Review Film Ladies First (2026): Komedi Gender Swap yang Mengandalkan Bintang, Mengorbankan Substansi

BAHASFILMReview film Ladies First harus dimulai dengan satu pertanyaan: bisakah komedi tentang penukaran peran gender masih relevan di 2026? Jawabannya rumit. Film garapan Thea Sharrock ini rilis eksklusif di Netflix pada 22 Mei 2026. Dibintangi Sacha Baron Cohen sebagai Damien Sachs dan Rosamund Pike sebagai Alex Fox, film berdurasi 93 menit ini adalah remake dari film Prancis I Am Not an Easy Man (2018). Dengan skor IMDb 5,9/10 dan beragam respons kritis—dari pujian atas energi para pemain hingga kritik tajam atas skrip yang dangkal—film ini menjadi salah satu komedi Netflix paling kontroversial di musim panas 2026.

Baca Juga : Review Film Song Sung Blue (2025): Ketika Nyanyian Jadi Pelipur Lara yang Pahit


Sinopsis – CEO Macho Terjebak di Dunia Matriarki

Review film Ladies First tidak lengkap tanpa memahami premisnya. Damien Sachs (Sacha Baron Cohen) adalah eksekutif periklanan yang sombong dan bangga menjadi misoginis. Ia sedang bersiap menjadi CEO Atlas Agency, didukung oleh mentornya Fred (Charles Dance). Satu-satunya hambatan: dewan perusahaan menganggap manajemen terlalu didominasi pria.

Damien pun mempromosikan Alex Fox (Rosamund Pike) sebagai direktur kreatif—hanya untuk alasan pencitraan. Ketika Alex mengetahui hal ini, ia mengundurkan diri. Damien mengejarnya, tetapi terbentur tiang dan jatuh pingsan. Saat terbangun, ia berada di dunia paralel di mana perempuan memegang kendali.

Di dunia ini, Harry Potter menjadi Harriet PotterBurger King menjadi Burger Queen, dan pria menjadi objek seksual. Damien—yang kini menjadi karyawan junior—harus berjuang di bawah kepemimpinan Alex dan CEO baru Felicity (Fiona Shaw). Dengan bantuan seorang tunawisma (Richard E. Grant) yang memberi tahu bahwa ia bisa kembali jika “memperbaiki keadaan”, Damien berusaha merebut kembali posisinya—kali ini dengan aturan yang benar-benar terbalik.


Tiga Entity Penting di Balik Ladies First

Thea Sharrock – Sutradara Berpengalaman di Tengah Material Lemah

Review film Ladies First wajib menyebut Thea Sharrock, sutradara di balik Me Before You (2016) dan Wicked Little Letters (2023). Sharrock dikenal mampu mengarahkan pemeran berbakat, dan di film ini ia berhasil menghadirkan visual yang mulus dan cepat. Namun seperti ditulis The Hollywood Reporter, bahkan sutradara sekaliber Sharrock pun kesulitan mengangkat materi yang dangkal.

Sacha Baron Cohen – Bintang yang Terasa Salah Tempat

Jika Anda mencari review film yang jujur, harus diakui bahwa Sacha Baron Cohen—yang biasa mengandalkan aksen dan kostum aneh di Borat dan The Dictator—kali ini tampil tanpa efek khusus. JoBlo menyebut penampilannya terasa “phoned in”, sementara Times Now menilai ia “miscast” karena kurang memiliki karisma alami untuk memerankan perjalanan dari playboy arogan menjadi underdog yang simpatik.

Rosamund Pike – Satu-satunya yang Bersinar

Review film Ladies First tidak lengkap tanpa mengakui bahwa Rosamund Pike adalah bintang sesungguhnya. Times of India menyebut ia “inhabits the role with confidence and authority”. Di dunia matriarki, Pike bersinar sebagai eksekutif kejam yang menikmati dominasinya—sebuah peran yang mengingatkan pada karakter Gone Girl-nya.


Fakta Cepat dan Angka Penting

Berikut data kunci untuk memperkuat review film Ladies First Anda:

  • Tanggal rilis: 22 Mei 2026 (Netflix global)
  • Sutradara: Thea Sharrock
  • Penulis skenario: Natalie Krinsky, Cinco Paul, Katie Silberman
  • Berdasarkan: I Am Not an Easy Man (2018) karya Eléonore Pourriat
  • Durasi: 93 menit (1 jam 33 menit)
  • Rating usia: R (karena materi seksual dan bahasa)
  • Skor IMDb: 5,9/10
  • Metacritic: Skor bervariasi, dengan kritik berkisar 25–50/100
  • Platform: Netflix (streaming eksklusif)

Pemain utama:

  • Sacha Baron Cohen sebagai Damien Sachs
  • Rosamund Pike sebagai Alex Fox
  • Richard E. Grant sebagai tunawisma
  • Emily Mortimer sebagai saudara perempuan Damien
  • Charles Dance sebagai Fred
  • Fiona Shaw sebagai Felicity (CEO)
  • Weruche Opia sebagai Ruby
  • Kathryn Hunter sebagai Glenda (petugas kebersihan)
  • Tom Davis sebagai rekan kerja

Analisis – Antara Energi Pemain dan Skrip yang Dangkal

Kelebihan – Cast yang Bersinar di Tengah Keterbatasan

Review film Ladies First dari berbagai kritikus sepakat bahwa kekuatan utama film ini adalah para pemainnya. Times Now menyebut film ini “still enjoyable to watch, thanks to a lively cast and relatable themes”. Meskipun materialnya lemah, para aktor—terutama Pike, Grant, dan Dance—berhasil menjual setiap adegan.

Beberapa momen juga berhasil menciptakan tawa yang tulus. Seperti ditulis The Hollywood Reporter, film ini memberikan “more knowing chuckles than genuine laughs”. Adegan-adegan seperti perempuan yang menggoda pria di kereta bawah tanah atau “testicle bra” untuk pria berhasil menyampaikan pesan dengan lebih halus daripada lelucon yang dipaksakan.

Kekurangan – Satir yang Tak Pernah Cukup Dalam

Namun, review film Ladies First yang jujur harus mengakui kelemahan utamanya: satir yang dangkal dan repetitif. The Telegraph India menulis tajam: “It turns into a bland, outdated, cartoonish mess”. Film ini mengulang premis yang sama tanpa pernah mengembangkannya.

Masalah terbesar: film ini keliru memahami feminisme sebagai “perempuan di atas laki-laki” alih-alih kesetaraan. Seperti ditulis RogerEbert.com: “Maybe back in the ’80s this premise would have seemed fresh; at this point, it’s practically reactionary”.

Times of India memberi rating 2,5/5 dan menyebut film ini “refusing to scratch the surface”—hanya menukar peran tanpa menambahkan kedalaman. Sementara itu, Yahoo News melabelinya sebagai “painfully dated and stupid” dengan rating 1 bintang.


Fakta Unik di Balik Layar

Review film Ladies First tidak lengkap tanpa cerita menarik di baliknya:

  • Film ini adalah remake dari film Prancis I Am Not an Easy Man (2018) yang juga tersedia di Netflix
  • Natalie Krinsky, salah satu penulis skenario, sebelumnya menulis The Broken Hearts Gallery (2020)
  • Sacha Baron Cohen dan Rosamund Pike sama-sama pernah dinominasikan Oscar—Cohen untuk The Trial of the Chicago 7 (2020) dan Pike untuk Gone Girl (2014)
  • Durasi 93 menit dianggap terlalu pendek untuk mengembangkan premis yang ambisius
  • Film ini dirilis bersamaan dengan Toy Story 5 di bioskop—sebuah persaingan yang tidak menguntungkan bagi Ladies First

FAQ – Pertanyaan Umum tentang Ladies First

Apakah Ladies First layak ditonton?

Jawaban: Tergantung ekspektasi Anda. Jika Anda penggemar Rosamund Pike atau ingin menonton komedi ringan dengan pemeran bintang, film ini layak. Namun jika Anda mencari satir gender yang tajam dan mendalam, Anda mungkin kecewa. IMDb memberi rating 5,9—cukup untuk hiburan santai, tetapi bukan mahakarya.

Apakah film ini lebih baik daripada versi Prancisnya?

Jawaban: Menurut beberapa kritikus, versi Prancis I Am Not an Easy Man memiliki pesan yang lebih kuat dan mengganggu karena tidak dipaksa menjadi komedi yang “menyenangkan”. Versi 2026 justru mengorbankan ketajaman demi tawa yang mudah.

Di mana bisa menonton Ladies First?

Jawaban: Film ini tersedia eksklusif di Netflix secara global mulai 22 Mei 2026. Untuk penonton Indonesia, akses melalui langganan Netflix dengan subtitle Indonesia yang tersedia.


Kesimpulan – Komedi yang Mengandalkan Bintang, Mengorbankan Substansi

Review film Ladies First dari BAHASFILM sampai pada kesimpulan: ini adalah komedi yang memiliki semua bahan untuk menjadi hebat—tetapi gagal meraciknya. Dengan skor IMDb 5,9 dan beragam respons kritis, film ini adalah contoh sempurna dari potensi yang terbuang.

Kekuatan film ini ada pada pemeran berbakat—terutama Rosamund Pike dan Richard E. Grant—serta beberapa momen lucu yang berhasil. Kelemahannya: skrip yang dangkal, satir yang repetitif, dan pemahaman yang keliru tentang feminisme sebagai dominasi alih-alih kesetaraan.

Bagi penggemar komedi santai atau penggemar Sacha Baron Cohen dan Rosamund PikeLadies First adalah tontonan yang cukup menghibur—asalkan Anda tidak mengharapkan kedalaman. Namun bagi yang mencari satir gender yang cerdas, film ini akan terasa seperti kesempatan yang terlewat.

Prediksi ke depan: Dengan rating yang terbelah, Ladies First mungkin akan menjadi film yang dilupakan dalam katalog Netflix—kecuali jika penampilan Rosamund Pike mendapatkan apresiasi di kemudian hari. Namun, film ini menjadi pelajaran berharga bagi para pembuat film: pemeran bintang tidak cukup untuk menyelamatkan skrip yang lemah. Pantau terus BAHASFILM untuk ulasan film-film seru lainnya!