bahasfilm – Bagi penggemar setia Jackie Chan, nama aktor lincah asal Hong Kong ini identik dengan adegan aksi slapstick yang menghibur. Sang maestro aksi kini ditempatkan dalam narasi fiksi ilmiah cyberpunk. Jawabannya ada dalam film Bleeding Steel (2017). Film ini mungkin tidak sepopuler Police Story. Namun, tawaran pengalaman berbeda sayang untuk dilewatkan. Dalam bahasanfilm kali ini, kita akan mengupas tuntas film ini.
Film berjudul Mandarin Ji Qi Zhi Xue (机器之血) ini produksi bersama China-Australia. Leo Zhang duduk di kursi sutradara. Perpaduan aksi, fiksi ilmiah, dan drama keluarga terasa kuat. Bleeding Steel coba perkenalkan Jackie Chan ke generasi baru. Mereka akrab dengan estetika cyberpunk ala Blade Runner. Untuk bahasanfilm yang lebih mendalam, simak terus artikel ini.
BACA JUGA : The Handmaiden (2016): Thriller Psikologis Penuh Intrik dan Romansa
Sinopsis Singkat: Sebuah Keputusan yang Mengubah Segalanya
Peringatan: Artikel ini mengandung spoiler.
Lin Dong (Jackie Chan) agen khusus polisi Hong Kong. Rekam jejaknya sempurna. Suatu hari, situasi paling sulit menghadang. Putri kesayangan, Xixi (Ouyang Nana), kritis karena leukemia. Di saat sama, tugas mendesak datang. Ia harus lindungi Dr. James (Kym Gyngell). Ilmuwan penemu jantung mekanik itu incaran organisasi kriminal .
Dengan berat hati, Lin Dong pilih jalankan tugas. Dr. James selamat dari serangan brutal Andre (Callan Mulvey). Namun, harga mahal harus dibayar. Xixi meninggal saat ia bertugas. Peristiwa itu menghantui Lin Dong bertahun-tahun. Dalam bahasanfilm ini, dilema moral jadi fondasi emosional kuat.
13 tahun kemudian. Lin Dong hidup tenang di Sydney, Australia. Dunianya tiba-tiba terbalik. Rick Rogers, seorang penulis, rilis buku Bleeding Steel. Buku itu misterius ceritakan gadis berjantung mekanik. Kemunculan buku undang berbagai pihak. Li Sen (Show Lo), pria misterius, muncul. Woman in Black (Tess Haubrich), wanita mematikan, juga ikut buru .
Yang mengejutkan, Lin Dong temukan Nancy. Gadis muda target berbagai pihak itu adalah Xixi yang “hidup kembali”. Dr. James selamatkan dengan teknologi jantung mekanik. Darah biogenetik memberinya kemampuan regenerasi luar biasa. Prosedur ini buat Xixi kehilangan ingatan. Ia dirawat di panti asuhan. Bahasanfilm tentang transformasi Andre jadi cyborg jadi sorotan utama bahasfilm.
Kini Lin Dong harus berlomba dengan waktu. Ia lindungi putrinya dari Andre. Andre telah bertransformasi jadi cyborg. Ia butuh darah Xixi selamatkan diri dari kegagalan prosedur serupa. Bahasanfilm tentang aksi lindung-melindungi ini sangat menegangkan.
Karakter dan Pemain: Perpaduan Bintang Asia dan Australia
Pemeran Utama
Profil Singkat Karakter Kunci
Lin Dong (Jackie Chan)—Bukan sekadar agen biasa. Lin Dong ayah terjebak tanggung jawab dan cinta. Jackie Chan bawa dimensi emosional jarang terlihat. Momen berduka atas kematian Xixi sangat menyentuh. Dalam bahasanfilm ini, performa Jackie Chan tetap daya tarik utama. bahasfilm
Nancy/Xixi (Ouyang Nana)—Aktris dan musisi muda berbakat ini perankan karakter ganda. Xixi kecil yang meninggal dan Nancy remaja hasil eksperimen Dr. James. Kemampuan regenerasinya jadi kunci konflik film.
Andre (Callan Mulvey)—Antagonis yang tragis. Mantan prajurit jadi kelinci percobaan proyek biogenetik. Tubuhnya perlahan membusuk. Darah Xixi diperlukan sebagai penawar. Transformasi jadi cyborg beri kekuatan super. Namun, kemanusiaannya hilang. Bahasanfilm tentang cyborg dalam sinema Asia relevan di sini. bahasfilm
Woman in Black (Tess Haubrich)—Elemen visual paling menarik. Kostum hitam ketat kontras dengan rambut pirang. Ia tangan kanan Andre yang mematikan. Minim dialog, tapi kehadirannya selalu tegangkan suasana.
Li Sen (Show Lo)—Bintang pop Taiwan ini main sebagai hacker kompleks. Di permukaan tampak penjahat. Namun, terungkap ia putra bos senjata yang dibunuh Andre. Misinya balas dendam pribadi. Bahasanfilm tentang karakter hacker sering menarik. bahasfilm
Detail Pembuatan Film: Kolaborasi Asia-Australia
Produksi dan Penggarapan
Bleeding Steel hasil kerjasama Village Roadshow Pictures Asia dan Heyi Pictures China. Film diumumkan Juni 2016 sebagai proyek ambisius. Kepopuleran Jackie Chan dipadu genre fiksi ilmiah tengah naik daun di Asia .
Fakta Produksi Penting:
- Sutradara & Penulis: Leo Zhang, dibantu Erica Xia-Hou dan Siwei Cui
- Produser: Jackie Chan dan putranya, Jaycee Chan
- Anggaran Produksi: $65 juta (sekitar 1 triliun rupiah)
- Pendapatan Box Office: $48.8 juta (gagal balik modal)
- Durasi: 110 menit
Dalam bahasanfilm produksi, anggaran besar tunjukkan ambisi. bahasfilm Hasil komersial kurang memuaskan.
Proses Syuting di Tiga Negara
Pengambilan gambar utama mulai 20 Juli 2016 di Sydney, Australia. Jackie Chan dan kru syuting di berbagai lokasi ikonik .
Lokasi Syuting:
- Sydney, Australia—adegan utama, pengejaran, pertarungan jalanan
- Taipei, Taiwan—beberapa adegan interior
- Beijing, China—syuting tambahan
- Atlantic Road, Norwegia—adegan penutup film
Jackie Chan sempat hebohkan media Australia. Ia akan lompat dari atap Sydney Opera House. Adegan akhirnya pakai kombinasi aksi nyata dan efek visual. Antusiasme publik saat syuting buktikan nama Jackie Chan masih punya daya tarik. Bahasanfilm tentang aksi berani Jackie Chan selalu topik hangat. bahasfilm
Sinematografi dan Gaya Visual
Tony Cheung bertindak direktur fotografi. Pengalamannya di film laga Hong Kong dibawa ke estetika cyberpunk yang lebih gelap .
Aspek Visual Utama:
- Kontras Visual Dua Era: Sinematografi bedakan masa lalu dan kini. Palet warna masa lalu cenderung hangat. Masa kini didominasi biru dingin khas cyberpunk.
- Penggunaan Warna Hitam: Andre dan pasukan selalu balutan hitam mengilap. Kontras dengan protagonis yang lebih manusiawi secara visual.
- Laboratorium Terbang (Airship): Markas Andre berupa pesawat laboratorium canggih. Desain interior penuh layar holografik dan teknologi futuristik. Atmosfer mengingatkan pada film fiksi ilmiah kelas A .
- Aksi Khas Jackie Chan: Meski dibalut teknologi canggih, koreografi aksi tetap khas. Penggunaan properti sekitar, gerakan lincah, humor di sela pertarungan. Bahasanfilm sinematografi aksi ini patut diapresiasi. bahasfilm
Musik dan Tata Suara
Skor musik digarap Zhao Yingjun dan Peng Fei. Perpaduan orkestra epik dengan sintesis elektronik khas cyberpunk terasa harmonis .
Menariknya, untuk perilisan Jepang, film ini berjudul “Police Story: Reborn” (ポリス・ストーリー REBORN). Versi baru lagu tema Police Story dinyanyikan ulang Jackie Chan dalam Mandarin. Berbeda dari asli dalam Kanton . Bahasanfilm adaptasi judul di berbagai negara menarik dicermati. bahasfilm
Poin-Poin Penting dan Menarik dalam Alur Film
1. Dilema Moral yang Membuka Cerita
Adegan pembuka perlihatkan Lin Dong berhenti di depan rumah sakit. Ia putuskan berbalik demi tugas. Momen krusial tentukan seluruh alur. Keputusan ini hantuinya selama 13 tahun. Jadi fondasi emosional film. Dalam bahasanfilm, momen seperti ini penentu kualitas narasi. bahasfilm
2. Transformasi Andre: Manusia vs Mesin
Elemen paling menarik: transformasi Andre dari manusia jadi cyborg. Adegan terbakar hebat tapi selamat. Muncul kembali dengan tubuh setengah robot. Dimensi horor tubuh jarang ditemui di film Jackie Chan . Bahasanfilm transformasi karakter antagonis patut diperhatikan.
3. Misteri Buku “Bleeding Steel”
Novel Rick Rogers secara akurat ceritakan gadis berjantung mekanik. Ini katalis pertemukan kembali semua karakter. Perangkat narasi cerdas penghubung masa lalu dan kini .
4. Adegan di Panti Asuhan
Momen Lin Dong diam-diam awasi Nancy dari kejauhan. Ia tak bisa memeluknya. Adegan ini menyayat hati. Pengingat di balik aksi laga, Bleeding Steel kisah cinta ayah pada putri. Bahasanfilm sisi emosional Jackie Chan jarang terekspos. bahasfilm Di sini terasa kuat.
5. Pertarungan di Bank Vault
Xiao Su berhasil jebak Woman in Black di brankas bank. Adegan tunjukkan kecerdikan khas Jackie Chan. Ia sendiri tak berada di lokasi. Penggunaan ruang sempit jadi nostalgia penggemar film aksi Hong Kong klasik .
6. Twist Li Sen
Pengungkapan Li Sen bukan hacker oportunis biasa. Ia putra korban Andre yang menyusup balas dendam. Hubungannya dengan Nancy di panti asuhan beri lapisan emosional tambahan . Bahasanfilm plot twist selalu menarik perhatian.
7. Darah yang Tertukar
Andre tak sengaja suntik darah Xixi ke Lin Dong saat bertarung. Ini titik balik. Lin Dong yang manusia biasa dapat kekuatan regenerasi instan. Ia kalahkan Andre dengan cara brutal: robek jantung cyborg tersebut .
8. Akhir yang Terbuka
Adegan penutup di Norwegia. Li Sen selamat dan tawarkan kaset rekaman penelitian Dr. James ke pembeli misterius. Namun, ia tolak. Ini buka kemungkinan sekuel. Setidaknya tinggalkan pertanyaan: apa sebenarnya diinginkan Li Sen? Bahasanfilm akhir terbuka sering picu spekulasi penonton.
Review dan Rating: Penerimaan Kritikus dan Penonton
Skor dari Agregator Ternama
Sorotan Kritikus
South China Morning Post kritikus James Marsh beri ulasan pedas. Ia sebut film ini “titik terendah baru karir Jackie Chan”. Juga disebut “sampah tak masuk akal” yang dibubuhi nama sang aktor. Marsh kritik minimnya “aksi, humor, maupun logika”. Dialog Inggris menggelikan dan akting buruk. Bleeding Steel terasa seperti “upaya raih uang cepat malas” . Bahasanfilm kritik pedas ini tunjukkan kontroversi film.
Variety Maggie Lee sebut film ini “pastiche cyberpunk norak”. Hanya menarik “secara eksklusif untuk anak-anak”. Lee kritik narasi berantakan dan karakter dangkal .
The Hollywood Reporter beri ulasan lebih netral. Cerita memang berantakan. Jackie Chan tetap tunjukkan pesonanya. Transisi ke film fiksi ilmiah dianggap kurang mulus .
Respons Penonton
Penonton umum responsnya terbelah.
Kelebihan yang Diakui:
- Aksi Jackie Chan tetap menghibur. Usianya 63 tahun saat syuting .
- Sinematografi dan desain produksi futuristik mengesankan .
- Adegan kejar-kejaran di Sydney Opera House jadi nilai jual utama .
- Hubungan ayah-anak beri kedalaman emosional.
Kekurangan yang Dikeluhkan:
- Alur cerita membingungkan dan sulit diikuti .
- Karakter antagonis terlalu kartun dan klise.
- Dialog Inggris terasa kaku dan tidak natural .
- Efek visual tidak konsisten .
- Penggabungan genre fiksi ilmiah dengan aksi Jackie Chan terasa dipaksakan.
Analisis The Movie Echo
Platform What’s After the Movie beri skor agregat 46/100. Rinciannya:
- Art & Craft: 55/100 (sinematografi dan editing diakui, VFX tidak konsisten)
- Character & Emotion: 45/100 (karisma Jackie Chan selamatkan, karakter pendukung dangkal)
- Story & Flow: 30/100 (narasi inkoheren, pacing tidak merata)
- Sensory Experience: 55/100 (skor musik dan desain suara cukup baik)
- Rewatch Factor: 45/100 (hanya untuk penggemar berat Jackie Chan)
Bahasanfilm rating rendah jadi pelajaran penting. Keseimbangan aksi dan cerita itu krusial.
Fakta Box Office
Anggaran produksi $65 juta. Bleeding Steel raup $48.8 juta di seluruh dunia. Kegagalan finansial mencolok . Formula “Jackie Chan + fiksi ilmiah” tak jamin sukses komersial. Dalam bahasanfilm box office, angka ini mengecewakan.
Kesimpulan: Tontonan yang Tepat untuk Penggemar Sejati
Bleeding Steel mungkin bukan film terbaik Jackie Chan. Bahkan masuk daftar bawah kariernya. Namun, sebagai tontonan aksi ringan dengan bumbu fiksi ilmiah, film ini tetap tawarkan hiburan layak. Terutama bagi yang rindukan aksi khas Jackie Chan. Bahasanfilm ini coba sajikan perspektif seimbang kelebihan dan kekurangan film.
Jika Anda cari film logika cerita rapi dan karakter mendalam, Bleeding Steel mungkin mengecewakan. Namun jika ingin bersantai saksikan aktor 63 tahun masih lincah berkelahi, melompat dari gedung, dan sesekali buat tersenyum film ini bisa pilihan tepat akhir pekan. Untuk bahasanfilm lainnya, kunjungi bahasfilm untuk ulasan film terbaru dan terlengkap. bahasfilm.
Verdict: ⭐⭐ (2.5/5) – Hanya untuk penggemar Jackie Chan sejati yang penasaran dengan eksperimennya di genre sci-fi.
Apakah Anda sudah nonton Bleeding Steel? Bagikan pendapat di kolom komentar!

