bahasfilm – Sebagai penggemar film India, saya pribadi menantikan bagaimana Sunny Deol kembali beraksi setelah sukses besar dengan Gadar 2. Nah, di situlah bahasfilm hadir sebagai teman setia saya untuk mengupas tuntas film Jaat (2025). Film ini bukan sekadar aksi biasa. Ada ledakan emosi, dendam masa lalu, dan tentu saja tangan “2,5 kilo” yang ikonik. Simak ulasan lengkap saya berikut ini.
BACA JUGA : Review Film Spring, Summer, Fall, Winter… and Spring (2003): Meditasi Visual Kim Ki-duk yang Abadi
Sinopsis: Ketika Idli Memicu Perang Besar
Tahun 2009 menjadi titik awal kekacauan. Seorang buruh bernama Ranatunga (Randeep Hooda) menemukan emas peninggalan kelompok teroris di Sri Lanka. Ia membunuh tentara yang mencoba mengambilnya. Lalu ia kabur ke India.
Di Andhra Pradesh, Ranatunga membangun kerajaan kriminal. Ia menyuap petugas dengan emas curian. Desa Motupalli pun hidup dalam ketakutan. Seorang perwira polisi wanita (Saiyami Kher) berani melawan. Namun ia justru dipermalukan dan ditawan.
Di tengah kondisi genting, seorang musafir misterius turun dari kereta. Ia singgah di warung makan dan memesan idli. Sekelompok preman mengganggunya. Makanannya jatuh ke tanah. Dengan tenang ia berkata, “Minta maaf.”
Permintaan maaf itu memicu kekacauan besar. Musafir itu menghajar para preman. Ia lalu berhadapan dengan Somulu, adik Ranatunga. Bahkan ia berdiri langsung di depan Ranatunga hanya untuk menuntut “Sorry Bol.”
Namun saat hendak pergi, ia melihat mobil polisi tersembunyi. Ia menemukan seragam robek dan polisi wanita yang dipermalukan. Ia membebaskan mereka. Dari situlah perang pribadi dimulai. Ranatunga berjanji akan membunuhnya sebelum matahari terbenam.
Menurut pengamatan saya di bahasfilm, pembukaan ini berhasil membangun ketegangan khas film India Selatan. Satu idli, satu permintaan maaf, mengubah segalanya.
Spoiler: Siapa Sebenarnya Sosok Jaat?
Peringatan: Bagian ini mengandung bocoran alur cerita.
Setelah membebaskan polisi wanita, musafir itu terus dikejar. Salah satu polisi bernama Divi tewas dalam pengejaran. Warga desa lalu bercerita tentang keganasan Ranatunga. Mereka juga mengungkap aparat di sana sudah korup.
Musafir itu mendatangi kantor polisi untuk laporan. Namun ia malah ditangkap dan disiksa. Di sanalah identitasnya terungkap. Seorang tahanan mengenalinya sebagai “Bulldozer”.
Julukannya “Singa JAT Government”.
Saya menikmati momen twist ini. Menurut analisis saya di bahasfilm, ini adalah titik balik yang mengubah film. Dari drama dendam biasa, ia berubah menjadi epik militer penuh kejutan.
Baldev lalu dibantu Inspektur Vijaya Lakshmi (Saiyami Kher). Ia bangkit dan menghabisi petugas korup. Ia juga membunuh Somulu, adik Ranatunga. Sementara itu pejabat CBI Sathya Moorthy (Jagapathi Babu) menemukan fakta mengejutkan.
Ranatunga ternyata adalah Mutiivel Karikalan. Ia mantan Wakil Komandan JTF, kelompok teroris internasional.
Klimaks: Ranatunga menyandera seluruh warga desa. Baldev datang dengan helikopter militer. Ia melancarkan serangan habis-habisan. Dalam pertempuran akhir, Baldev menangkap dan menggantung Ranatunga. Bharathi, istri Ranatunga, bunuh diri. Film berakhir dengan Baldev meninggalkan desa lewat helikopter. Ia berjanji akan kembali jika diperlukan.
Karakter dan Pemeran: Antara Patriotisme dan Teror
| Pemeran | Karakter | Deskripsi Singkat |
|---|---|---|
| Sunny Deol | Brig. Baldev Pratap Singh / Jaat | Perwira militer tangguh dengan tangan “2,5 kilo” yang menjadi penebus warga. |
| Randeep Hooda | Ranatunga / Mutiivel Karikalan | Antagonis utama, mantan teroris Sri Lanka yang kejam dan haus kekuasaan. |
| Regina Cassandra | Bharathi | Istri Ranatunga yang tak kalah kejam. Ia ikut menyiksa polisi wanita. |
| Saiyami Kher | SI Vijaya Lakshmi | Polisi wanita pemberani yang menjadi sekutu Jaat. |
| Vineet Kumar Singh | Somulu | Adik Ranatunga, tangan kanan yang setia. |
| Jagapathi Babu | Sathya Moorthy | Perwira CBI yang menyelidiki kejahatan Ranatunga. |
| Ramya Krishnan | Presiden Vasundhara | Presiden India yang memerintahkan tindakan tegas. |
Dari tabel di atas, Anda bisa lihat betapa kuatnya kombinasi pemain di film ini. bahasfilm mencatat ini sebagai salah satu casting terbaik untuk film aksi pan-India tahun ini.
Proses Produksi: Menyatukan Dua Industri Film
Jaat adalah debut sutradara Gopichand Malineni di industri Hindi. Sebelumnya ia sukses dengan Veera Simha Reddy di Telugu. Rumah produksi Mythri Movie Makers dan People Media Factory dipercaya menggarap film ini. Anggarannya mencapai sekitar ₹100 crore. Durasi film 153 menit.
Saya menemukan fakta menarik dari proses produksinya. Randeep Hooda awalnya ragu memainkan peran negatif. Namun Sunny Deol membujuknya dengan kalimat bijak. Ia bilang, “Bobby juga main jahat. Tapi orang tidak melihatnya sebagai penjahat. Mereka melihatnya sebagai karakter.”
Menurut saya, ini menunjukkan kedewasaan dan pengalaman Sunny Deol dalam membaca karakter. bahasfilm juga menyoroti bagaimana kolaborasi ini menjadi strategi cerdas untuk menjangkau pasar India Selatan dan Utara sekaligus.
Ide Naskah & Sinematografi: Sentuhan Khas Gopichand Malineni
Gopichand Malineni awalnya ingin membuat film dengan Ravi Teja. Namun setelah Gadar 2 sukses besar, pihak produksi memilih Sunny Deol. Mereka ingin memanfaatkan momentum kebangkitan Sunny Deol di box office.
Rishi Punjabi bertindak sebagai sinematografer. Ia berhasil menangkap lanskap pedesaan Andhra Pradesh dengan indah. Setiap adegan aksi direkam di lokasi nyata seperti Hyderabad, Mangalore, dan Agumbe.
Tim stunt choreographer yang digandeng juga luar biasa. Ada Anal Arasu, Peter Hein, Ram-Lakshman, dan Naga Venkat. Hasilnya, aksi di film ini terasa brutal namun sinematik. Saya paling terkesan dengan adegan Sunny Deol mencabut kipas angin langit-langit. Ia menggunakannya sebagai senjata. Adegan ini ikonik dan sangat dibicarakan di komunitas bahasfilm.
Musik dan latar belakang skor digarap Thaman S. Lagu Touch Kiya dengan penampilan item Urvashi Rautela cukup mencuri perhatian. Namun menurut saya, BGM-lah yang lebih berkesan. Meski kadang terlalu keras, ia berhasil membangun emosi di setiap adegan.
Momen-Momen Tak Terlupakan dalam Film Jaat
Ada beberapa adegan yang menurut saya layak masuk dalam daftar momen terbaik film ini:
- “Sorry Bol”
Permintaan maaf atas idli yang jatuh menjadi running gag lucu. Namun dari sinilah semua kekacauan bermula. Sangat ikonik. - Kipas Angin Sebagai Senjata
Sunny Deol mencabut kipas angin untuk melawan preman. Ini adalah visual yang paling banyak dibicarakan penonton. Gaya ini terinspirasi dari film-film aksi Selatan. - Kekejaman Ekstrem
Film ini tidak main-main. Ada adegan pemenggalan, pemotongan jempol, hingga pembakaran hidup-hidup. Rating dewasa memang pantas disematkan. - Dialog “Dhai Kilo Ka Haath”
Sunny Deol melempar dialog khasnya dengan modifikasi baru: “Dhai kilo ka haath… Pura North dekh chuka hai, ab South dekhega.” - Adegan Penjara
Saat identitas Baldev sebagai “Bulldozer” terungkap, saya ikut merinding. Ini adalah momen klimaks yang penuh kejutan. - Helikopter Climax
Kedatangan Jaat dengan helikopter militer untuk menyelamatkan warga desa. Nuansa epik ala film superhero terasa kuat di sini.
Review Kritikus dan Rating Dunia
Secara kritis, Jaat menuai ulasan beragam. Banyak kritikus menyebut plotnya klise dan kuno. Mereka menilai film ini terlalu mengandalkan formula good vs evil yang sudah usang. Namun penampilan Sunny Deol dan Randeep Hooda mendapat pujian luas.
Berikut rangkuman rating dari agregator terkemuka versi bahasfilm:
| Platform | Skor | Keterangan |
|---|---|---|
| IMDb | 6.0/10 | Berdasarkan 12.500 lebih pengguna. |
| Rotten Tomatoes | 36% (Tomatometer) | 78% (Audience Score) – Ada jurang antara kritikus dan penonton. |
| Metacritic | N/A | Belum tersedia skor khusus untuk film ini. |
Ulasan Media Terkemuka:
- Pinkvilla (2.5/5):
“Sunny Deol mendapatkan presentasi layaknya pahlawan film Selatan dalam cerita baik vs jahat yang klise dan ketinggalan zaman.” - Film Information (3/5):
“Untuk massa, bukan kelas. Adegan kantor polisi luar biasa, tetapi kekerasan berlebihan.” - CNBC TV18:
“Sangat keras dan tak berkesudahan… pesta daging.” - Filmfare (3/5):
“Sunny Deol unggul dalam aksi dan komedi… meskipun terlalu banyak ide acak.”
Saya pribadi setuju dengan audience score di Rotten Tomatoes. Film ini memang untuk penonton yang ingin hiburan aksi tanpa beban cerita rumit.
Kesimpulan: Apakah Waktunya Anda Menonton Jaat?
Jaat adalah film yang dibuat untuk penggemar berat Sunny Deol. Juga untuk pecinta film aksi masala ala India Selatan. Jika Anda mencari plot rumit atau narasi segar, film ini mungkin mengecewakan. Namun jika Anda ingin menikmati aksi berlebihan, dialog pembakar semangat, dan kehadiran Sunny Deol yang ikonik, Jaat layak Anda tonton.
Saat ini Jaat sudah tersedia di Netflix. Film ini sukses di bioskop dengan pendapatan sekitar ₹119 crore di seluruh dunia. Menurut data bahasfilm, ini menjadi salah satu film Hindi terlaris di tahun 2025.

