhilstar mencatat “often muddled editing” yang merusak ritme
  • Terlalu banyak pengaruh: Film mengambil inspirasi dari True GritMad MaxGuardians of the Galaxy, dan Star Wars tanpa identitas yang jelas

Kelebihan yang Tak Terbantahkan:

  • Milly Alcock bersinar: Kritikus sepakat ia adalah “winning” dan “naturally appealing”
  • Visual epik: Sinematografi Rob Hardy (Civil War) menghadirkan “richly detailed set dressing”
  • Eksplorasi trauma: Film berhasil menyajikan kisah tentang grief, loneliness, displacement secara menyentuh

Proyeksi Box Office: Ancaman dari Toy Story 5

Supergirl diproduksi dengan anggaran **US$170 juta**-. Namun proyeksi box office terus menurun. Awalnya diperkirakan membuka US$55 juta di domestik, kini turun ke kisaran US$47–50 juta**-. Bahkan analisis terbaru dari BoxOfficeTheory memprediksi hanya **US$38,5 juta pada akhir pekan perdana.

Pesaing berat datang dari Toy Story 5 yang diprediksi meraup **US$73,5 juta** di pekan kedua hampir dua kali lipat Supergirl. **Superman** (2025) sendiri meraup US$618,7 juta di seluruh dunia. Supergirl diperkirakan hanya akan menghasilkan setengah dari angka tersebut.

Dampak bagi DC Universe James Gunn

Review film Supergirl menjadi uji pertama bagi kepemimpinan James Gunn sebagai arsitek DCU. Gunn tidak menyutradarai maupun menulis film ini—hanya sebagai produser. Pertanyaan besar muncul: mampukah Gunn mengawasi proyek yang tidak ia tangani langsung?

Gunn pernah berjanji hanya akan meluncurkan proyek dengan “finished script we’re happy with”. Namun kritikus menilai naskah Supergirl jauh dari “rock solid”. Ironisnya, Ana Nogueira penulis Supergirl juga ditunjuk untuk menulis Teen Titans dan Wonder Woman mendatang.

Kutipan Kritikus

“Supergirl is far from the worst DC offerings we’ve endured, yet it does feel like one of the biggest missed opportunities.”
Ian Sandwell, Digital Spy

“Alcock and David Corenswet have an easy chemistry. Those bright sparks illuminate the thin central thread.”
Empire Magazine

Fakta Cepat Supergirl (2026)

  • Tanggal rilis Indonesia: 24 Juni 2026
  • Durasi: 1 jam 47 menit
  • Sutradara: Craig Gillespie (Cruella, I, Tonya)
  • Penulis skenario: Ana Nogueira (The Vampire Diaries)
  • Rating: PG-13
  • Rotten Tomatoes: 57% (25 Juni 2026)
  • Anggaran produksi: US$170 juta
  • Proyeksi box office akhir pekan: US$38,5–50 juta

FAQ Seputar Film Supergirl

Apakah Supergirl (2026) layak ditonton?
Film ini layak ditonton jika Anda penggemar Milly Alcock atau tertarik dengan versi gelap Supergirl. Namun, jika Anda mengharapkan adaptasi setia dari komik Woman of Tomorrow, Anda mungkin akan kecewa.

Apa perbedaan Supergirl dengan Superman?
Kara Zor-El menyaksikan kehancuran Krypton secara langsung, menjadikannya lebih sinis dan penuh luka dibanding Superman yang tumbuh di Bumi dengan penuh kasih. Ia lebih impulsif dan sering menggunakan alkohol sebagai pelarian-.

Apakah ada adegan setelah kredit di Supergirl?
Belum ada konfirmasi resmi mengenai adegan post-credits. Namun mengingat film ini bagian dari DCU Chapter One: Gods and Monsters, kemungkinan besar ada kaitannya dengan proyek mendatang seperti Clayface (Oktober 2026) atau Man of Tomorrow (2027).

Kesimpulan

Supergirl (2026) adalah film yang terbelah antara bintang yang bersinar dan naskah yang mengecewakan. Milly Alcock berhasil menghidupkan Kara Zor-El dengan heart, hurt, and humanity—namun eksekusi cerita, villain yang generik, dan editing yang kacau membuatnya gagal mencapai potensi maksimal. Skor Rotten Tomatoes 57% dan proyeksi box office yang menurun menjadi peringatan bagi DC Universe. Ke depan, James Gunn harus memastikan setiap proyek, baik yang ia sutradarai maupun tidak memiliki fondasi naskah yang “rock solid”BAHAS FILM lebih lanjut tentang Supergirl dan proyek DCU lainnya di situs kami.