Review Film Parasite (2019): Analisis Satir Sosial dan Sinematografi yang Membuat Sejarah
BAHASFILM — Pada 2020, jagat sinema dunia diguncang. “Parasite” (2019), film berbahasa Korea karya Bong Joon-ho, memenangi Oscar untuk Film Terbaik. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Academy Awards. Film ini bukan sekadar thriller atau drama biasa. Ia adalah cermin tajam tentang kesenjangan sosial. Kisahnya dibalut dengan sinematografi brilian. Analisis mendalam dari BAHASFILM ini akan mengupasnya.
Film ini memenangkan Palme d’Or di Cannes dan empat Oscar. Kesuksesannya membuktikan kekuatan cerita yang universal. Kisah dua keluarga dari kelas berbeda ini penuh dengan twist. Setiap adegan mengandung simbol dan kritik sosial yang dalam. Mari kita selami lebih jauh.
Baca Juga : BAHASFILM : Review Film China Hero (2002)
Sinopsis dan Spoiler: Rencana Sempurna yang Berujung Tragedi
Keluarga Kim tinggal di semi-basement atau banjiha. Mereka hidup dari pekerjaan serabutan seperti melipat kotak pizza. Kehidupan mereka berubah saat anak lelaki mereka, Ki-woo (Choi Woo-shik), direkomendasikan menjadi guru privat untuk anak perempuan keluarga Park yang kaya raya.
Dengan licik, Ki-woo memperkenalkan seluruh keluarganya ke rumah mewah itu. Mereka menyusun rencana rumit. Saudarinya, Ki-jung (Park So-dam), menjadi guru seni. Ayahnya, Ki-taek (Song Kang-ho), menjadi sopir. Ibunya, Chung-sook (Jang Hye-jin), menjadi pembantu rumah tangga. Mereka berhasil menyusup sebagai orang-orang tak terkait.
Namun, rahasia gelap tersembunyi di rumah itu. Moon-gwang (Lee Jung-eun), pembantu lama, kembali suatu malam. Ia membuka bunker rahasia di dalam rumah. Di sanalah suaminya, Geun-sae, telah tinggal diam-diam selama bertahun-tahun untuk menghindari penagih utang. Penemuan ini memicu konflik berdarah. Komedi gelap berubah menjadi thriller mencekam. Hasilnya adalah sebuah tragedi yang tak terduga.
Analisis Karakter: Bukan Pahlawan, Bukan Penjahat
Kehebatan “Parasite” terletak pada karakter yang kompleks. BAHASFILM mencatat bahwa film ini tidak menawarkan tokoh yang sempurna secara moral.
Keluarga Kim digambarkan sebagai survivor yang cerdik namun putus asa. Song Kang-ho, aktor favorit Bong Joon-ho, memerankan Ki-taek dengan nuansa getir yang mendalam. Mereka melakukan penipuan, tetapi motivasinya adalah kebutuhan dasar. Mereka adalah produk dari sistem yang menindas.
Keluarga Park tampak baik hati, tetapi naif dan penuh prasangka terselubung. Tuan Park (Lee Sun-kyun) terus-menerus mengeluhkan “bau” tertentu dari Ki-taek. Ini adalah metafora kuat untuk prasangka kelas. Mereka tidak jahat secara aktif. Namun, kenaifan dan kenyamanan mereka menjadi bentuk kekerasan tersirat.

Sinematografi dan Simbolisme Ruang: Kritik Sosial yang Terlihat
Di BAHASFILM, kami percaya kekuatan “Parasite” ada pada visualnya. Sinematografer Hong Kyung-pyo dan desainer produksi Lee Ha-jun adalah pahlawan di balik layar.
Ruang sebagai Karakter Utama: Perbedaan antara rumah keluarga Park di bukit dan banjiha keluarga Kim sangat ekstrem. Rumah Park yang luas dan terang bercahaya melambangkan kebebasan dan privasi. Sebaliknya, banjiha yang sempit, lembap, dan sejajar dengan jalan adalah penjara fisik dan sosial. Lee Ha-jun, yang pernah tinggal di banjiha, mendesain set ini dengan akurasi yang menyakitkan.
Simbol Vertikal dan Gerak Kamera: Film ini penuh dengan gerakan naik dan turun. Keluarga Kim selalu mendaki ke rumah Park, baik secara fisik maupun metaforis. Kamera sering mengambil sudut lebar (wide-shot). Teknik ini menangkap interaksi semua karakter dalam satu bingkai. Hal ini memperkuat dinamika keluarga dan ketegangan sosial di antara mereka.
Detail Pembuatan: Visi Jenius Bong Joon-ho
Bong Joon-ho dikenal sebagai “Master of Social Satire”. Naskah “Parasite”, yang ditulis bersama Han Jin-won, adalah contoh sempurna keahliannya.
Film ini dengan lihai menggabungkan genre. Dimulai sebagai komedi gelap tentang penipuan. Lalu, berubah menjadi thriller yang menegangkan. Akhirnya, berakhir sebagai tragedi sosial yang menyayat hati. Pergeseran nada ini direncanakan dengan matang. Ia mencerminkan bagaimana situasi yang tampak main-main bisa berubah menjadi bencana.
Musik oleh Jung Jae-il juga berperan penting. Ia mengikuti pergeseran emosi film. Dari melodi klasik yang elegan hingga ketegangan yang mencekam.
Poin-Poin Penting dalam Alur Cerita
- Metafora Batu Bertuah: Batu yang diberikan teman Ki-woo melambangkan harapan kosong. Batu itu hanya membawa beban, baik secara fisik maupun psikologis.
- Adegan Hujan: Hujan deras yang membanjiri banjiha keluarga Kim adalah klimaks visual. Itu menghancurkan sedikit yang mereka miliki. Namun, di rumah Park, hujan hanya menjadi pemandangan indah dari jendela.
- Pesta Ulang Tahun: Adegan terakhir adalah ledakan kekerasan yang tidak terduga. Itu adalah akibat dari semua tekanan, prasangka, dan rahasia yang menumpuk.
- Ending yang Ambigu: Adegan terakhir Ki-woo di banjiha meninggalkan interpretasi terbuka. Apakah itu rencana atau sekadar fantasi? Film ini membiarkan penonton menilai.
Review dan Penerimaan Kritik Global
Pujian untuk “Parasite” hampir bulat. Film ini dirayati sebagai karya jenius yang tepat waktu.
| Sumber | Rating | Ulasan Singkat |
|---|---|---|
| Rotten Tomatoes | 99% (Certified Fresh) | “Sebuah masterclass yang mendebarkan dalam penyutradaraan dan penulisan.” |
| Metacritic | 96 (Universal Acclaim) | Skor berdasarkan puluhan review kritikus top dunia. |
| IMDb | 8.6/10 | Didukung oleh ratusan ribu penonton. |
Kritikus memuji kemampuan Bong Joon-ho menghibur sekaligus memprovokasi pemikiran. Film ini disebut sebagai “karya tanpa cela” dan “studi karakter yang sempurna”. Kemenangan Oscar-nya bukanlah kejutan, tetapi pengakuan atas pencapaian sinematik yang luar biasa.
Kesimpulan BAHASFILM: Sebuah Film yang Wajib Ditonton
Tanpa keraguan, “Parasite” adalah mahakarya sinema abad ke-21. Film ini sukses dalam semua lapisan: sebagai thriller yang mendebarkan, komedi gelap yang cerdas, dan kritik sosial yang pedas. Sinematografinya adalah pelajaran tentang bagaimana gambar dapat bercerita.
BAHASFILM dengan tegas merekomendasikan film ini. Ia layak ditonton bukan hanya sekali, tetapi berkali-kali. Setiap penonton akan menemukan lapisan makna baru. Film ini adalah tentang kita, tentang masyarakat, dan tentang ilusi bahwa kita tidak saling terhubung.
Untuk informasi faktual lengkap seputar pemain dan penghargaan, Anda dapat merujuk ke halaman Wikipedia resmi film Parasite. Dan, tentu saja, untuk analisis film lainnya, kunjungi terus portal kami di bahasfilm.

