BAHASFILM – Review film Ready or Not 2: Here I Come harus dimulai dengan satu pertanyaan: apakah sekuel horor komedi ini mampu menyamai kejutan dan ketegangan film pertamanya di 2019? Film arahan duo Radio Silence—Matt Bettinelli-Olpin dan Tyler Gillett—ini tayang perdana di South by Southwest (SXSW) pada Maret 2026, sebelum rilis serentak di bioskop Amerika Serikat pada 20 Maret 2026. Dibintangi Samara Weaving sebagai Grace, Kathryn Newton sebagai Faith, serta deretan bintang seperti Sarah Michelle Gellar, Elijah Wood, dan David Cronenberg, film berdurasi 108 menit ini berhasil meraup US$22,9 juta di domestik dan mendapat skor IMDb 6,7/10 serta Metascore 58/100. Sekuel yang lebih besar dan lebih berdarah ini membawa Grace ke level permainan yang jauh lebih berbahaya, namun tetap menyisakan pertanyaan: apakah lebih besar selalu berarti lebih baik?
Baca Juga : Review Film Toy Story 5 (2026): Ketika Mainan Klasik Melawan Gempuran Teknologi
Sinopsis – Dari Satu Keluarga Menjadi Lima Keluarga
Review film Ready or Not 2: Here I Come tidak lengkap tanpa memahami premisnya yang diperluas. Grace (Samara Weaving) berhasil selamat dari malam mengerikan bersama keluarga Le Domas di film pertama. Namun, ia segera mengetahui bahwa permainan belum berakhir—ia kini mencapai level berikutnya: sebuah ritual bernama “High Seat of the Council”, di mana lima keluarga elit saling berburu untuk memperebutkan kekuasaan mutlak.
Kali ini, Grace tidak sendirian. Ia ditemani oleh Faith (Kathryn Newton), saudara perempuannya yang terasing. Bersama-sama, mereka harus bertahan hidup dari serangan lima keluarga rival yang dipimpin oleh Titus Danforth (Shawn Hatosy) dan saudara kembarnya Ursula (Sarah Michelle Gellar). Grace punya satu kesempatan: menjaga Faith tetap hidup, mengklaim High Seat, dan mengakhiri teror ini untuk selamanya.
Tiga Entity Penting di Balik Ready or Not 2
Radio Silence – Duo di Balik Layar
Review film Ready or Not 2: Here I Come wajib menyebut Matt Bettinelli-Olpin dan Tyler Gillett, kolektif sutradara yang dikenal dengan nama Radio Silence. Setelah sukses dengan Ready or Not (2019) dan dua film Scream (2022, 2023), mereka kembali menggarap sekuel ini. Mereka menulis skenario bersama Guy Busick dan R. Christopher Murphy. Radio Silence dikenal dengan gaya horor yang sadis namun jenaka, dan di sekuel ini mereka membawa pendekatan yang sama—hanya dengan skala yang lebih besar.
Samara Weaving – Sang Final Girl yang Tak Kenal Lelah
Jika Anda mencari review film yang jujur, harus diakui bahwa Samara Weaving adalah jantung dari waralaba ini. Ia kembali memerankan Grace dengan energi fisik dan emosional yang luar biasa. Weaving sendiri mengaku senang bisa kembali berkolaborasi dengan Radio Silence, yang seharusnya menjadi kolaborasi kelima mereka setelah tiga film Scream. Ia berjanji: “I don’t think anyone will be disappointed by how much pain Grace is put in”.
Cast Ensemble yang Memukau
Review film Ready or Not 2: Here I Come tidak lengkap tanpa menyebut para pemain pendukungnya. Kathryn Newton sebagai Faith memberikan dinamika saudara yang hangat dengan Grace. Sarah Michelle Gellar—ikon horor Buffy the Vampire Slayer—dan Shawn Hatosy sebagai pasangan kembar Danforth menjadi sorotan utama di antara para penjahat. Sementara Elijah Wood dan legenda horor David Cronenberg menambah warna eksentrik pada film ini.
Fakta Cepat dan Angka Penting
Berikut data kunci untuk memperkuat review film Ready or Not 2: Here I Come Anda:
- Tanggal rilis: 20 Maret 2026 (AS, setelah mundur dari 27 Maret dan 10 April)
- Pemutaran perdana: SXSW 2026 (Maret)
- Sutradara: Matt Bettinelli-Olpin & Tyler Gillett (Radio Silence)
- Penulis skenario: Guy Busick & R. Christopher Murphy
- Durasi: 108 menit (1 jam 48 menit)
- Rating usia: R
- Skor IMDb: 6,7/10
- Metascore: 58/100 (mixed or average)
- Box office domestik: US$22.986.054
- Box office global: US$39,2 juta (per Mei 2026)
- Anggaran produksi: Tidak diumumkan secara publik
- Samara Weaving sebagai Grace MacCaulley
- Kathryn Newton sebagai Faith MacCaulley
- Sarah Michelle Gellar sebagai Ursula Danforth
- Shawn Hatosy sebagai Titus Danforth
- Elijah Wood sebagai pengacara
- David Cronenberg sebagai anggota dewan
- Néstor Carbonell, Kevin Durand, Olivia Cheng
Analisis – Antara Energi Kacau dan Kehilangan Ketajaman
Kelebihan – Lebih Besar, Lebih Berdarah, Tetap Menghibur
Review film Ready or Not 2: Here I Come dari berbagai kritikus sepakat bahwa energi dan semangat film ini adalah kekuatan utamanya. The New York Times memberi nilai 90/100, menyebutnya sebagai “a worthy sequel, repeating some of the same beats as its predecessor, but cleverly reinvented so that it’s still unpredictable and hilariously bizarre”. Slashfilm (80/100) menambahkan bahwa film ini “proves to be just as explosively fun as its predecessor, even if it’s essentially ‘the same, but more'”.
Kreativitas dalam adegan kematian juga mendapat pujian. Film Threat menulis: “The kills are inventive, the pacing rarely slackens, and most importantly, it remains tremendous fun”. RogerEbert.com (75/100) memuji penampilan Samara Weaving yang “physical, engaged, immediate”, sementara Daily Dead menyebut film ini “sadistic, savvy” dan “feisty… back with a vengeance”.
Salah satu adegan yang paling banyak dibicarakan adalah “Bonnie Tyler Scene”—sebuah momen yang membuat penonton tertawa terbahak-bahak. Chemistry antara Weaving dan Newton juga menjadi nilai tambah, dengan Hollywood Outsider menyebut mereka “a natural duo that deserve another wedding together”.
Kekurangan – Ketika Lebih Besar Tidak Selalu Lebih Baik
Namun, review film Ready or Not 2: Here I Come yang jujur harus mengakui kelemahan utamanya: kehilangan kesederhanaan dan ketegangan yang membuat film pertama begitu istimewa. Seorang pengguna IMDb menulis: “This unnecessary sequel is content to repeat the exact same plot as the original at a bigger scale with less effective results”.
Screen Rant bahkan lebih keras, menyebutnya sebagai “a poorly constructed collection of chases, fights, and smarmy humor that fails to justify its existence”. Exclaim! menyoroti bahwa film ini terjebak dalam “familiar traps”—dengan premis yang mengingatkan pada The Hunger Games namun tanpa kedalaman yang sama.
Kritik lain datang dari komedi yang jarang berhasil karena terasa seperti pengulangan dari film pertama, serta lore yang semakin berbelit-belit dan justru mengurangi ketegangan. Metacritic mencatat bahwa 50% ulasan kritikus bersifat mixed—sebuah indikasi bahwa film ini membagi pendapat.
Fakta Unik di Balik Layar
Review film Ready or Not 2: Here I Come tidak lengkap tanpa cerita menarik di baliknya:
- Film ini langsung melanjutkan adegan terakhir dari film pertama—Grace yang pingsan di ambulans
- Samara Weaving hampir tidak bisa membintangi sekuel ini karena jadwal Scream yang padat
- David Cronenberg—sutradara legendaris horor tubuh—tampil sebagai aktor dalam film ini
- Bonus features Blu-ray mencakup dokumenter 4 bagian tentang pembuatan film, termasuk “Blood, Guts, and Practical Mayhem” yang mengupas efek praktis di balik adegan kematian eksplosif
FAQ – Pertanyaan Umum tentang Ready or Not 2: Here I Come
Apakah Ready or Not 2 layak ditonton?
Jawaban: Tergantung ekspektasi Anda. Jika Anda mencari hiburan berdarah dengan energi kacau dan ingin melihat Samara Weaving kembali beraksi, film ini layak. Namun jika Anda mengharapkan ketajaman dan kejutan seperti film pertama, Anda mungkin kecewa. IMDb memberi rating 6,7—cukup solid untuk sekuel horor komedi.
Apakah film ini berdasarkan kisah nyata?
Tidak. Ready or Not 2: Here I Come adalah fiksi orisinal yang melanjutkan cerita dari film 2019. Premis tentang ritual keluarga setan dan perburuan kekuasaan sepenuhnya imajinatif.
Di mana bisa menonton Ready or Not 2 di Indonesia?
Jawaban: Film ini tayang di bioskop mulai 20 Maret 2026. Untuk penonton Indonesia, cek jadwal di jaringan bioskop terdekat. Versi digital tersedia mulai 5 Mei 2026, dan akan hadir di Disney+ (melalui Hulu) pada 2 Juli 2026. Pantau terus BAHASFILM untuk info terbaru.
Kesimpulan – Sekuel yang Menghibur Namun Tak Terlupakan
Review film Ready or Not 2: Here I Come dari BAHASFILM sampai pada kesimpulan: ini adalah sekuel yang menghibur namun tidak seistimewa pendahulunya. Dengan skor IMDb 6,7 dan box office US$39,2 juta global, film ini sukses secara komersial meskipun menuai respons beragam dari kritikus.
Kekuatan film ini ada pada energi tanpa henti, adegan kematian yang kreatif, akting memukau Samara Weaving, serta cast ensemble yang penuh bintang—terutama Sarah Michelle Gellar dan Elijah Wood. Kelemahannya: kehilangan kesederhanaan dan ketajaman film pertama, lore yang terlalu berbelit, serta komedi yang terasa seperti pengulangan.
Bagi penggemar film pertama yang ingin melihat Grace kembali berjuang dengan skala lebih besar, film ini adalah tontonan wajib. Namun bagi yang mencari pengalaman segar dan tak terduga, Ready or Not 2 mungkin terasa seperti pesta yang terlalu ramai—meriah, tapi kehilangan keintiman.
Prediksi ke depan: Dengan akhir cerita yang tampaknya menutup kemungkinan sekuel ketiga, waralaba ini mungkin berhenti di sini. Namun jika Disney dan Searchlight Pictures melihat potensi box office yang menjanjikan, jangan heran jika Grace kembali dipanggil untuk another round. Pantau terus BAHASFILM untuk ulasan film-film seru lainnya!

