bahasfilm – telah menonton dan mengulas secara mendalam film London Calling. Sebuah film aksi komedi yang menghadirkan kisah unik. Bayangkan seorang pembunuh bayaran rabun jauh harus mengasuh remaja kikuk. Perpaduan tembakan intens dengan kehangatan hubungan ayah-anak ini terasa segar. Sutradara Allan Ungar berhasil meraciknya dengan apik. Dibintangi Josh Duhamel, film ini menawarkan tontonan seru. Cocok untuk menemani akhir pekan Anda. Simak sinopsis lengkap, spoiler, dan daftar pemeran hanya di bahasfilm!
BACA JUGA : Review The Flash 2023: Sinopsis & Rating IMDb | Bahasfilm
Sinopsis Film London Calling dari bahasfilm
Tommy Ward (Josh Duhamel) adalah hitman Amerika di London. Hidupnya kacau setelah salah membunuh target. Korban adalah sepupu bos kriminal terkenal, Freddy Darby (Aidan Gillen). Tommy terpaksa kabur ke Los Angeles. Ia meninggalkan putra kecilnya di London.
Di LA, Tommy bekerja untuk bos baru bernama Benson (Rick Hoffman). Benson adalah pria licik dan narsis. Tommy ingin pulang menemui putranya. Ia membuat kesepakatan dengan Benson. Tommy akan mengajari Julian (Jeremy Ray Taylor), putra remaja Benson. Julian canggung dan gemar bermain LARP. Tommy harus membuatnya menjadi “pria sejati”. Imbalannya, Benson mengatur kepulangannya ke London.
Masalah muncul saat Julian ikut “magang kerja”. Mereka menjalankan kontrak pembunuhan terhadap assassin legendaris. Tugas sederhana berubah menjadi kekacauan total. Baku tembak, kejar-kejaran mobil, dan ledakan terjadi di mana-mana. Namun di tengah kekacauan, hubungan tak terduga terbentuk. Hitman tangguh dan remaja polos saling menyelamatkan.
Spoiler Alur Lengkap Film Versi bahasfilm
Babak Pembuka: Kesalahan Fatal Tommy
Film dibuka dengan adegan stylish di klub malam London. Tommy menjalankan misi dengan setelan rapi. Lampu neon berkelap-kelip di sekitarnya. Penglihatan Tommy mulai memburuk. Ia menolak memakai kacamata. Akibatnya, ia salah menembak target. Tommy membunuh pria bertopeng keledai, bukan kuda. Korban ternyata kerabat Freddy Darby. Aidan Gillen memerankan bos kriminal itu dengan dingin.
Pelarian ke LA dan Kesepakatan Baru
Tommy kabur ke Los Angeles. Ia meninggalkan mantan istri dan putranya di London. Di LA, ia bergabung dengan Benson. Rick Hoffman tampil beda dengan kulit terbakar matahari. Kalung Magen David besar menghiasi dadanya yang berbulu. Benson adalah bos kriminal Yahudi di San Fernando Valley. Tommy ingin pulang ke London. Benson mengajukan syarat: ajari putranya Julian menjadi pria sejati.
Julian: Remaja Canggung Pencinta LARP
Julian adalah remaja kutu buku tipikal. Ia sering dibully teman-temannya. Ia canggung saat berinteraksi dengan gadis. Julian lebih nyaman bermain LARP (Live Action Role Play). Dunia fantasi terasa lebih aman baginya. Benson menganggap putranya sebagai “pecundang”. Ia ingin Tommy “mengeraskan” Julian.
Magang Berdarah Julian
Tommy membawa Julian dalam kontrak pembunuhan berikutnya. Target mereka adalah Alistair McRory (Neil Sandilands). Alistair adalah assassin legendaris yang mengalami gangguan jiwa. Ia berpotensi membocorkan rahasia ke polisi. Julian awalnya ketakutan luar biasa. Namun kemampuannya bermain video game berguna. Ia ternyata mahir menggunakan senjata.
Ikatan Ayah-Anak Palsu yang Menghangatkan
Di tengah kekacauan, Tommy dan Julian membentuk ikatan emosional. Tommy melihat Julian sebagai pengganti putra kandungnya. Julian menemukan figur ayah yang tak pernah ia dapat dari Benson. Perlahan Tommy mengajarkan keterampilan bertahan hidup. Julian membantu Tommy melihat dunia dengan cara berbeda.
Kejaran Freddy Darby
Freddy Darby berhasil melacak keberadaan Tommy di Amerika. Ia datang ke LA untuk balas dendam. Saat konfrontasi akhir terjadi, ancaman Darby terasa kurang menegangkan. Film terlalu fokus pada hubungan Tommy-Julian. Namun momen ini tetap penting dalam alur cerita.
Puncak Konfrontasi yang Menegangkan
Dalam pertarungan klimaks, Tommy dan Julian bekerja sama. Mereka menghadapi anak buah Darby dengan berani. Julian membuktikan dirinya bukan lagi remaja canggung. Tommy akhirnya menyadari makna keluarga sejati. Keluarga tidak selalu tentang hubungan darah. Film diakhiri dengan Tommy kembali ke London. Ia menemui putra kandungnya. Namun ia tetap menjaga hubungan dengan Julian.
Daftar Pemeran Film London Calling Sorotan bahasfilm
| Pemeran | Karakter | Peran dalam Film | Dikenal Sebagai |
|---|---|---|---|
| Josh Duhamel | Tommy Ward | Hitman Amerika yang kabur ke LA | Transformers, Bandit, Las Vegas |
| Jeremy Ray Taylor | Julian | Remaja canggung putra Benson | IT, IT Chapter Two, Goosebumps 2 |
| Rick Hoffman | Benson | Bos kriminal LA yang narsis | Louis Litt dalam Suits |
| Aidan Gillen | Freddy Darby | Bos kriminal London pemburu Tommy | Littlefinger dalam Game of Thrones |
| Arnold Vosloo | Harry | Membantu Tommy melarikan diri ke AS | Imhotep dalam The Mummy |
| Neil Sandilands | Alistair McRory | Assassin legendaris target Tommy | The Flash, Sweet Tooth |
| Finnley Barnett | Oliver Ward | Putra Tommy yang tinggal di London | – |
Detail Pembuatan Film London Calling ala bahasfilm
Proses Produksi dan Syuting di Afrika Selatan
London Calling diproduksi oleh Barreling Wave dan Short Porch Pictures. Mannequin Films juga terlibat dalam produksi ini. Distribusi ditangani oleh Quiver Distribution. Proses syuting berlangsung di Cape Town, Afrika Selatan. Jadwal syuting dimulai Desember 2023 hingga Januari 2024.
Produksi film ini sempat tertunda cukup lama. Pemogokan SAG-AFTRA tahun 2023 menjadi penyebab utamanya. Jadwal syuting molor hingga liburan Natal. Josh Duhamel hampir melewatkan kelahiran putranya. Jadwal syuting sangat padat saat itu. Namun ia berhasil pulang tepat waktu.
Film ini pertama kali diputar di Toronto International Film Festival. Program Industry Selects menayangkannya pada 7 September 2024. Rilis teatrikal baru terjadi setahun kemudian.
Sutradara Allan Ungar dan Proses Kreatifnya
Allan Ungar adalah sutradara asal Kanada berbakat. Ia dikenal lewat film Bandit (2021) bersama Josh Duhamel. Film pendek Uncharted buatannya sempat viral pada 2018. Ia kembali bekerja sama dengan Duhamel di film ini.
Ungar menerima naskah London Calling di hari terakhir syuting Bandit. Ia butuh tiga minggu untuk membacanya karena kelelahan. Ungar kemudian menghabiskan tiga bulan mengedit naskah. Ia “menyuntikkan lebih banyak hati ke dalamnya”. Ia juga menambahkan elemen gangster Yahudi ke cerita. Peristiwa 7 Oktober menjadi inspirasi perubahan ini. Karakter Benson diubah dari pria Irlandia pemarah. Ia menjadi tokoh Yahudi di San Fernando Valley.
Ide dan Naskah yang Unik
Naskah film ini ditulis oleh tiga penulis berbakat. Mereka adalah Omer Levin Menekse, Quinn Wolfe, dan Allan Ungar. Perubahan karakter Benson terjadi setelah Allan Ungar merasa terpanggil. Sebagai orang Yahudi, ia ingin menambahkan nuansa kultural pasca-7 Oktober.
Rick Hoffman antusias dengan perubahan karakternya. Ia memakai spray tan tebal untuk peran ini. Kalung Magen David besar menjuntai di dadanya yang berbulu. Dialog Benson dipenuhi referensi Yahudi autentik. Ia memanggil Julian “bubeleh” dengan penuh kasih. Ia menyebut “berada di padang pasir selama 100 tahun”. Julian kemudian mengoreksinya menjadi 40 tahun. Sebuah hanukkiah terlihat di latar belakang beberapa scene.
Awalnya ada adegan di sinagog dalam naskah. Kru kesulitan menemukan rumah ibadah yang bersedia. Satu sinagog konservatif di Cape Town menolak. Mereka menganggapnya “terlalu berisiko” pasca-7 Oktober. Protes pro-Palestina terjadi di kota tersebut. Adegan akhirnya diambil di pusat komunitas. Sayangnya adegan ini dipotong dari film final.
Sinematografi Alexander Chinnici
Alexander Chinnici bertindak sebagai direktur fotografi. Gaya visual film ini mendapat banyak pujian. Sajian sinematografi yang halus menjadi nilai plus. Penggunaan praktikal efek juga patut diacungi jempol.
Salah satu keunggulan film ini adalah penggunaan aksi praktikal. Baku tembak dilakukan secara nyata tanpa CGI berlebihan. Kejar-kejaran mobil juga menggunakan efek praktikal. Ledakan dibuat sesungguhnya untuk kesan autentik. Ini sering hilang dari film laga modern.
Kontras visual antara dua kota sangat terasa. London digambarkan gelap dan penuh neon. Los Angeles cerah dengan terik matahari menyengat. Kontras ini memperkuat perubahan situasi Tommy.
Poin Menarik Film London Calling Versi bahasfilm
- Gagal Pakai Kacamata Jadi Pemicu Utama – Alur film bergerak karena Tommy menolak periksa mata. Ini menjadi running gag lucu sepanjang film. Adegan baku tembak sering meleset karena penglihatannya buram.
- Soundtrack Vengaboys yang Ikonik – Sutradara Allan Ungar menggunakan lagu “We Like to Party!”. Lagu Vengaboys ini muncul dengan cara tak terduga. Hasilnya brilian dan menghibur penonton.
- Referensi Budaya Pop Tahun 80-90an – Film ini penuh noda pada sinema klasik. Midnight Run dan Rush Hour menjadi inspirasi utama. Penggemar film lama akan tersenyum melihatnya.
- Koneksi Yahudi yang Halus – Representasi Yahudi dilakukan secara subtle. Film tak pernah menyebut kata “Yahudi” secara eksplisit. Namun penonton bisa menangkap nuansa kulturalnya.
- Lokasi Syuting yang Tak Biasa – Meski berlatar London dan LA, syuting di Cape Town. Afrika Selatan menjadi lokasi utama produksi. Ini pilihan lokasi yang unik dan menarik.
- Dedikasi untuk Sang Ayah – Sutradara Allan Ungar mendedikasikan film ini. Dedikasi untuk ayahnya, Thomas Ungar. Nama Thomas kebetulan sama dengan karakter utama.
Review dan Rating Film London Calling dari bahasfilm
Rating dari Agregator Film Terkemuka
| Platform | Skor | Catatan |
|---|---|---|
| IMDb | ⭐ 5.7/10 | Dari lebih 2.400 pengguna |
| Rotten Tomatoes (Kritikus) | 50% | Berdasarkan 28 ulasan |
| Rotten Tomatoes (Audience) | 75% | Skor penonton jauh lebih tinggi |
| Metacritic | – | Data belum tersedia |
Ulasan Film Internasional
Positif :
- The Action Elite memberi nilai 4/5 bintang. Mereka menyebutnya “salah satu komedi aksi terbaik tahun ini”. Duhamel dan Taylor “bersinar dari awal hingga akhir”.
- Movie Scene Canada menulis ulasan mendalam. Film ini tidak hanya menghibur. Ia juga “memberikan pengalaman emosional yang beresonansi”.
- Exclaim! memuji penampilan Josh Duhamel. Ia “menyenangkan sebagai hitman kumal dengan hati emas”.
Negatif :
- Peyton Robinson (RogerEbert.com) memberi ulasan negatif. Film ini “banyak tersandung” meski niatnya bersenang-senang. Humor terlalu sederhana dan plot mudah ditebak.
- The Guardian menulis kritik membangun. Meski ada momen-momen baik, film butuh penulisan lebih kuat.
- JoBlo.com memberi nilai 6/10. Kimia Duhamel-Taylor dipuji. Namun naskah tipis dan durasi 15 menit terlalu panjang.
Respons Positif Penonton Bioskop
Skor penonton di Rotten Tomatoes mencapai 75 persen. Angka ini jauh di atas skor kritikus. Seorang pengguna menulis komentar antusias. “Not sure how anyone could hate this movie.” Penonton lain memujinya sebagai “crowd pleaser“. Film ini mengingatkan pada era 80-an dan 90-an.
Kesimpulan: Apakah Film London Calling Layak Ditonton?
London Calling mungkin bukan film yang sempurna. Plotnya klise dan mudah ditebak sejak awal. Humornya kadang terlalu sederhana dan kekanakan. Durasinya sedikit kepanjangan untuk genre ini.
Namun kimia antara Josh Duhamel dan Jeremy Ray Taylor luar biasa. Chemistry ini berhasil mengangkat materi tipis jadi tontonan menghibur. Mereka berdua cocok beradu akting.
Bagi penggemar film persahabatan klasik, film ini cocok. Midnight Run atau My Spy adalah pembanding yang tepat. Kombinasi aksi dan hati tersaji pas di sini. Sutradara Allan Ungar membuktikan kemampuannya. Ia meracik film laga beranggaran kecil dengan meyakinkan.
Film ini cocok ditonton saat santai akhir pekan. Anda mencari tontonan ringan dengan tembakan seru? Ingin tawa hangat di sela aksi menegangkan? London Calling jawabannya. Kunjungi bahasfilm untuk ulasan film terbaru. Dapatkan rekomendasi film pilihan setiap minggunya!

