bahasfilm – Ride On adalah film drama laga komedi asal Tiongkok yang dirilis pada tahun 2023. Film ini menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta film aksi, terutama karena dibintangi oleh legenda hidup perfilman dunia, Jackie Chan. Seperti yang biasa kami ulas di bahasfilm, film ini menawarkan lebih dari sekadar adegan laga khas Jackie Chan. Di balik aksi akrobatiknya, tersimpan drama keluarga yang begitu mengharukan tentang hubungan seorang ayah, anak perempuan, dan seekor kuda kesayangan. Disutradarai oleh Larry Yang, Ride On menjadi surat cinta untuk para stuntman yang telah mengabdikan hidupnya di dunia film. Bahasfilm akan mengajak Anda menyelami setiap detail menarik dari film yang wajib masuk daftar tontonan Anda.
BACA JUGA : Starry Starry Night (2011) : BAHASFILM Mengupas Drama Visual
Sinopsis Singkat Ride On: Sorotan bahasfilm
Lao Luo (Jackie Chan) adalah seorang pemeran pengganti atau stuntman senior yang masa kejayaannya telah lama berlalu. Kini, ia tinggal sederhana dan kesepian di sebuah apartemen kecil. Satu-satunya teman setianya adalah Red Hare, seekor kuda stunt yang sejak lahir mengalami cacat. Lao Luo lah yang menyelamatkan Red Hare dari eutanasia bertahun-tahun lalu.
Hidup Lao Luo semakin rumit ketika ia dihantui utang. Suatu malam, para penagih utang datang dan mencoba menyita Red Hare. Terjadilah pertengkaran sengit yang tidak terduga. Aksi nekat Lao Luo dan Red Hare yang penuh dengan gerakan akrobatik itu terekam kamera warga. Video tersebut mendadak viral di media sosial dan menyita perhatian publik.
Video viral itu membuka pintu rezeki baru bagi Lao Luo. Industri film kembali meliriknya. Di tengah situasi ini, ia berusaha mendekati kembali putri semata wayangnya, Xiao Bao (Liu Haocun), yang kini sudah dewasa dan kuliah di fakultas hukum. Bersama Naihua (Guo Qilin), pacar Xiao Bao yang kikuk namun baik hati, Lao Luo berjuang mempertahankan Red Hare dari ancaman penyitaan. Perjuangan ini sekaligus menjadi usahanya untuk memperbaiki hubungan yang telah lama renggang dengan putrinya.
Spoiler Alur Cerita Ride On Versi bahasfilm
Berikut adalah bocoran alur cerita atau spoiler dari film Ride On. Bagian ini mengandung detail penting yang mungkin Anda lewatkan.
Viral dan Kembalinya ke Dunia Laga
Setelah video pertarungannya viral, Lao Luo dan Red Hare mendapatkan tawaran bermain dalam sebuah film laga besar. Xiao Bao, meskipun awalnya enggan, setuju untuk menjadi manajer ad litem ayahnya. Ia bertugas mengurus kontrak dan negosiasi. Namun, setiap kali syuting, Xiao Bao selalu diliputi kecemasan melihat ayahnya melakukan aksi-aksi berbahaya. Ketakutannya akan kehilangan ayahnya kembali muncul.
Konflik Ayah dan Anak yang Memanas
Hubungan ayah dan anak itu kembali memanas. Saat makan malam bersama calon mertua Xiao Bao, Lao Luo secara tidak sengaja bertingkah kikuk dan mempermalukan putrinya. Xiao Bao yang sudah lama menyimpan rasa kesal pun pergi meninggalkan ayahnya dengan perasaan kecewa yang mendalam. Konflik ini menjadi titik balik emosional dalam cerita.
Cedera Parah dan Rekonsiliasi yang Mengharukan
Saat proses syuting sebuah adegan berbahaya, Lao Luo dan Red Hare mengalami cedera serius. Mereka harus dilarikan ke rumah sakit. Ketika mencari kartu identitas Lao Luo di apartemennya yang berantakan, Xiao Bao menemukan sebuah hard disk berisi rekaman CCTV lama. Rekaman itu menyimpan memori tentang usaha ayahnya untuk menemuinya saat ia masih kecil dulu, namun selalu gagal karena harus bekerja. Tersentuh oleh pengorbanan diam-diam sang ayah, Xiao Bao bergegas ke rumah sakit dan berdamai dengan Lao Luo.
Ancaman dari Masa Lalu dan Murid Baru
Di malam hari, para penagih utang kembali mencoba mencuri Red Hare. Lao Luo yang masih cedera berhasil mengusir mereka dengan bantuan kepiawaiannya. Ia bahkan melunasi semua utangnya. Dalam kejadian yang tidak terduga, ia mengajak pimpinan penagih utang, Da Mi Ge (Andy On), untuk menjadi muridnya dalam dunia aksi.
Pekerjaan Terakhir dan Penghormatan untuk Stuntman
Seorang murid lama Lao Luo yang kini sukses menjadi sutradara, Yuanjie (Wu Jing), datang menawarinya peran dalam film yang menjadi penghormatan besar bagi para stuntman. Lao Luo menerimanya sebagai pekerjaan terakhir dalam kariernya. Xiao Bao awalnya menentang keras keputusan ini. Namun saat syuting, di saat-saat terakhir, Lao Luo urung melakukan aksi berbahaya. Ia teringat pesan putrinya untuk tetap hidup dan ada di sisinya.
Perjuangan Hukum dan Akhir yang Manis
Lao Luo kalah dalam kasus hukum kepemilikan Red Hare. Kuda kesayangannya terpaksa dijual ke sebuah perusahaan besar. Xiao Bao dan Naihua tidak menyerah. Mereka menunjukkan semua rekaman lama aksi Lao Luo bersama Red Hare kepada CEO perusahaan, He Xin. Rekaman itu membuktikan dedikasi dan cinta luar biasa Lao Luo pada kudanya. He Xin akhirnya tersentuh dan mengembalikan Red Hare. Ia mengungkapkan bahwa selama di perusahaan, kuda itu nyaris mati kelaparan karena stres berat. Film ditutup dengan adegan haru saat Lao Luo, Xiao Bao, dan Naihua bersatu kembali dengan Red Hare dalam pelukan hangat.
Karakter dan Pemain Film Ride On: Ulasan Eksklusif bahasfilm
- Jackie Chan sebagai Lao Luo: Seorang stuntman tua yang gigih dan lucu. Di balik tingkah lakunya yang konyol, ia menyimpan luka batin karena hubungannya yang renggang dengan anak. Ini adalah salah satu peran Jackie Chan yang paling emosional dan manusiawi.
- Liu Haocun sebagai Xiao Bao: Putri Lao Luo yang cerdas, mandiri, dan berkepribadian kuat. Awalnya ia menyimpan dendam pada ayahnya. Namun, perlahan ia belajar memahami pengorbanan dan cinta diam-diam sang ayah.
- Guo Qilin sebagai Naihua: Pacar Xiao Bao yang kikuk, canggung, dan menjadi sumber komedi utama. Sebagai seorang pengacara magang, ia berusaha sekuat tenaga membantu kasus hukum Lao Luo meskipun sering kali membuat kesalahan lucu.
- Wu Jing sebagai Yuanjie: Murid Lao Luo yang kini menjadi sutradara sukses. Ia menjadi sosok penengah yang menjembatani Lao Luo untuk kembali ke dunia film dan mendapatkan pengakuan yang layak.
- Andy On sebagai Da Mi Ge: Pimpinan para penagih utang yang awalnya menjadi antagonis. Namun, karena kekagumannya pada kemampuan bela diri Lao Luo, ia justru berubah menjadi penggemar berat dan bahkan memohon untuk diajari.
Di Balik Layar: Detail Pembuatan dan Sinematografi Versi bahasfilm
Sutradara dan Penulis Naskah
Film ini disutradarai oleh Larry Yang. Menariknya, Larry adalah seorang penggemar berat Jackie Chan sejak kecil. Awalnya, Jackie Chan menolak naskah pertama yang diajukan. Namun, Larry tidak menyerah. Ia merevisi naskah hanya dalam waktu 5 hari dan mengajukannya kembali. Jackie Chan tersentuh oleh naskah baru yang lebih fokus pada sisi emosional dan hubungan ayah-anak, dan akhirnya setuju untuk memproduksi serta membintangi film ini.
Perusahaan Produksi
Ride On merupakan film kolaborasi besar. Beberapa rumah produksi ternama terlibat di dalamnya. Mereka adalah Beijing Alibaba Pictures, Beijing Hairun Pictures, Zhe Jiang Heng Dian Film, China Film Co. Ltd., dan Shangshai Foyeh Pictures. Kolaborasi ini menjamin kualitas produksi yang tinggi.
Sinematografi yang Realistis
Sun Ming bertindak sebagai direktur fotografi. Ia menggunakan gaya sinematografi yang lebih realistis dan natural. Berbeda dengan film Jackie Chan sebelumnya seperti Vanguard yang penuh efek visual, Ride On mengedepankan sinematografi yang lebih dekat dengan realitas. Penggunaan kamera genggam pada adegan kejar-kejaran menciptakan rasa urgensi dan ketegangan yang sangat autentik. Penonton seolah ikut berlari bersama Lao Luo.
Desain produksi juga patut diacungi jempol. Kandang kuda Lao Luo, misalnya, dipenuhi dengan properti dan detail kecil. Semua itu memperkaya latar belakang karakter dan membuat dunianya terasa hidup dan nyata.
Ide dan Naskah yang Dalam
Ide utama film ini adalah untuk menghormati para stuntman. Jackie Chan, melalui film ini, seolah bercerita tentang kehidupannya sendiri. Ia juga menyelipkan rasa bersalahnya karena dulu terlalu sibuk bekerja dan jarang bersama keluarga. Alur cerita yang awalnya tampak seperti komedi laga biasa, perlahan berubah menjadi drama keluarga yang sangat dalam dan menyentuh.
Poin-Poin Penting dan Menarik dalam Film Ride On: Rekomendasi bahasfilm
- Penghormatan untuk Jackie Chan dan Kariernya: Film ini penuh dengan referensi pada film-film lama Jackie Chan. Para penggemar super akan menemukan banyak kostum, properti, dan teknik bela diri yang mengingatkan pada masa kejayaannya di era 80-an dan 90-an.
- Kuda yang Menjadi Bintang Utama: Red Hare bukan sekadar hewan peliharaan biasa. Kuda ini adalah karakter utama dengan kepribadian yang sangat kuat. Hubungan antara Lao Luo dan Red Hare digambarkan begitu dalam dan menyentuh, layaknya hubungan seorang ayah dan anak kandung.
- Dilema Stuntman versus Keluarga: Inti cerita film ini adalah konflik batin Lao Luo. Ia harus memilih antara hasratnya untuk tetap melakukan aksi laga atau meninggalkan profesinya demi ketenangan dan keselamatan putrinya. Tema ini universal dan relevan bagi siapa pun yang pernah berkorban untuk pekerjaan.
- Aksi Tanpa Ketinggalan Zaman: Di usia 69 tahun saat syuting, Jackie Chan tetap menunjukkan performa fisik yang mengagumkan. Walaupun tidak seagresif dulu, koreografi aksinya tetap khas: jenaka, cerdik, dan selalu memanfaatkan lingkungan sekitar. Ia membuktikan bahwa usia hanyalah angka.
Review dan Rating dari Agregator Terkemuka di bahasfilm
Secara umum, Ride On mendapat sambutan yang cukup hangat dari penonton. Meskipun menuai beberapa kritik terkait alurnya yang terkadang terasa terlalu sentimental, film ini berhasil menyentuh hati banyak orang. Berikut adalah rekapitulasi ratingnya:
| Pengumpul Ulasan | Skor / Rating | Keterangan |
|---|---|---|
| IMDb | 6.3/10 | Berdasarkan penilaian dari lebih dari 7.200 pengguna di seluruh dunia. |
| Rotten Tomatoes (Audience) | 77% | Hampir 80 persen penonton memberikan ulasan positif. |
| Metacritic (Critics) | 50/100 | Menandakan ulasan yang beragam atau rata-rata dari para kritikus profesional. |
Ulasan Kritis dari Para Ahli
Para kritikus memuji penampilan Jackie Chan yang lebih dewasa dan emosional. Ia dinilai berhasil membawakan karakter Lao Luo dengan penuh perasaan. Banyak yang mengatakan ini adalah salah satu penampilan terbaiknya dalam satu dekade terakhir. Liu Haocun juga mendapat pujian luas atas aktingnya sebagai putri yang penuh konflik batin.
Namun, film ini juga mendapat kritik. Beberapa kritikus menilai alur ceritanya terlalu mudah ditebak. Ada juga yang berpendapat film ini mencoba terlalu keras untuk menjadi menyentuh hingga terkesan berlebihan di beberapa bagian. Karakter pendukung lainnya dinilai kurang dikembangkan dengan baik. Sub-plot pengadilan juga terasa sedikit mengganggu ritme aksi yang seharusnya lebih cepat.
Secara keseluruhan, Ride On adalah tontonan yang wajib bagi penggemar berat Jackie Chan. Dan seperti yang selalu bahasfilm tekankan, film ini berhasil menyajikan aksi khasnya yang menghibur. Namun yang lebih utama, film ini menyuguhkan sisi manusiawi dari seorang legenda laga yang mulai renta. Lengkap dengan segala penyesalan dan cintanya yang besar pada keluarga.

