Wicked: For Good (2025) – Penutup Epik Kisah Elphaba dan Glinda

bahasfilmWicked: For Good (2025) adalah bagian kedua dari adaptasi musikal Broadway populer yang diproduksi oleh Universal Pictures. Film ini melanjutkan kisah emosional tentang persahabatan Elphaba dan Glinda yang semakin renggang akibat pilihan hidup dan tekanan politik di Negeri Oz.

Disutradarai oleh Jon M. Chu serta dibintangi Cynthia Erivo sebagai Elphaba dan Ariana Grande sebagai Glinda, film ini mengeksplorasi makna “baik” dan “jahat” dalam dunia yang penuh propaganda dan kekuasaan.

Baca juga : Bleeding Steel (2017): Ketika Jackie Chan Beradu Akting di Tengah Pusaran Teknologi Cyberpunk

Konflik yang Semakin Memanas

Cerita dibuka dengan Elphaba yang kini resmi dicap sebagai Penyihir Jahat dari Barat. Ia hidup dalam persembunyian dan terus melawan rezim totaliter Sang Penyihir. Di balik label “jahat” yang disematkan padanya, Elphaba tetap berjuang demi keadilan, terutama untuk hak-hak hewan yang tertindas di Oz.

Di sisi lain, Glinda tampil sebagai simbol kebaikan dan harapan. Ia menjadi wajah publik Oz dan juru bicara resmi pemerintahan. Namun, perannya sebagai “Glinda yang Baik” tidaklah sesederhana yang terlihat.


Jalan Hidup yang Berbeda

Perbedaan prinsip membuat Elphaba dan Glinda berada di sisi yang berlawanan. Elphaba memilih jalur perlawanan, sementara Glinda memilih bertahan dalam sistem demi menjaga stabilitas.

Konflik ini menjadi inti emosional film. Penonton diajak melihat bagaimana dua sahabat dengan tujuan yang sama menciptakan dunia yang lebih baik bisa mengambil langkah yang sangat berbeda.

Tak heran jika banyak penggemar menyebutnya sebagai salah satu kandidat film terbaik 2025, karena kedalaman karakter dan dramanya yang kuat.

Persahabatan, Politik, dan Luka Lama

Salah satu momen penting dalam cerita adalah kunjungan Elphaba ke Munchkinland untuk menemui saudara perempuannya, Nessarose. Adegan ini memperlihatkan sisi personal Elphaba yang jarang terlihat: rapuh, penuh rasa bersalah, namun tetap teguh.

Ketegangan politik di Oz pun semakin meningkat. Propaganda, ketakutan, dan manipulasi opini publik membuat situasi makin genting. Dalam kondisi ini, persahabatan Elphaba dan Glinda diuji hingga batasnya.

Film ini dengan cerdas menampilkan bahwa kebaikan dan kejahatan bukanlah hitam-putih. Terkadang, pilihan yang terlihat “baik” bisa membawa dampak buruk, dan sebaliknya.


Konfrontasi Emosional yang Mengharukan

Menuju akhir cerita, Elphaba dan Glinda dipaksa menghadapi kebenaran tentang diri mereka masing-masing. Konfrontasi emosional menjadi puncak perjalanan mereka.

Apakah mereka mampu saling memahami?
Apakah persahabatan mereka masih bisa diselamatkan?
Dan yang terpenting, apa arti menjadi “baik” di dunia yang penuh manipulasi?

Sebagai penutup dari adaptasi dua bagian ini, Wicked: For Good menghadirkan akhir yang kuat, menyentuh, sekaligus reflektif. Dengan produksi megah dan penampilan vokal memukau, film ini layak disebut sebagai salah satu film terbaik 2025 yang wajib ditonton.