Dhurandhar (2025): Review Sinopsis Spoiler dan Analisis Film Mata-Mata Epik Ranveer Singh

bahasfilm – Halo Sobat bahasfilm! Kali ini gue mau ajak lo semua ngobrolin film yang lagi hangat di jagat perfilman India. Dhurandhar (2025) adalah film aksi mata-mata garapan sutradara Aditya Dhar. Dia adalah orang yang sama di balik kesuksesan film Uri: The Surgical Strike. Film ini resmi rilis pada 5 Desember 2025 dan langsung jadi perbincangan.

Yang bikin heboh? Durasinya mencapai 214 menit. Itu artinya film ini tayang selama 3 jam 34 menit. Dhurandhar masuk jajaran film India terpanjang dalam dua dekade terakhir. Selain durasi, kontroversi dan pencapaian box officenya juga fantastis.

Di sesi bahasfilm kali ini, gue bakal kupas tuntas semuanya. Mulai dari sinopsis, bocoran alur atau spoiler, karakter pemain, detail produksi, hingga review dari kritikus. Gue juga sertakan rating dari IMDb, Rotten Tomatoes, dan Metacritic. Semua buat lo, pembaca setia di Indonesia.

BACA JUGA : Review Gangnam Zombie (2023): Teror Wabah Zombie di Distrik Mewah Seoul


Sinopsis Film Dhurandhar Versi Bahasfilm

Dhurandhar mengambil latar peristiwa traumatis dalam sejarah India. Ada pembajakan IC-814 di Kandahar tahun 1999. Ada juga serangan Parlemen India tahun 2001. Dari situlah kisah bermula.

Pemerintah India selalu berada dalam posisi reaktif terhadap terorisme. Birokrasi dan politik membuat mereka tak bisa bergerak cepat. Kepala Biro Intelijen atau IB, Ajay Sanyal, akhirnya mengambil tindakan nekat. Dia diperankan oleh aktor kawakan R. Madhavan.

Sanyal menyusun rencana berani tanpa wewenang resmi. Operasi rahasia itu dinamai “Operasi Dhurandhar”. Tapi Sanyal tak merekrut perwira terlatih biasa. Mereka semua sudah terdata oleh musuh.

Dia justru memilih aset yang tak lazim. Namanya Jaskirat Singh Rangi. Dia adalah pemuda Punjab berusia 20 tahun yang sedang dipenjara karena kasus kriminal. Dari pemuda nakal ini, lahirlah seorang agen penyamar.

Jaskirat menjelma menjadi Hamza Ali Mazari. Karakter ini diperankan dengan brilian oleh Ranveer Singh. Tugas Hamza adalah menyusup ke jantung jaringan mafia di Karachi, Pakistan. Target utamanya adalah Rehman Dakait.

Rehman adalah penguasa kriminal di kawasan Lyari. Dia diperankan oleh Akshaye Khanna yang legendaris. Rehman punya hubungan erat dengan Inter-Services Intelligence atau ISI Pakistan. Dialah yang menjadi target utama operasi paling berisiko ini.


Spoiler Bahasfilm: Alur Lengkap dan Klimaks Film

Peringatan: Bagian ini mengandung bocoran alur atau spoiler berat. Kalau lo belum nonton dan ingin menikmati film tanpa gangguan, lewati bagian ini dulu ya. Tapi kalau lo emang penasaran dan pengen bahasfilm lebih dalam, mari kita bedah bersama.

Infiltrasi dan Perebutan Kepercayaan

Dhurandhar dibagi ke dalam beberapa babak. Hamza tiba di Lyari dengan identitas barunya. Dia bekerja serabutan sambil mempelajari dinamika geng di sana. Hidup di kawasan kumuh Karachi bukan perkara mudah.

Peluang emas akhirnya datang. Hamza menyelamatkan putra bungsu Rehman yang bernama Faizal. Faizal diserang oleh geng pesaing. Geng itu dipimpin oleh Babu Dakait yang tak lain adalah ayah Rehman sendiri.

Aksi heroik Hamza menarik perhatian Uzair Baloch. Uzair adalah tangan kanan sekaligus sepupu Rehman. Hamza direkrut karena keahliannya menggunakan senjata. Perlahan tapi pasti, Hamza mulai naik daun.

Dia menjadi orang kepercayaan Rehman. Hamza terlibat dalam produksi senjata ilegal. Dia juga menyaksikan sendiri bagaimana ISI bekerja. Perwira kejam bernama Mayor Iqbal memperalat geng kriminal. Arjun Rampal memerankan Mayor Iqbal dengan sangat meyakinkan.

Tujuan mereka jelas: melancarkan teror terhadap India. Hamza menyaksikan penyiksaan terhadap mata-mata India. Dia juga mengetahui rencana serangan besar-besaran. Termasuk serangan yang kelak kita kenal sebagai 26/11 Mumbai.

Di tengah misi berbahaya ini, Hamza jatuh cinta. Dia bertemu Yalina, putri politikus berpengaruh Jameel Jamali. Yalina diperankan oleh Sara Arjun, sementara Jameel dimainkan oleh Rakesh Bedi. Hubungan ini ternyata menjadi kunci strategis.

Hamza memanfaatkan hubungan itu untuk memecah belah aliansi. Aliansi antara Rehman, politikus, dan polisi mulai goyah. Yang bikin kami di tim bahasfilm tercengang adalah bagaimana Hamza menjaga keseimbangan antara cinta dan pengkhianatan.

Eksekusi dan Pengkhianatan

Tahun 2008, serangan Mumbai terjadi. Hamza sudah memberi peringatan, tapi tak digubris. Serangan itu gagal dicegah. Sejak saat itu, Hamza bertekad bulat. Dia harus menghancurkan jaringan teror dari dalam.

Hamza diam-diam membangun aliansi baru. Dia bekerja sama dengan Jameel Jamali. Dia juga menggandeng Kepala Polisi Karachi yang kontroversial, SP Chaudhary Aslam. Karakter Aslam diperankan oleh Sanjay Dutt dan berdasarkan tokoh nyata.

Mereka menyusun rencana jebakan. Eksekusi dilakukan di hari pernikahan Hamza dan Yalina. Rehman mengira akan menghadiri pertemuan politik penting. Hamza justru mengarahkan mobil Rehman ke lokasi penyergapan Aslam.

Di dalam mobil, terjadi perkelahian sengit. Hamza berhasil melumpuhkan Rehman. Dia menyeret bos mafia itu keluar mobil. Aslam kemudian melukai Rehman hingga kritis dengan cara yang brutal.

Tapi untuk menjaga citra, Hamza berpura-pura menyelamatkan Rehman. Dialah yang membawa Rehman ke rumah sakit. Rehman dinyatakan meninggal dunia. Hamza pulang ke rumah dengan baju berlumuran darah. Yalina yang melihatnya ketakutan setengah mati.

Plot Twist dan Persiapan Sekuel

Saat Yalina tertidur pulas, Hamza membuka buku harian rahasianya. Dengan cairan khusus, dia memperlihatkan tinta tak terlihat. Lembaran baru dalam buku itu menampilkan deretan nama.

Nama Rehman Dakait sudah dicoret. Tapi muncul nama-nama baru. Semuanya adalah tokoh militer dan teroris Pakistan. Mayor Iqbal yang kejam juga masuk dalam daftar.

Inilah fase sebenarnya dari Operasi Dhurandhar. Tujuan operasi ini bukan sekadar membunuh Rehman. Tujuan utamanya adalah menguasai jaringan kriminal Karachi. Dari dalam, Hamza bisa menghabisi target-target bernilai tinggi satu per satu.

Menurut tim bahasfilm, plot twist ini membuka peluang besar. Sekuelnya dipastikan akan lebih dahsyat. Jangan lewatkan analisis lanjutan kami setelah sekuelnya rilis nanti.


Karakter dan Pemain Film Dhurandhar (Review Bahasfilm)

Salah satu kekuatan utama Dhurandhar adalah jajaran pemainnya. Mereka semua adalah aktor papan atas India. Kolaborasi mereka menghasilkan chemistry yang luar biasa.

Buat lo yang suka bahasfilm soal karakter, berikut daftar lengkapnya:

PemeranKarakterDeskripsi Singkat
Ranveer SinghHamza Ali Mazari / Jaskirat Singh RangiAgen IB penyamar asal Punjab. Ini penampilan paling kalem dan dewasa dari Ranveer.
Akshaye KhannaRehman DakaitRaja kriminal Lyari. Banyak kritikus menyebutnya sebagai pencuri perhatian utama film ini.
R. MadhavanAjay SanyalKepala IB, inspirasi karakternya dari NSA Ajit Doval. Penampilannya singkat tapi sangat kuat.
Sanjay DuttSP Chaudhary AslamPerwira polisi Karachi yang kejam. Karakternya berdasarkan tokoh nyata yang kontroversial.
Arjun RampalMayor IqbalPerwira ISI kejam. Karakternya terinspirasi dari Ilyas Kashmiri.
Sara ArjunYalina JamaliIstri Hamza, putri politikus Jamali.
Rakesh BediJameel JamaliPolitisi oportunis Pakistan. Karakternya berdasarkan Nabil Gabol.

Pemeran pendukungnya juga tak kalah kuat. Ada Gaurav Gera sebagai Mohammad Aalam. Dia adalah agen IB yang membantu Hamza dari jauh. Danish Pandor memerankan Uzair Baloch dengan apik. Naveen Kaushik, Manav Gohil, dan Saumya Tandon juga turut meramaikan film ini.

Yang menarik dari sudut pandang bahasfilm, setiap karakter punya lapisan emosi yang kompleks. Mereka bukan sekadar tokoh hitam-putih. Rehman Dakait, misalnya, brutal tapi juga politikus ulung. Dia juga ayah yang peduli pada keluarganya.


Detail Pembuatan Film Dhurandhar: Mahakarya 4 Tahun

Proses produksi Dhurandhar tak kalah ambisius dari ceritanya. Tim di balik layar bekerja keras selama bertahun-tahun. Berikut poin-poin penting yang wajib lo tahu saat bahasfilm soal teknis produksi.

Konsep Dua Bagian
Awalnya film ini digarap sebagai satu kesatuan utuh. Durasinya sekitar 7 jam! Selama pascaproduksi Oktober 2025, Aditya Dhar sadar akan kompleksitas narasinya. Dia memutuskan membagi film menjadi dua bagian. Part 2: The Revenge dijadwalkan rilis 19 Maret 2026.

Waktu Produksi
Aditya Dhar menghabiskan hampir empat tahun. Waktu itu dipakai untuk penulisan skenario dan pembangunan dunia atau world-building. Syuting utama untuk kedua bagian dilakukan berturut-turut. Prosesnya berlangsung dari Juli 2024 hingga Oktober 2025.

Lokasi Syuting
Pengambilan gambar berlangsung di berbagai lokasi.Sayangnya, syuting di Ladakh sempat terhenti. Lebih dari 100 kru keracunan makanan di lokasi.

Konsultan Riset
Aditya Dhar ingin akurasi geopolitiknya terjaga. Dia menggandeng Aditya Raj Kaul sebagai konsultan riset. Kaul adalah jurnalis keamanan nasional dari NDTV yang kredibel.

Kontroversi Hak Cipta
Sebelum rilis, film ini menghadapi gugatan. Keluarga mendiang Mayor Mohit Sharma keberatan. Mayor Sharma adalah pahlawan operasi rahasia di Kashmir. Janda Chaudhary Aslam juga protes dengan penggambaran suaminya. CBFC akhirnya memeriksa ulang film ini. Hasilnya, film dinyatakan lolos sensor dengan sertifikat ‘A’. Tidak ada kaitan langsung dengan Mayor Sharma.

Menurut tim bahasfilm, kontroversi ini justru menaikkan rasa penasaran publik. Orang jadi makin penasaran dan ingin menonton.


Sinematografi dan Musik: Gaya Visual yang Tajam

Sinematografer Vikash Nowlakha layak mendapat aplaus. Dia berhasil menangkap esensi gelap kawasan Lyari. Kawasan kumuh itu terasa hidup dan mencekam. Kontras dengan ruang-ruang kekuasaan di Islamabad yang dingin dan mewah.

Aditya Dhar menggunakan gaya bertahap atau chapter-wise. Gaya ini mengingatkan pada serial kriminal macam Narcos atau Mirzapur. Setiap babak punya nuansa visual yang berbeda.

Sorotan utama dari segi teknis yang menarik untuk bahasfilm:

Sinematografi
Penggunaan kamera genggam sangat intens. Terutama untuk adegan kekerasan. Komposisi lebar dipakai untuk memperlihatkan skala aksi yang epik. Desain produksi juga detail membangun suasana era 2000-an.

Musik
Skor latar digarap Shashwat Sachdev. Dia adalah komposer yang sukses dengan musik Uri. Di Dhurandhar, dia memadukan orkestra patriotik dengan irama elektronik. Hasilnya mencekam dan menegangkan.

Penggunaan Lagu Retro
Ada hal unik dalam film ini. Dua adegan aksi besar justru diiringi lagu klasik Hindi. Lagu “Ramba Ho” dan “Piya Tu” diputar di tengah kekerasan. Kontras ini menciptakan pengalaman sinematik yang tak terlupakan.

Lagu “Shararat”
Awalnya lagu ini direncanakan sebagai item number. Tamannaah Bhatia akan membawakannya. Tapi Aditya Dhar mengubah konsep. Dia menjadikannya duet antara Ayesha Khan dan Krystle D’Souza. Perubahan ini dilakukan agar lagu tetap relevan dengan alur cerita.

Lagu “Fa9la”
Ini adalah lagu pengantar karakter Rehman Dakait. Lagunya menggunakan beat dari rapper Bahrain, Flipperachi. Hasilnya? Lagu ini viral dan masuk chart Spotify Global. Buat gue pribadi, lagu ini mewakili keganasan Rehman dengan sempurna.


Poin-Poin Penting dan Menarik dalam Alur Film

Setelah nonton dan bahasfilm dengan tim, gue merangkum lima poin penting. Ini adalah hal-hal yang membuat Dhurandhar berbeda dari film mata-mata kebanyakan.

1. Dekonstruksi Pahlawan
Hamza bukan agen super ala James Bond. Dia adalah pria biasa yang dipaksa menjadi mesin pembunuh. Konflik batinnya sangat kuat. Ada patriotisme, trauma masa lalu, dan ambisi pribadi. Semua bercampur jadi satu. Dalam pandangan bahasfilm, ini adalah pendekatan paling manusiawi dalam film mata-mata India.

2. Rehman Dakait sebagai Antagonis Berlapis
Akshaye Khanna berhasil menghadirkan penjahat yang tidak satu dimensi. Rehman brutal, itu pasti. Tapi dia juga politikus ulung yang paham strategi. Dia ayah yang peduli pada anak-anaknya. Banyak kritikus menyamakan Rehman dengan Hans Landa-nya Christoph Waltz. Pujian setinggi itu pantas untuk Khanna.

3. Propaganda versus Realita
Film ini tidak malu menampilkan sentimen nasionalis. Dialog R. Madhavan cukup menohok. Banyak yang menafsirkan ini sebagai dukungan terhadap pemerintahan Modi. Adegan wawancara palsu tentang kegagalan intelijen 26/11 juga menuai kritik tajam.

4. Kekerasan Grafis
Dhurandhar mendapat rating A karena adegan kekerasannya. Eksplisit dan brutal. Adegan penyiksaan oleh Arjun Rampal bikin merinding. Pertarungan akhir yang berdarah juga tak kalah sadis. Beberapa kritikus menyebutnya sebagai “torture porn”. Tapi bagi penonton dewasa, ini justru menambah realistis cerita.

5. Ambisi Dua Bagian
Banyak yang merasa film pertama ini terlalu panjang. Ada terlalu banyak karakter dan latar yang diperkenalkan. Tujuannya jelas untuk membangun sekuel. Akibatnya, fokus pada perjalanan Hamza seringkali teralihkan. Tapi tim bahasfilm melihat ini sebagai investasi. Part 2 nanti akan terasa lebih greget karena fondasinya sudah kuat.


Review dan Rating Film Dhurandhar

Dhurandhar menjadi fenomena unik. Ada jurang pemisah yang lebar antara kepuasan penonton dan skor kritikus. Mari kita lihat datanya.

Rating Agregator

  • IMDb8.6/10
    Rating ini diambil dari lebih dari 500 pengguna per Desember 2025. Angka ini menandakan penerimaan luar biasa dari penonton umum.
  • Rotten Tomatoes50%
    Angka ini dari 12 kritikus. Tapi beberapa sumber mencatat angka 75% dari ulasan yang lebih beragam. Skor audiens tidak tersedia.
  • Metacritic68/100
    Angka ini menandakan ulasan yang umumnya positif.

Sorotan Review Positif

Bollywood Hungama (3/5)
Media ini memuji film sebagai tontonan layar lebar yang ambisius. Mereka menyebutnya memiliki keahlian tertinggi atau top-notch craft. Penampilan Ranveer Singh disebut sebagai yang terbaik dalam kariernya.

Times of India (3.5/5)
Mereka menyebut Dhurandhar sebagai perpanjangan semangat “Yeh naya India hai” dari Uri. Film ini dipuji karena tidak pernah kendur meski durasinya panjang.

Pujian untuk Aktor
Semua kritikus sepakat memuji Akshaye Khanna. Dia adalah pencuri perhatian utama. Bahkan kritikus yang paling keras pun mengakui karismanya. Aktingnya digambarkan “menggetarkan” dan “menyeramkan”.

Sorotan Review Negatif

The Hollywood Reporter India
Media ini menyebut film sebagai “All Style, No Substance”. Mereka mengkritik Dhurandhar sebagai film gangster yang lupa kalau dirinya adalah drama mata-mata.

Scroll.in
Mereka menyebutnya sebagai “techno-jingo gorefest”. Film ini dianggap hanya mengandalkan kekerasan tanpa kedalaman cerita.

The Hindu
Kritik ditujukan pada “keperkasaan nasionalis” yang berlebihan. Nada propaganda dinilai mengganggu alur cerita yang seharusnya rapi.

Telegraph India
Mereka kecewa dengan ritme lambat. Struktur film seperti serial OTT yang dipaksakan menjadi film panjang.


Box Office: Mengalahkan Ekspektasi

Terlepas dari perdebatan kualitas, Dhurandhar adalah raksasa box office. Hingga 10 hari penayangan, film ini meraup lebih dari ₹556 crore. Dalam rupiah, angka itu sekitar Rp 1 triliun lebih.

Film ini mencatatkan rekor second weekend tertinggi. Rekor itu sepanjang sejarah perfilman Hindi. Dhurandhar berhasil mengalahkan Pushpa 2: The Rule.

Kesuksesan ini membuktikan daya tarik Ranveer Singh. Cerita yang kuat juga beresonansi dengan audiens massa. Terutama di sirkuit kota-kota kecil seperti Mumbai, Delhi-UP, dan Punjab.

Data box office ini menjadi bukti. Film ini layak masuk daftar bahasfilm wajib tahun ini.


Kesimpulan: Layakkah Ditonton? (Pendapat Bahasfilm)

Dhurandhar bukan film yang mudah dilupakan. Entah karena kualitasnya, entah karena kontroversinya. Bagi penonton Indonesia yang suka film laga brutal, ini tontonan tepat. Skala epik dan permainan politik yang kompleks akan memuaskan dahaga lo.

Penampilan Akshaye Khanna sendirian layak jadi alasan. Lo harus nonton film ini di bioskop untuk merasakan kehebatannya.

Tapi ada catatan buat lo yang sensitif. Kalau lo terganggu dengan propaganda politik, siap-siap saja. Kalau lo tidak sabar dengan durasi panjang, lo bakal merasa kelelahan. Apalagi klimaks sebenarnya baru akan terjadi di sekuel tahun depan.

Rating Kesimpulan: 3.5/5 Bintang

Nilai plus untuk akting, sinematografi, dan ambisi besar film ini. Nilai minus untuk durasi dan narasi yang kadang kehilangan fokus.

Menurut tim bahasfilm, ini adalah tontonan wajib bagi penggemar berat film laga epik. Jangan lupa kunjungi bahasfilm untuk diskusi lebih lanjut. Kami juga punya review film-film terkini lainnya yang tak kalah seru.

Dhurandhar: Part 2 – The Revenge dijadwalkan tayang pada 19 Maret 2026. Pantau terus bahasfilm untuk ulasan eksklusif sekuelnya. Begitu rilis nanti, kami akan langsung mengupas tuntas.