Review Film Animal Farm (2025): Adaptasi Ngawur Serkis yang Memecah Belah

BAHASFILMReview film Animal Farm (2025) sutradara Andy Serkis layak disebut sebagai salah satu adaptasi sastra paling kontroversial dekade ini. Film animasi yang dibintangi deretan bintang seperti Seth Rogen, Kieran Culkin, dan Woody Harrelson ini berhasil mengundang perdebatan sengit: apakah ia sebuah pembaruan jenius dari alegori George Orwell, atau justru perusakan klasik dengan lelucon kentut dan musik pop? Satu hal yang pasti, dari skor 27% di Rotten Tomatoes hingga debut box office yang mengecewakan, film ini menjadi studi kasus menarik tentang bagaimana niat baik bisa meleset. Menurut BAHASFILMAnimal Farm versi 2025 adalah contoh sempurna dari ambisi yang kandas oleh eksekusi yang salah arah.

Baca Juga : Review Film Green Book (2018)

🧵 Sinopsis: Ketika Revolusi Digantikan Lelucon

Cerita berlatar di sebuah peternakan yang dikelola Farmer Jones (Andy Serkis) yang bangkrut dan lalim. Suatu malam, sekelompok hewan yang dipimpin oleh Snowball (Laverne Cox) dan Napoleon (Seth Rogen) melancarkan pemberontakan brutal yang diiringi rap lagu “Old MacDonald”. Mereka mengusir manusia dan mendeklarasikan prinsip: Semua Hewan Setara.

Di awal, sepertinya mimpi indah itu terwujud. Namun perlahan, Napoleon yang ambisius memanfaatkan situasi. Ia mengusir Snowball dan merebut kekuasaan mutlak dengan bantuan anjing-anjing pengawalnya. Di tengah kekacauan, seekor anak babi imut bernama Lucky (Gaten Matarazzo) hadir sebagai “mata penonton” yang polos dan selalu berharap segalanya akan baik-baik saja.

Akting suara para bintang menjadi daya tarik utama. Seth Rogen berhasil mengubah tawa khasnya menjadi sesuatu yang mengancam, menciptakan Napoleon yang manipulatif namun tetap bisa membuat penonton tersenyum. Squealer (Kieran Culkin) si propagandis ulung, Boxer (Woody Harrelson) si kuda pekerja keras yang setia namun naif, dan Mr. Whymper (Steve Buscemi) si bankir korporat, semuanya hadir memberi warna.

Dari premis yang kelam, Serkis justru memilih jalan paling tidak lazim: mengemas Orwell dengan gaya komedi keluarga ala Illumination——cekatan, penuh warna, dan sarat dengan humor toilet——yang sayangnya hasil akhir justru terasa seperti produk gagal yang tidak jelas arahannya.

🎭 Tiga Entitas Penting

Entity Penting #1 – Andy Serkis (Sutradara) . Maestro motion capture (Gollum, Caesar) ini pertama kali mengumumkan proyek Animal Farm pada 2011 dan sempat diakuisisi Netflix pada 2018 sebelum akhirnya dilepas. Serkis berulang kali menegaskan bahwa ia ingin filmnya “tidak menangani politik secara kasar” dan justru berfokus pada aspek fabel yang bisa dinikmati keluarga. Niat mulia itu nyatanya tidak cukup untuk menyelamatkan film dari kritik pedas.

Entity Penting #2 – Seth Rogen (Napoleon) . Aktor komedi ini mendapat sorotan terbesar. Suara khasnya justru menjadi senjata ampuh: ia mampu membuat Napoleon terlihat seperti diktator kocak namun mengancam. Banyak kritikus menyebut bahwa penampilan Rogen adalah satu-satunya elemen yang benar-benar berhasil diadaptasi dengan baik.

Entity Penting #3 – Nicholas Stoller (Penulis Skenario) . Stoller, yang sebelumnya sukses dengan Captain Underpants dan Storks, bertanggung jawab mengubah alegori politik menjadi petualangan ringan. Sayangnya, ia justru dianggap membuang inti sari Orwell: karakter Old Major (pencetus revolusi) dihilangkan, dan tokoh Snowball (idealis sejati) dikalahkan terlalu cepat, membuat perjuangan mereka terasa dangkal.

💬 Tanggapan Sutradara: “Saya Bahagia”

Menariknya, Andy Serkis tidak gentar dengan badai kritik. Ia dengan percaya diri menyatakan:

“I was actually delighted that it got … people saying, ‘Orwell will be turning in his grave’ and ‘Andy Serkis has turned Orwell into fart jokes,’ and then on the other hand, people are saying that it’s one of the most important films of the year.”

Serkis juga membela ending film yang diubah total: ia mengklaim novel Orwell “tidak punya babak ketiga” dan film butuh penutup yang lebih membawa harapan bagi penonton muda. Meskipun pernyataan ini bisa diperdebatkan——apalagi mengingat kekuatan novel justru pada akhirnya yang absurd dan tanpa harapan——sikap Serkis yang tetap tegar patut diacungi jempol.

📊 Fakta Cepat & Statistik Flop

MetrikAngka
Pemutaran perdana duniaAnnecy Animation Festival (Juni 2025)
Rilis luas AS1 Mei 2026 (oleh Angel)
Anggarantidak diungkap (estimasi $30-40 juta)
Jumlah teater2.600 bioskop
Pendapatan hari pertama$1,1 juta
Proyeksi akhir pekan pembuka$2,7 – 3,4 juta
Peringkat akhir pekan domestik#6
Skor Rotten Tomatoes (Kritik)27–36% (beragam sumber)
Skor Rotten Tomatoes (Penonton)26%
Skor Metacritic41/100
CinemaScoreC-

Sumber: 

Film ini menjadi salah satu kegagalan box office terbesar Angel Studios, yang sebelumnya dikenal lewat distribusi The Chosen dan Sound of Freedom.

🗣️ Review yang Mencabik-cabik

Kritikus tidak main-main dalam menghancurkan film ini:

“The message feels muddled amid all the pratfalls and fart jokes.” — Variety (40/100) 

“All Animal Farm adaptations are equal, but some are more watchable than others.” — Konsensus Rotten Tomatoes

“The bizarre achievement of this new film is to make us feel trapped and punished through every phase of the story.” — The Telegraph (20/100) 

“It’s never too early to teach kids anti-totalitarianism, and it starts with avoiding this.” — Rendy Jones (kritikus RT)

Bahkan penonton di IMDb memberi rating rata-rata 2.6/10, dengan komentar pedas: “Hard to know who this version of Animal Farm is actually for.”

🧠 Analisis: Mengapa Ambisi Besar Berakhir Petaka?

🎭 Salah Sasaran Audien

Pertanyaan terbesar yang muncul dari film ini adalah: untuk siapa film ini dibuat? Anak-anak akan bosan dengan dialog politik yang tetap kental meski dikemas kocak. Sementara penggemar Orwell akan marah karena inti pesan anti-totalitarianisme dikalahkan oleh lelucon kentut dan tawa Seth Rogen.

Serkis memang berargumen bahwa ia ingin generasi muda bisa memulai diskusi tentang bahaya tirani setelah menonton. Namun sayangnya, Animal Farm versi 2025 gagal menemukan titik tengah antara edukasi serius dan hiburan ringan.

😄 Kompromi yang Merusak

Keputusan untuk menghilangkan karakter Old Major, mempermanis ending, dan mengubah Snowball dari ideolog sejati menjadi pecundang yang kalah cepat, semuanya adalah kompromi yang merusak fondasi cerita.

Adegan yang paling banyak dikritik adalah penggunaan lagu “Old MacDonald” sebagai soundtrack pemberontakan——sebuah pilihan yang oleh banyak pihak dinilai merendahkan gravitas momen paling penting dalam film tersebut.

💸 Lawan yang Terlalu Berat

Dari sisi komersial, Animal Farm juga bernasib sial. Ia dirilis bertepatan dengan The Devil Wears Prada 2Michael, dan The Super Mario Galaxy Movie——tiga film besar yang menyedot perhatian penonton. Dengan skor CinemaScore C- dan mulut ke mulut yang negatif, film ini diprediksi akan segera menghilang dari layar bioskop.

🎬 Kesimpulan

Review film Animal Farm (2025) dari BAHASFILM menyimpulkan bahwa proyek ambisius Andy Serkis ini gagal di hampir semua lini. Ia tidak cukup setia untuk memuaskan puritan Orwell, dan tidak cukup lucu untuk menjadi komedi keluarga yang sukses.

Dengan skor kritikus 27%, skor penonton 26%, dan pendapatan akhir pekan yang bahkan tidak menyentuh $4 juta——bencana finansial yang nyata——Animal Farm merupakan pelajaran berharga bagi industri animasi: tidak semua klasik layak untuk di-modernisasi hanya karena teknologinya memungkinkan.

Prediksi kami di BAHASFILM, film ini akan menjadi kegagalan terbesar 2026 dari segi ROI (Return of Investment) untuk Angel Studios. Ia mungkin akan segera dilupakan, kecuali sebagai bahan perdebatan sengit tentang “apakah Andy Serkis telah menghancurkan salah satu novel paling penting abad 20?”.

Jadi, apakah layak ditonton? Hanya jika Anda penasaran melihat bagaimana sebuah adaptasi sastra bisa meleset begitu parah.

❓ FAQ – Animal Farm (2025)

1. Apakah film ini layak ditonton?
Tidak, kecuali Anda penggemar Andy Serkis atau Seth Rogen. Kritikus dan penonton sepakat bahwa film ini gagal menangkap esensi George Orwell, dan sebagai komedi keluarga pun ia kurang berhasil.

2. Berapa rating usia film ini?
Animal Farm mendapat rating PG-13 karena kekerasan animasi, humor kotor, dan bahasa yang kasar. Tidak disarankan untuk anak di bawah 10 tahun tanpa pendamping.

3. Dimana bisa menonton Animal Farm di Indonesia?
Di luar AS, distribusi film ini sangat terbatas. Hingga 12 Mei 2026, belum ada kabar resmi mengenai ketersediaannya di platform streaming global (Netflix, Prime Video, Disney+). Kemungkinan besar film ini tidak akan tayang di bioskop Indonesia.

4. Apa perbedaan terbesar dengan novel George Orwell?
Banyak. Ending diubah menjadi lebih optimistis, karakter Old Major dihilangkan, dan Snowball tidak sampai dibunuh——hanya diusir. Juga, film ini menambahkan karakter baru Lucky, seekor anak babi, yang menjadi sudut pandang optimis penonton.