bahasfilm – Film Killing Romance (2023) merupakan salah satu film Korea Selatan yang tampil berbeda dari kebanyakan film komersial. Disutradarai oleh Lee Won-suk, film ini memadukan unsur komedi, musikal, dan gaya visual yang sangat stilistik. Dengan alur cerita yang tidak biasa serta karakter yang dibuat seperti karikatur, film ini menghadirkan pengalaman menonton yang segar dan unik.
Dalam artikel ini, bahasfilm akan mengulas cerita, karakter, serta gaya visual yang membuat Killing Romance begitu menonjol di antara film Korea lainnya.
Baca juga : Review Film Men of Plastic (2022): Komedi Satir Lim Jin-soon

Sinopsis Singkat Killing Romance
Killing Romance mengikuti kisah Hwang Yeo-rae, seorang aktris populer yang memutuskan pensiun dari dunia hiburan. Ia kemudian menikah dengan seorang taipan pulau bernama Jonathan Na, pria kaya raya yang narsis dan sangat posesif.
Alih-alih menjalani kehidupan bahagia, Yeo-rae justru merasa terjebak dalam pernikahan yang tidak sehat. Keinginannya untuk kembali ke dunia akting membuatnya berusaha mencari jalan keluar dari situasi tersebut.
Dalam usahanya untuk mendapatkan kebebasan, Yeo-rae bekerja sama dengan seorang penggemarnya yang fanatik, Beom-woo, seorang mahasiswa yang mengidolakan Yeo-rae secara berlebihan. Bersama-sama, mereka menyusun rencana komedi yang cukup nekat untuk menyingkirkan Jonathan Na.
Karakter yang Berwarna dan Karikatural
Salah satu daya tarik utama film ini terletak pada karakter-karakternya yang terasa sangat teatrikal.
- Lee Ha-nee berperan sebagai Hwang Yeo-rae, aktris yang ingin merebut kembali kebebasan dan kariernya.
- Lee Sun-kyun memerankan Jonathan Na, suami kaya yang narsis, posesif, dan penuh tingkah dramatis.
- Gong Myung tampil sebagai Beom-woo, mahasiswa yang menjadi pengikut setia “Yeoraeisme”.
Penampilan Lee Sun-kyun khususnya terasa mencolok karena karakter Jonathan Na digambarkan dengan gaya yang hampir seperti tokoh kartun berlebihan, lucu, sekaligus menjengkelkan.
Gaya Visual yang Surealis dan Penuh Warna
Killing Romance dikenal dengan estetika visualnya yang sangat mencolok. Film ini menghadirkan warna-warna cerah, set yang teatrikal, serta adegan musikal yang terasa surealis.
Pendekatan visual tersebut membuat film ini terasa lebih seperti pertunjukan panggung yang hidup daripada sekadar film komedi biasa. Inilah yang membuatnya terlihat berbeda dari banyak film Korea mainstream yang biasanya lebih realistis.
Gaya unik ini juga menjadi salah satu alasan mengapa film ini sering dibahas oleh para penikmat sinema yang mencari sesuatu yang lebih eksperimental. Dalam berbagai ulasan di bahasfilm, film ini sering disebut sebagai contoh berani dari komedi Korea yang mencoba keluar dari formula umum.
Komedi Romantis yang Tidak Konvensional
Meskipun memiliki elemen komedi romantis, Killing Romance tidak mengikuti pola cerita rom-com tradisional. Ceritanya penuh absurditas, humor gelap, serta situasi yang sengaja dibuat berlebihan.
Alih-alih hanya fokus pada romansa, film ini juga menyentuh tema kebebasan pribadi, obsesi penggemar, dan kehidupan selebritas dengan pendekatan yang satir.
Kesimpulan
Killing Romance (2023) adalah film yang berani tampil berbeda. Dengan kombinasi komedi absurd, elemen musikal, dan visual yang sangat bergaya, film ini memberikan pengalaman menonton yang unik.
Bagi penonton yang mencari film Korea dengan pendekatan kreatif dan tidak biasa, Killing Romance bisa menjadi pilihan menarik. Film ini membuktikan bahwa komedi romantis masih bisa dieksplorasi dengan cara yang segar dan penuh kejutan.

