Review Murder Company (2024): Misi Rahasia Berdarah di Balik Invasi D-Day

bahasfilm – Film Murder Company (2024) adalah film perang aksi yang mengambil latar peristiwa bersejarah invasi D-Day dalam D-Day pada Perang Dunia II. Disutradarai oleh Shane Dax Taylor dan ditulis oleh Jesse Mittelstadt, film ini menghadirkan kisah misi rahasia berisiko tinggi yang dijalankan oleh sekelompok pasukan terjun payung Amerika Serikat.

Dengan durasi 86 menit, film ini menawarkan aksi intens yang padat dan langsung ke inti cerita. Bagi pecinta film perang dengan tempo cepat, ulasan ini akan membantu Anda memahami daya tarik film ini dalam perspektif bahasfilm modern.

Baca juga : Oldboy (2003) – Review Film Korea Legendaris Park Chan-wook

Sinopsis: Misi Bunuh Diri di Wilayah Nazi

Cerita mengikuti sekelompok pasukan terjun payung AS yang dikenal sebagai unit “acak-acakan”. Di bawah perintah Jenderal Haskel (diperankan oleh Kelsey Grammer), mereka mendapat tugas berbahaya: menyelamatkan seorang anggota Perlawanan Prancis.

Namun misi tersebut bukan sekadar evakuasi. Mereka harus mengawal sang pejuang ke belakang garis musuh untuk membunuh seorang pejabat tinggi Nazi, Jenderal SS Erik Ramsey.

Di tengah kekacauan perang, tim ini harus bertahan dari serangan mendadak, patroli musuh, dan tekanan psikologis yang terus meningkat.


Karakter dan Pemeran Utama

Film ini diperkuat oleh jajaran aktor yang cukup dikenal:

  • William Moseley sebagai Southern
  • Joe Anderson sebagai Smith
  • Gilles Marini sebagai Daquin
  • Pooch Hall sebagai Coolidge
  • Kelsey Grammer sebagai Jenderal Haskel

Setiap karakter membawa dinamika berbeda dalam tim. Namun, karena durasinya yang relatif singkat, pengembangan karakter terasa minimal. Film ini memang lebih menitikberatkan pada aksi dan misi ketimbang eksplorasi latar belakang tokoh secara mendalam.

Produksi dan Latar Syuting

Murder Company difilmkan di Bulgaria, yang menghadirkan lanskap Eropa Timur yang cukup meyakinkan sebagai wilayah pendudukan Nazi di Prancis. Film ini dirilis di bioskop serta layanan video on demand pada 5 Juli 2024.

Momentum perilisannya juga bertepatan dengan peringatan 80 tahun invasi D-Day, menjadikan film ini sebagai bagian dari refleksi sinematik atas salah satu momen paling menentukan dalam sejarah Perang Dunia II.


Tema dan Pendekatan Cerita

Film ini berfokus pada sisi “tak terungkap” dari perang kisah kecil para prajurit yang menjalankan misi putus asa di balik peristiwa besar sejarah.

Alih-alih menyajikan drama perang berskala epik, Murder Company memilih pendekatan yang lebih sederhana dan langsung. Aksi cepat, baku tembak intens, dan atmosfer mencekam menjadi kekuatan utama film ini.

Bagi pembaca bahasfilm yang menyukai film perang dengan ritme cepat tanpa terlalu banyak dialog dramatis, film ini bisa menjadi pilihan menarik untuk ditonton.


Kesimpulan

Murder Company (2024) adalah film perang aksi yang solid dengan fokus pada misi berbahaya di tengah kekacauan D-Day. Meski tidak menawarkan pengembangan karakter yang mendalam, film ini tetap berhasil menghadirkan ketegangan dan aksi yang konsisten sepanjang durasinya.

Film ini cocok bagi penonton yang mencari tontonan perang singkat, penuh aksi, dan langsung pada inti konflik tanpa drama yang bertele-tele.