BAHASFILM – Review film The Super Mario Galaxy Movie (2026) membuktikan bahwa waralaba Mario tidak gentar oleh ulasan kritikus yang beragam. Film kolaborasi Illumination, Nintendo, dan Universal Pictures ini meraup US$372,5 juta secara global di akhir pekan pembukaannya per 5 April 2026 — menjadikannya debut terbesar tahun ini untuk film studio. Menurut BAHASFILM, sekuel yang didasarkan pada permainan legendaris Wii 2007 ini sukses karena ekspansi alam semesta secara agresif dan deretan bintang baru yang memikat.
Baca Juga : Review Film The Super Mario Bros. Movie (2023)
🚀 Sinopsis: Dari Kerajaan Jamur hingga Batas Antariksa
Film ini mengambil latih setelah Mario (Chris Pratt) dan Luigi (Charlie Day) berhasil mengalahkan Bowser (Jack Black) di film pertama. Dalam kondisi diperkecil dan dipenjara di kastil milik Putri Peach, Bowser harus menyaksikan putranya yang baru diperkenalkan, Bowser Jr. (Benny Safdie), bertekad membebaskannya dan memulihkan kejayaan keluarga.
Konflik memanas saat pesta ulang tahun Putri Peach (Anya Taylor-Joy) diganggu oleh Luma, makhluk berbentuk bintang, yang meminta tolong untuk menyelamatkan ibunya, Rosalina (Brie Larson) — yang diculik oleh Bowser Jr. Petualangan antargalaksi pun dimulai, memperkenalkan Yoshi (Donald Glover) sebagai sekutu baru.
“Mario dan Luigi sekarang menghadapi ancaman baru di Bowser Jr., yang bertekad membebaskan ayahnya dari penangkaran dan memulihkan warisan keluarga.” — Sinopsis resmi Nintendo.
Sementara itu, sub-plot tentang asal-usul Peach sebagai bayi yang ditemukan di Kerajaan Jamur menjadi benang merah emosional yang memperkuat pencarian jati dirinya.
🎭 Pemeran dan Karakter: Semesta yang Makin Luas
Entity penting #1 – Chris Pratt kembali sebagai Mario. Meski sempat menuai kontroversi di film pertama, ia kini lebih nyaman dengan karakternya, menghadirkan kepahlawanan yang tulus tanpa kehilangan nada kocak khas tukang ledeng Brooklyn.
Entity penting #2 – Brie Larson sebagai Rosalina. Penampilannya sebagai putri antariksa yang tenang namun penuh wibawa menjadi salah satu highlight film. Larson sukses membawa gravitas ke dalam dunia Mario yang biasanya ringan.
Entity penting #3 – Donald Glover sebagai Yoshi. Meskipun Yoshi hanya berkata “Yoshi!”, Glover memberikan nuansa musikal dan energi khasnya yang membuat dinosaurus hijau ini terasa hidup.
Berikut adalah daftar pemeran utama dan karakter dalam film ini:
- Chris Pratt sebagai Mario
- Anya Taylor-Joy sebagai Princess Peach
- Charlie Day sebagai Luigi
- Jack Black sebagai Bowser
- Keegan-Michael Key sebagai Toad
- Benny Safdie sebagai Bowser Jr.
- Donald Glover sebagai Yoshi
- Brie Larson sebagai Rosalina
- Issa Rae sebagai Honey Queen
- Luis Guzmán sebagai Wart
- Kevin Michael Richardson sebagai Kamek
- Glen Powell sebagai Fox McCloud (cameo lintas waralaba Nintendo)

📊 Fakta Cepat & Statistik Produksi
| Metrik | Angka |
|---|---|
| Anggaran produksi | US$110 juta |
| Pendapatan debut 5 hari (Domestik) | US$190,1 juta |
| Pendapatan akhir pekan (Domestik) | US$130,9 juta |
| Pendapatan internasional (debut) | US$182,4 juta |
| Total debut global | US$372,5 juta |
| Jumlah teater (AS & Kanada) | 4.252 |
| Layar IMAX | 421 |
| Pendapatan IMAX | US$15 juta |
| Durasi film | 98 menit |
Meskipun angka debut global ini sedikit di bawah pencapaian film pertama (The Super Mario Bros. Movie yang meraup US$377 juta di periode yang sama), pencapaian ini tetap menjadikannya debut studio terbesar tahun 2026, mengalahkan Project Hail Mary yang hanya meraih US$140 juta secara global.
📌 Fakta unik: Film ini meraup US$29,1 juta dari Meksiko saja — tertinggi di antara pasar internasional — diikuti Inggris dan Irlandia dengan US$19,7 juta.
🧠 Analisis Mendalam: Senjata Rahasia di Balik Kesuksesan
🎮 Strategi Ekspansi Alam Semesta yang Agresif
Tidak seperti sekuel kebanyakan yang hanya mengulang formula sukses, The Super Mario Galaxy Movie berani melompat lebih jauh. Dengan memasukkan Yoshi, Rosalina, Bowser Jr., hingga karakter lintas waralaba seperti Fox McCloud (Star Fox) dan Pikmin, film ini membangun fondasi kokoh untuk semesta bersama Mario yang lebih besar.
Seperti yang dijanjikan produser Chris Meledandri: “Ada banyak lagi yang bisa ditemukan saat Anda menonton film di bioskop. Beberapa kejutan besar dan beberapa yang sangat kecil.”
📅 Jadwal Rilis Strategis
Film ini awalnya dijadwalkan pada 3 April 2026, tetapi kemudian dimajukan ke 1 April 2026 di AS dan berbagai pasar global. Keputusan ini memanfaatkan libur musim semi sekolah (spring break) dan pekan menuju Paskah — strategi yang sama persis dengan film pertama pada 2023. Hasilnya: keluarga berbondong-bondong ke bioskop sepanjang pekan.
💰 Biaya Produksi yang Terkendali
Dengan anggaran hanya US$110 juta (naik tipis dari US$100 juta film pertama), Illumination kembali membuktikan keahliannya dalam memproduksi animasi berkualitas dengan biaya efisien. Ini berarti ambang profitabilitas film jauh lebih rendah dibandingkan film animasi Disney/Pixar yang bisa menembus US$200 juta.
🎨 Visual Memukau, Musik Klasik
Kritikus sepakat bahwa aspek teknis adalah kekuatan utama film ini. Brian Tyler kembali sebagai komposer, menggantikan penggunaan lagu-lagu pop di film pertama dengan orkestrasi epik yang lebih setia pada warisan musik Koji Kondo dan Mahito Yokota dari permainan aslinya.
🔥 Resepsi: Jurang Kritikus vs. Penonton Kembali Terulang
Fenomena yang terjadi pada film pertama — jurang lebar antara penilaian kritikus dan penonton — kembali muncul di sekuel ini.
| Platform | Skor Kritikus | Skor Penonton |
|---|---|---|
| Rotten Tomatoes | 40% (hingga 5 April 2026) | A- (CinemaScore) |
| PostTrak | – | 5 dari 5 bintang (keluarga) |
Kritikus seperti The Guardian menyebut film ini sebagai “bland screensaver of a movie” (memberi 1 bintang), sementara IndieWire mengkritik bahwa film ini “never stops feeling like the product of someone mashing lifeless action figures together”.
Namun, di sisi lain, penonton keluarga justru memujinya. Anak-anak menyukai film ini dan memberikan nilai sempurna di jajak pendapat PostTrak. CinemaScore A- juga mengindikasikan kepuasan tinggi dari penonton awam.
“These kind of audience reaction scores just point to a ridiculously strong run, not only throughout the spring, but likely into the summer as well,” — Jim Orr, Presiden Distribusi Domestik Universal.
Analisis BAHASFILM: Film Mario telah menjadi franchise yang critic-proof. Selama film menyuguhkan visual warna-warni, humor ramah keluarga, dan cukup referensi nostalgia, penonton akan tetap datang — dan mereka datang dalam jumlah besar.
🌌 Post-Credit Scenes dan Masa Depan Waralaba
Peringatan: Mengandung spoiler ringan.
Seperti pendahulunya, film ini menyembunyikan dua adegan pascakredit — satu di tengah dan satu di akhir. Tanpa membocorkan terlalu banyak, kedua adegan ini secara gamblang mengonfirmasi bahwa alam semesta Mario akan terus diperluas, dengan petunjuk kuat menuju adaptasi permainan Mario lain yang sangat dinantikan.
Munculnya Fox McCloud (disuarakan Glen Powell) dan sekilas penampilan karakter dari waralaba Star Fox membuka kemungkinan besar: film semesta bersama (shared universe) lintas waralaba Nintendo di masa depan.
❓ FAQ – The Super Mario Galaxy Movie (2026)
1. Apakah The Super Mario Galaxy Movie layak ditonton di bioskop?
Sangat direkomendasikan, terutama bagi penggemar Mario dan keluarga. Meskipun kritikus terbelah, animasinya yang memukau dan energi yang tak henti-hentinya menjadikannya pengalaman bioskop yang menghibur, apalagi dalam format IMAX.
2. Apakah saya perlu menonton film pertama (2023) sebelum menonton ini?
Sangat disarankan. Banyak lelucon, dinamika karakter, dan konsekuensi plot (seperti Bowser yang diperkecil) yang berlanjut langsung dari akhir film pertama.
3. Kapan The Super Mario Galaxy Movie tersedia untuk streaming?
Saat ini film hanya tayang di bioskop. Berdasarkan pola rilis Universal sebelumnya, film ini kemungkinan akan hadir di platform digital sekitar 3–4 bulan setelah rilis bioskop, atau sekitar Agustus 2026, dan berpotensi lebih awal di platform seperti Peacock (AS) atau layanan berbayar lainnya.
4. Apakah akan ada film Mario ketiga?
Meskipun belum ada pengumuman resmi, kesuksesan box office dan adegan pascakredit yang menggoda mengonfirmasi bahwa Nintendo dan Illumination tidak akan berhenti di sini. Waralaba Mario hampir pasti akan berlanjut.
🔮 Kesimpulan & Prediksi
The Super Mario Galaxy Movie bukanlah film yang akan memenangkan hati kritikus film arthouse. Namun, film ini tidak dirancang untuk mereka.
Dengan visual yang memukau, tempo yang brengsek namun seru, dan demam referensi Nintendo yang membanjiri setiap menit tayang, film ini adalah pesta bagi penggemar dan hiburan murni bagi keluarga.
Review film dari BAHASFILM memprediksi bahwa meskipun film ini mungkin tidak menyamai US$1,36 miliar pendahulunya di box office global, film ini akan dengan mudah melampaui US$800 juta hingga US$1 miliar, berkat momentum positif dari mulut ke mulut penonton dan liburan musim semi yang panjang.
Bagi Anda yang ingin mematikan otak sejenak dan menikmati tontonan penuh warna bersama keluarga — atau sekadar ingin melihat Yoshi di layar lebar — jangan lewatkan The Super Mario Galaxy Movie.

