BAHASFILM – Review Film Ghosting Gloria (2021) ini mengupas komedi romantis supernatural asal Uruguay garapan sutradara Marcela Matta dan Mauro Sarser . Film ini mengisahkan Gloria, seorang perempuan 30 tahun yang belum pernah mengalami orgasme, dan justru menemukan kepuasan seksual dari arwah penghuni sebelumnya di apartemen barunya . Dengan rating 6,1/10 di Douban dan IMDb 6,1/10, film ini menawarkan perpaduan unik antara komedi seksual, romansa, dan sentuhan supernatural yang jarang ditemui dalam sinema Amerika Latin .
Baca Juga: Review Drama Korea Dive Into You (2026): Pertukaran Jiwa dan Perjalanan Waktu Demi Cinta Pertama
Sinopsis dan Alur Cerita: Ketika Arwah Menjadi Kekasih Ideal
Gloria (Stefania Tortorella) adalah seorang pegawai toko buku berusia 30 tahun yang hidupnya terasa hampa. Ia belum pernah merasakan orgasme, dan kehidupan asmaranya nyaris tidak ada . Tekanan datang dari sahabatnya, Sandra (Nenan Pelenur), yang gemar berganti pasangan dan terus mendesak Gloria untuk “mencoba” .
Masalah bertambah ketika Gloria tidak bisa tidur karena tetangga di lantai atas berhubungan intim dengan sangat berisik setiap malam. Ia memutuskan pindah ke apartemen baru yang direkomendasikan Sandra—sebuah tempat yang penghuni sebelumnya baru saja meninggal secara mendadak .
Pada malam pertamanya di apartemen baru, Gloria merasakan sesuatu yang aneh: sebuah kehadiran tak terlihat yang membangkitkan gairahnya. Ia mengalami orgasme pertamanya, dan hubungannya dengan “arwah” tersebut berkembang menjadi hubungan yang penuh gairah dan kepuasan .
Namun, konflik muncul ketika Gloria bertemu Angel (Marco Manferini), seorang pelanggan tampan di toko buku yang mulai mendekatinya . Gloria pun dihadapkan pada pilihan sulit: melanjutkan hubungan sempurna tanpa konflik dengan arwah yang tak terlihat, atau mencoba membangun hubungan nyata dengan pria yang hidup .
Analisis: Mengapa Film Ini Layak Ditonton?
Premis yang Berani dan Segar
Ghosting Gloria adalah film yang berani mengangkat topik yang jarang disentuh dalam komedi romantis: orgasme perempuan dan kepuasan seksual sebagai bagian dari perjalanan penemuan diri . Alih-alih menjadikannya vulgar, film ini mengemasnya dengan humor yang manis dan cerdas. Seorang kritikus dari Eye For Film menyebutnya sebagai “film yang gembira dengan sikap sehat terhadap kenikmatan fisik” .
Karakter yang Menawan
Stefania Tortorella sebagai Gloria berhasil membawa karakter yang awalnya terlihat lesu dan tidak percaya diri, lalu berubah menjadi perempuan yang bersinar dan percaya diri setelah menemukan kepuasan . Penampilannya digambarkan sebagai “heroin yang menyenangkan” . Nenan Pelenur sebagai Sandra juga mencuri perhatian sebagai sahabat yang eksentrik dan penuh energi .
Gaya Visual dan Atmosfer
Film ini memiliki estetika yang indah, terutama dalam penggambaran toko buku tempat Gloria bekerja . Efek khusus untuk menghadirkan “arwah” dibuat sederhana namun efektif—menggunakan trik selimut hantu klasik yang diberi sentuhan erotis . Montevideo, Uruguay, digambarkan dengan sangat memikat sehingga seorang kritikus Letterboxd mengaku ingin berkunjung ke sana .
Keseimbangan Humor dan Drama
Ghosting Gloria berhasil menyeimbangkan komedi dengan momen-momen dramatis yang menyentuh . Di balik premisnya yang lucu, film ini juga menyentuh isu kesehatan mental dan pencarian makna hidup dengan cara yang sensitif .
Kelebihan dan Kekurangan Film
Kelebihan
- Premis Orisinal: Kombinasi komedi seksual dan romansa supernatural yang jarang ditemui
- Akting yang Memukau: Stefania Tortorella membawa karakter Gloria dengan hangat dan meyakinkan
- Humor Cerdas: Komedi yang dibangun dari karakter dan situasi, bukan lelucon murahan
- Visual yang Indah: Sinematografi yang memikat, terutama di toko buku dan apartemen Gloria
- Pesan Positif: Film ini pada akhirnya adalah kisah tentang penemuan diri dan penerimaan
Kekurangan
- Akhir yang Melemah: Beberapa kritikus menilai bahwa film ini kehilangan fokus di babak akhir
- Durasi Terlalu Panjang: Dengan 113 menit, beberapa bagian terasa bertele-tele
- Plot yang Kurang Logis: Ada elemen cerita yang terasa tidak masuk akal
- Tidak untuk Semua Orang: Konten seksual yang cukup eksplisit membuat film ini terbatas untuk penonton dewasa
Data dan Informasi Film
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Ghosting Gloria
1. Apakah Ghosting Gloria film horor?
Tidak. Meskipun melibatkan arwah, Ghosting Gloria adalah komedi romantis supernatural, bukan film horor . Seorang penonton di Letterboxd menegaskan: “Ini film hantu, tapi bukan film horor—ini komedi romantis yang kebetulan ada hantunya” .
2. Siapa pemeran utama dalam film Ghosting Gloria?
Film ini dibintangi oleh Stefania Tortorella sebagai Gloria, Nenan Pelenur sebagai Sandra (sahabat Gloria), dan Marco Manferini sebagai Angel (pelanggan toko buku yang mendekati Gloria) . Mauro Sarser, salah satu sutradara, juga tampil dalam film ini .
3. Apakah Ghosting Gloria layak ditonton?
Sangat layak bagi penonton dewasa yang menyukai komedi romantis dengan sentuhan supernatural yang unik dan berani. Film ini cocok untuk Anda yang menikmati cerita tentang penemuan diri, seksualitas, dan cinta dalam bentuk yang tidak biasa . Namun, jika Anda mencari horor atau komedi romantis konvensional, film ini mungkin bukan pilihan yang tepat.
Kesimpulan dan Ajakan Berinteraksi
Review film Ghosting Gloria (2021) ini menunjukkan bahwa film ini adalah permata tersembunyi dari sinema Uruguay yang berani mengambil risiko. Dengan premis yang berani, akting yang memukau, dan keseimbangan sempurna antara humor dan emosi, film ini menawarkan pengalaman menonton yang menyenangkan dan tak terlupakan . Meskipun memiliki kekurangan di babak akhir, Ghosting Gloria tetap menjadi salah satu komedi supernatural paling segar dalam beberapa tahun terakhir.

