BAHASFILM – Review film Roommates (2026) langsung memicu perdebatan sengit di kalangan penonton dan kritikus. Film arahan Chandler Levack yang diproduksi Adam Sandler ini berhasil meraih 8,8 juta views di minggu pertama penayangannya di Netflix dan menduduki posisi ketiga film global paling banyak ditonton. Namun, dari sisi kualitas, film tentang persaingan teman sekamar kampus ini mendapatkan skor 70% dari kritikus di Rotten Tomatoes, sementara penonton hanya memberi 45%. Menurut BAHASFILM, kesenjangan tajam ini menunjukkan betapa Roommates menjadi fenomena budaya yang menarik untuk dianalisis lebih dalam.
Baca Juga : Rekomendasi Film China – Sinopsis Drama Pursuit of Jade
🏠 Sinopsis: Ketika Teman Sekamar Berubah jadi Musuh
Devon (Sadie Sandler), mahasiswi baru yang pemalu dan haus pertemanan, memulai tahun pertamanya di kampus. Saat orientasi, ia bertemu Celeste (Chloe East), gadis ekstrovert, penuh tato, dan berpikiran bebas. Keduanya langsung cocok dan memutuskan menjadi teman sekamar.
Awalnya mereka tak terpisahkan, melewati pesta kampus, mabuk pertama, dan jadwal kuliah yang padat bersama. Namun lambat laun, perilaku Celeste yang egois dan tidak bisa diandalkan mulai mengganggu Devon. Ketegangan memuncak saat liburan musim semi di Panama City: Celeste mencium Michael (Billy Bryk), pria yang sedang dekat dengan Devon, tanpa sepengetahuannya.
“What begins as a blossoming friendship soon spirals into a war of passive aggression between the two young women.” — Sinopsis resmi Netflix.
Devon yang patah hati kemudian membalas dendam dengan cara yang spektakuler: membangun replika kamar asrama untuk proyek arsitektur dan memaparkan semua kebohongan Celeste di depan seluruh kampus. Klimaksnya, pertengkaran mereka berujung pada kebakaran asrama yang tidak disengaja, dan Devon justru berakhir di penjara—dengan teman sekamar baru yang lebih gila.
🎭 Tiga Entitas Penting yang Membuat Film Ini Beda
Entity penting #1 – Sadie Sandler. Di usianya yang baru 19 tahun, putri sulung Adam Sandler ini harus menghadapi sorotan ganda: aktingnya dan statusnya sebagai nepo baby. Kritikus memuji kemampuan komedinya yang matang, namun banyak yang menilai ia belum mewarisi bakat ayahnya secara utuh. Sorotan media memang lebih besar pada namanya daripada aktingnya.
Entity penting #2 – Chloe East. Berlawanan dengan Sandler, Chloe East justru menuai pujian luas. Penampilannya sebagai Celeste disebut sebagai “villain yang sempurna” oleh banyak penonton. East mampu memberikan lapisan pada karakter yang egois namun tidak sepenuhnya jahat—sebuah keseimbangan yang sulit.
Entity penting #3 – Deret pemain komedi berpengalaman. Kehadiran Natasha Lyonne dan Nick Kroll sebagai orang tua Devon yang “aneh tapi lucu” memberikan kualitas komedi yang konsisten sepanjang film. Sementara Sarah Sherman sebagai dekan kampus memberikan pembuka dan penutup yang unik khas Saturday Night Live.
📊 Fakta Cepat & Statistik
| Metrik | Angka |
|---|---|
| Tanggal rilis global | 17 April 2026 |
| Platform | Netflix (eksklusif) |
| Sutradara | Chandler Levack |
| Penulis skenario | Jimmy Fowlie & Ceara O’Sullivan (keduanya dari SNL) |
| Anggaran produksi | USD 30 juta |
| Durasi | 1 jam 47 menit |
| Rating | R (karena bahasa, konten dewasa) |
Skor agregator hingga 30 April 2026:
| Platform | Skor Kritikus | Skor Penonton |
|---|---|---|
| Rotten Tomatoes | 70% (18 ulasan) | 47% (100+ ulasan) |
| Metacritic | 55/100 (4 ulasan) | – |
| IMDb | 5.6–5.7/10 (1.000+ rating) | – |
🧠 Analisis Mendalam: Kesuksesan Streaming di Tengah Kontroversi
📈 Sukses Besar di Netflix
Roommates langsung menduduki peringkat pertama di Netflix AS dan ketiga secara global pada minggu pertama penayangannya. Angka 8,8 juta views dan 15,7 juta jam tontonan dalam satu minggu adalah pencapaian impresif untuk film mid-budget seperti ini.
Adam Sandler sendiri merayakan pencapaian ini di media sosial dengan unggahan singkat: “Yupppp”. Kesuksesan ini membuktikan bahwa brand Sandler masih kuat di Netflix, bahkan ketika ia tidak menjadi bintang utama.
🎭 Jurang Kritikus vs Penonton yang Mengejutkan
Fenomena paling menarik dari film ini adalah perbedaan tajam antara kritikus profesional dan penonton biasa.
Kritikus melihat adanya studi persahabatan perempuan yang kompleks dan emosional realisme yang kuat. The AV Club memberinya skor 67, memuji komitmen para pemain meskipun endingnya mengecewakan.
Sebaliknya, penonton mengeluhkan karakter yang menyebalkan, skenario yang seperti “a wet dream for a Gen Z audience”, dan lelucon yang dipaksakan. Di IMDb, 4,9K dari 7,1K pengguna memberi rating di bawah 5.
🧬 Fenomena “Nepo Baby” yang Mewarnai Rilis
Tidak bisa dipungkiri, diskusi terbesar seputar Roommates bukanlah plot atau akting—melainkan konsentrasi “nepo babies” di dalamnya. Selain Sadie Sandler, film ini juga dibintangi Bella Murphy (putri Eddie Murphy), Zahra Rock (putri Chris Rock), dan Jaya Harper (putri Laura Dern). Keempatnya hadir bersama orangtua mereka di premiere yang digelar di Egyptian Theatre Los Angeles.
Banyak kritikus menyebut panggung merah Roommates sebagai “the official launch of the new Hollywood dynasty” —generasi yang berusaha membuktikan bahwa bakat bisa diwariskan.
Namun, seperti ditulis The Guardian, kolaborasi keluarga Sandler sebelumnya (You Are So Not Invited to My Bat Mitzvah) justru berhasil karena kehangatan dan ketulusan. Sementara Roommates terasa lebih seperti proyek “nepo baby the movie” yang dibuat secara sadar untuk merayakan fenomena itu sendiri.
📝 Kualitas: Potensi yang Tidak Tergarap Sepenuhnya
IndieWire memberi skor 58, menyebut bahwa Roommates bisa menjadi pengalaman formatif bagi seseorang—tapi bagi yang sudah cukup terbentuk, “ada tontonan yang lebih baik akhir pekan ini”.
The Guardian (skor 60) lebih positif: meskipun tidak sebanding dengan Clueless atau Mean Girls, film ini tetap “berada di liga yang berbeda dari apa yang banyak disajikan saat ini”.
Kritik terbesar datang dari narasi yang tidak konsisten: “By turns tenderly observed, improbably dark and perkily sitcom-esque, it’s certainly erratic, and uncertainly much else,” tulis Variety.
🔮 Kesimpulan & Prediksi
Review film Roommates (2026) menghasilkan satu kesimpulan utama: film ini adalah definisi tontonan streaming yang membagi audiens. Secara komersial, film ini sukses besar—8,8 juta views dalam minggu pertama, posisi puncak di Netflix AS, dan perbincangan hangat di media sosial.
Namun secara artistik, Roommates adalah film yang tidak konsisten. Momen-momen emosional yang tajam sering terganggu oleh kelucuan yang dipaksakan. Chemistry Sadie Sandler dan Chloe East cukup kuat untuk membuat penonton peduli, tetapi skenario tidak selalu memberi mereka materi yang layak.
Prediksi kami: Roommates akan menjadi hit di Netflix selama beberapa minggu ke depan, namun tidak akan dikenang sebagai classic college comedy. Film ini lebih penting sebagai penanda peralihan generasi di Hollywood—di mana anak-anak para bintang mulai mengambil alih panggung, dengan hasil yang masih belum pasti.
Jika Anda penggemar komedi ringan yang tidak perlu banyak dipikirkan, atau sekadar ingin ikut dalam perdebatan “nepo baby” yang sedang viral, Roommates layak Anda tonton. Tapi jangan berharap pengalaman yang tak terlupakan.
❓ FAQ – Roommates (2026)
1. Apakah Roommates layak ditonton?
Tergantung ekspektasi Anda. Jika Anda menyukai komedi kampus ringan dan tidak terganggu dengan diskusi “nepo baby”, Anda akan terhibur. Namun jika Anda mencari komedi kelas atas ala Booksmart atau Lady Bird, Anda mungkin akan kecewa.
2. Apakah film ini terlalu vulgar untuk remaja?
Ya. Roommates mendapat rating R karena bahasa kasar, konten seksual, dan adegan dewasa lainnya. Tidak disarankan untuk penonton di bawah 17 tahun tanpa pendamping.
3. Siapa saja bintang tamu di Roommates?
Selain Sadie Sandler dan Chloe East, film ini dibintangi Natasha Lyonne, Nick Kroll, Sarah Sherman, Storm Reid, Billy Bryk, Janeane Garofalo, Carol Kane, dan Bailee Madison. Adam Sandler juga muncul dalam peran cameo kecil.
4. Apakah Roommates berdasarkan kisah nyata?
Tidak. Film ini adalah fiksi orisinal yang ditulis oleh Jimmy Fowlie dan Ceara O’Sullivan, dua penulis SNL. Namun, premis tentang persaingan teman sekamar yang rumit mungkin terasa familiar bagi banyak penonton.

