bahasfilm – David Ayer dan Jason Statham kembali berkolaborasi. Setelah sukses dengan The Beekeeper (2024), mereka menghadirkan A Working Man. Film action thriller ini dijamin membuat darah Anda mendidih. Bahasfilm menghadirkan ulasan eksklusif dan mendalam untuk Anda.
Diangkat dari novel Levon’s Trade karya Chuck Dixon, naskahnya ditulis Sylvester Stallone. Film ini menjanjikan aksi brutal dan kisah balas dendam personal. Rilis pada 28 Maret 2025, film ini langsung mencuri perhatian. Adu fisiknya intens dan dibintangi jajaran aktor papan atas.
Bagi penggemar film laga, A Working Man adalah tontonan wajib. Film ini memadukan unsur mystery, kriminalitas, dan aksi khas Jason Statham. Simak ulasan eksklusif dari bahasfilm berikut ini. Kami mengupas tuntas dari sinopsis hingga rating film.
BACA JUGA : Hijack 1971 (2024): Thriller Aksi Berdasarkan Kisah Nyata Pembajakan Pesawat
bahasfilm Eksklusif: Sinopsis Singkat Mantan Marinir Mencari Keadilan
Levon Cade adalah mantan Komando Marinir Kerajaan Inggris. Diperankan Jason Statham, ia memilih hidup tenang. Ia bekerja sebagai mandor konstruksi di Chicago. Levon bekerja untuk keluarga Garcia—Joe (Michael Peña), Carla, dan putri mereka, Jenny (Arianna Rivas). Mereka sangat menghormatinya.
Levon menyembunyikan masa lalu kelamnya. Ia sedang berjuang mendapatkan hak asuh putrinya, Merry (Isla Gie). Mertuanya tidak menyukai Levon. Namun, ketenangan itu hancur dalam semalam. Jenny diculik sindikat perdagangan manusia Rusia yang kejam.
Polisi tak mampu bergerak cepat. Joe yang putus asa memohon Levon menggunakan “keahlian khususnya”. Ia harus menemukan Jenny. Awalnya menolak, Levon akhirnya setuju. Sahabatnya, Gunny Lefferty (David Harbour), mengingatkan arti sebuah janji. Gunny adalah mantan marinir buta.
Levon mengubah Chicago menjadi ladang buruan. Dari bar tempat Jenny terakhir terlihat, ia membongkar jaringan kriminal. Jaringan ini dipimpin bos Mafia Rusia, Symon Kharchenko (Andrej Kaminsky). Algojonya bernama Wolo Kolisnyk (Jason Flemyng).
Levon membantai anak buah Wolo. Ia menyusup ke organisasi dengan berpura-pura menjadi pengedar narkoba. Ia menghadapi pasukan pembunuh bayaran. Duo psikopat Viper (Emmett J. Scanlan) dan Artemis (Eve Mauro) menjadi lawannya. Balas dendam menjadi urusan pribadi saat keluarga Levon terancam. Tidak ada yang bisa menghentikannya.
Perspektif bahasfilm: Perjalanan Produksi dan Sinematografi
A Working Man awalnya dikembangkan Sylvester Stallone sebagai serial televisi. Proyek ini kemudian diubah menjadi film layar lebar. Proses syuting utama dimulai April 2024 di London. Syuting selesai akhir Mei di Winnersh Film Studios, Berkshire, Inggris.
Tim berbakat berada di balik layar. Sinematografi digarap Shawn White. Ia berhasil menangkap nuansa keras dan kelam kota Chicago. Sutradara David Ayer dikenal dengan gaya realisme khasnya. Film seperti End of Watch dan Fury menjadi buktinya. Ia kembali merancang adegan laga brutal dan tanpa ampun.
Menariknya, meski berlatar Chicago, produksi dilakukan di Inggris. Tim kreatif menggunakan efek visual dan keahlian stunt. Mereka menciptakan ilusi Windy City dengan sempurna. Ayer juga produser bersama Stallone dan Statham. Mereka memastikan visi film sesuai ekspektasi penggemar aksi. Bahasfilm mencatat kolaborasi ini paling dinantikan tahun 2025.
Spoiler Alert: Klimaks Brutal dan Akhir Manis Versi bahasfilm
Peringatan: Bagian ini mengandung bocoran alur cerita atau spoiler.
Setelah menyusup, Levon mengetahui lokasi Jenny. Ia melancarkan serangan habis-habisan ke kompleks terbengkalai. Tempat itu digunakan sebagai lokasi eksekusi. Jenny hampir dibunuh Viper dan seorang klien bejat. Levon tiba tepat waktu.
Ia membantai semua penjaga, termasuk pemimpin geng motor, Dutch (Chidi Ajufo). Pertarungan sengit terjadi. Saat Viper hendak membunuh Jenny, Levon menghajarnya hingga tewas. Jenny sendiri berhasil mencekik Artemis dengan rantai. Levon membawa Jenny kabur sebelum Symon tiba.
Symon yang geram ingin mengejar. Namun atasannya, Yuri (Merab Ninidze), melarangnya. Yuri memperingatkan seluruh organisasi tidak akan membantu. Perang pribadi Symon melawan mesin pembunuh seperti Levon sia-sia.
Film berakhir dengan mengharukan. Levon mengembalikan Jenny ke pelukan keluarganya. Adegan penutup menunjukkan Levon menikmati makan malam damai. Ia bersama putrinya, Merry, serta sahabatnya Gunny dan istri. Kebahagiaan seorang “pekerja keras” akhirnya ia dapatkan. Bahasfilm merekomendasikan Anda menyaksikan sendiri aksi brutal Levon.
Daftar Karakter dan Pemeran Lengkap Menurut bahasfilm
| Pemeran | Karakter | Deskripsi Singkat |
|---|---|---|
| Jason Statham | Levon Cade | Mantan Komando Marinir, mandor konstruksi, protagonis utama |
| Michael Peña | Joe Garcia | Bos Levon di proyek konstruksi dan ayah Jenny |
| David Harbour | Gunny Lefferty | Sahabat Levon, mantan marinir buta, pemasok senjata |
| Arianna Rivas | Jenny Garcia | Putri Joe yang diculik, pemicu utama konflik |
| Andrej Kaminsky | Symon Kharchenko | Kepala eksekutor Mafia Rusia, antagonis utama |
| Jason Flemyng | Wolo Kolisnyk | Kapten Mafia Rusia, atasan langsung Dimi |
| Maximilian Osinski | Dimi Kolisnyk | Putra Wolo yang menjalankan jaringan perdagangan manusia |
| Emmett J. Scanlan | Viper | Penculik sadis yang bekerja untuk Dimi |
| Eve Mauro | Artemis | Penculik dan pengawas operasi, bersama Viper |
| Isla Gie | Merry Cade | Putri Levon, motivasi utamanya untuk tetap hidup |
| Chidi Ajufo | Dutch | Pemimpin geng motor kejam, terhubung dengan Dimi |
| Merab Ninidze | Yuri | Bos atasannya Symon, melarang perang pribadi |
Bahasfilm mencatat akting David Harbour sebagai Gunny sangat menonjol. Ia memberikan dimensi emosional yang dalam. Karakarnya menjadi penyeimbang aksi brutal Statham.
Poin Penting dan Menarik dari Alur Film ala bahasfilm
Koneksi dengan The Beekeeper
Film ini sering disebut saudara kandung The Beekeeper. Sama-sama menampilkan Statham sebagai “pensiunan”. Keahlian mematikan kembali beraksi karena ketidakadilan. Menurut bahasfilm, ini daya tarik tersendiri. Penggemar film aksi pasti menyukainya.
Sentuhan Sylvester Stallone
Naskah Stallone terasa kental nuansa film action 90-an. Dialog “macho” dan karakter antagonis berlebihan hadir di sini. Ini memberikan nostalgia bagi penonton lama. Bahasfilm mengapresiasi sentuhan khas Stallone ini.
Kontras Aksi dan Drama Keluarga
Di balik aksi brutal, film membangun drama keluarga. Seorang ayah berjuang untuk putrinya. Ini memberikan dimensi lebih pada karakter Levon. Penonton bisa merasa terhubung secara emosional.
Desain Karakter Antagonis Unik
Para penjahat didesain sangat mencolok dan aneh. Ada duo Cousin Itt hingga bos geng motor gothic. Ini menjadi nilai hiburan tersendiri. Bahasfilm menilai ini keunggulan film.
Dialog Ikonik yang Melekat
Frasa “Because I said I’d have her back” menjadi slogan kuat. “You’re a working man” memperkuat karakter Statham. Ia adalah pahlawan kelas pekerja sejati. Dialog ini mudah diingat penonton.
Review dan Rating dari Agregator Terkemuka versi bahasfilm
A Working Man menerima beragam reaksi. Kritikus dan penonton memiliki pandangan berbeda.
Rating IMDb
Hingga kini, film meraih skor 6.2/10. Skor ini mencerminkan apresiasi penonton umum. Aksi Statham tetap menjadi daya tarik utama. Namun ada kritik terhadap alur cerita klise.
Rating Rotten Tomatoes
Tomatometer (Kritikus): 47%. Kritikus menilai film “efisien” dalam aksi. Namun kurang “kepribadian” dan “kedalaman” cerita. Audience Score (Penonton): 89%. Penonton justru memberi nilai sangat tinggi. Ini salah satu film Statham terbaik versi audiens. Bahasfilm mencatat perbedaan menarik ini.
Rating Metacritic
Mendapat skor 52 dari 100. Ini mengindikasikan “mixed or average reviews”. Tinjauan beragam dari kritikus arus utama. Angka ini cukup umum untuk film action.
Kesimpulan Redaksi bahasfilm: Layak Tonton atau Tidak?
Kelebihan Film
Aksi brutal dan koreografi pertarungan sangat intens. Itu adalah daya tarik utama film ini. Penampilan Jason Statham tetap solid seperti biasa. Jajaran pemeran pendukung sangat kuat, terutama David Harbour. Film ini juga sukses menyajikan tontonan tidak membosankan. Desain visual dan kostumnya dinamis dan menarik.
Kekurangan Film
Alur cerita klise dan mudah ditebak. Ini menjadi kelemahan utama film. Beberapa kritikus menyoroti sinematografi berantakan. Kurang fokus pada pengembangan karakter juga terasa. Film ini seperti generik di antara film aksi sejenis.
Verdict Redaksi
Nilai: C+. Cocok untuk tontonan akhir pekan. Anda tidak perlu berpikir keras menikmatinya. Nikmati aksi Jason Statham yang brutal. Tapi jangan harap cerita rumit atau mendalam. Film ini definisi “mati rasa” menghibur. Sangat cocok untuk penggemar berat genre aksi. Bahasfilm merekomendasikan untuk menonton di bioskop kesayangan Anda.
Kunjungi bahasfilm untuk ulasan film terbaru lainnya. Dapatkan informasi lengkap seputar dunia perfilman. Dari sinopsis, spoiler, hingga rating terkini. Bahasfilm adalah teman setia pecinta film Indonesia.

