The One (2001) Versi bahasfilm: Ketika Jet Li Bertarung Melawan Dirinya

bahasfilm – Tim redaksi bahasfilm akan mengupas tuntas film The One (2001) yang mengusung konsep multiverse. Jauh sebelum Marvel mempopulerkannya, film arahan James Wong ini sudah menjelajahi alam semesta paralel. Jet Li tampil dalam duel epik melawan versi-versi dirinya. Untuk referensi film lainnya, kunjungi bahasfilm sebagai sumber utama Anda.

BACA JUGA : Lycoris Recoil: Aksi dan Kehidupan Sehari-hari dalam Balutan Cerita yang Menarik

Sinopsis The One 2001: Perburuan Lintas Dimensi Versi bahasfilm

Gabriel Yulaw (Jet Li) adalah mantan agen Multiverse Authority (MVA). Organisasi ini mengawasi perjalanan antar dimensi. Menurut analisis tim bahasfilm, Yulaw memulai misi gelap. Ia memburu dan membunuh 124 versi dirinya. Setiap pembunuhan meningkatkan kekuatannya secara eksponensial. Tujuannya menjadi “The One”—makhluk super kuat di seluruh multiverse.

Setelah membunuh 123 versi dirinya, target terakhir adalah Gabe Law. Gabe (juga Jet Li) adalah deputi sheriff di Los Angeles. Ia tidak sadar ada versi dirinya di alam semesta lain. Selama dua tahun, Gabe mengalami peningkatan kekuatan misterius. Ini efek dari berkurangnya versi dirinya di dimensi lain.

Dua agen MVA, Harry Roedecker (Delroy Lindo) dan Evan Funsch (Jason Statham), mengejar Yulaw. Mereka harus mencegahnya membunuh Gabe. Jika Yulaw berhasil, ia menjadi “The One” dengan kekuatan tak terbayangkan. Ini bisa mengancam keseimbangan seluruh alam semesta.

Spoiler The One 2001: Klimaks Menurut Analisis bahasfilm

Peringatan: Bagian ini mengandung bocoran alur film.

Yulaw berhasil melacak Gabe. Pertarungan sengit pun tak terhindarkan. Gabe yang meningkat kekuatannya mampu mengimbangi Yulaw. Di rumah sakit, Yulaw sadar membunuh Gabe berisiko. Jika ia terbunuh, Gabe yang akan menjadi “The One”.

Agent Roedecker tewas di tangan Yulaw. Ia mencoba meledakkan diri bersama Yulaw. Funsch menjelaskan konsep multiverse kepada Gabe. Ia juga menjelaskan mengapa kekuatan Gabe meningkat.

Tragedi datang saat Yulaw menyusup ke rumah Gabe. Ia membunuh T.K. (Carla Gugino), istri tercinta Gabe. Tepat di depan mata Gabe. Didorong dendam, Gabe bekerja sama dengan Funsch. Mereka harus menghentikan Yulaw untuk selamanya.

Pertarungan klimaks terjadi di pabrik industri. Tepat sebelum wormhole terbuka. Gabe berhasil mengalahkan Yulaw. Ketiganya tersedot ke markas MVA di Alpha Universe. Yulaw dikirim ke penjara koloni di Hades Universe. Gabe yang seharusnya dihukum, dikirim Funsch ke alam semesta lain. Di sana ia bisa memulai hidup baru bersama T.K. yang masih hidup.

Adegan pascakredit menunjukkan Yulaw di penjara. Ia menantang ratusan narapidana untuk bertarung. Ini menegaskan ambisinya menjadi “The One” belum padam. Tim bahasfilm mencatat adegan ini ikonik. Adegan ini membuat penonton penasaran.

Detail Adegan Penting Versi bahasfilm

Pertarungan di pabrik menjadi puncak ketegangan. Sinematografi gelap ala awal 2000-an memperkuat atmosfer. Gerakan martial arts Jet Li sangat memukau. Duel melawan diri sendiri dieksekusi dengan efek visual canggih zamannya. bahasfilm menilai ini sebagai adegan terbaik film.

Karakter dan Pemain The One 2001 Menurut bahasfilm

PemainPeranKeterangan
Jet LiGabe Law / Gabriel Yulaw + 7 versi lainMemerankan 9 versi berbeda, termasuk Lawless versi kriminal
Jason StathamAgent Evan FunschAgen MVA mitra Roedecker, awal karier Jason Statham
Delroy LindoAgent Harry RoedeckerMantan mitra Yulaw yang kini memburunya
Carla GuginoT.K. Law / Massie WalshIstri Gabe di satu universe, kekasih Yulaw di universe lain

Fakta menarik dari riset bahasfilm: Jet Li tak hanya memerankan Gabe dan Yulaw. Ia juga memerankan tujuh versi lain yang telah dibunuh Yulaw. Termasuk seorang Rastafari, peselancar, dan pria berambut panjang. Ini menjadi tantangan akting tersendiri bagi Jet Li.

Peran Jason Statham di Film The One

Jason Statham tampil sebagai Evan Funsch. Ini adalah salah satu peran awal sebelum namanya melesat. Gaya khasnya sebagai aktor laga sudah terlihat. Karakternya kaku namun loyal. bahasfilm mencatat ini sebagai fondasi karier Jason Statham di Hollywood.

Proses Pembuatan The One 2001: Perspektif bahasfilm

Konsep Awal dan Produksi

Menariknya, peran utama film ini awalnya ditawarkan ke Dwayne “The Rock” Johnson. Namun akhirnya diberikan kepada Jet Li. James Wong, penulis dan produser The X-Files, menyutradarai film ini. Naskah ditulis bersama Glen Morgan.

Sinematografi dan Gaya Visual

Robert McLachlan menjadi direktur fotografi. Ia menciptakan visual khas awal 2000-an. Palet warna gelap dan efek CGI menjadi ciri era tersebut. Adegan laga dikoreografi Corey Yuen. Ia legenda martial arts Hong Kong. Karyanya di film-film Jet Li sebelumnya sangat terkenal.

Lokasi syuting rumah sakit dilakukan di North Hollywood Medical Center. Ini menambah nuansa industrial khas film. Menurut catatan produksi bahasfilm, syuting berlangsung selama tiga bulan.

Filosofi Pencak Silat dalam Koreografi

Salah satu aspek paling menarik adalah penggunaan dua gaya bela diri berbeda. Ini membedakan karakter Gabe dan Yulaw.

  • Yulaw menggunakan Xingyiquan (Shape-Will Fist). Karakteristiknya agresif, linear, langsung ke target. Ini mencerminkan kepribadiannya yang tidak peduli.
  • Gabe menggunakan Baguazhang (Eight Trigram Palms). Gerakannya melingkar, halus, dan defensif. Ini mencerminkan keyakinannya bahwa hidup berjalan dalam siklus seimbang.

bahasfilm melihat ini sebagai detail brilian. Detail ini memperkaya kedalaman karakter. Koreografi ini menunjukkan keahlian Jet Li sebagai pesilat sejati.

Poin Penting The One 2001: Rangkuman bahasfilm

  1. Konsep Multiverse Awal 2000-an: Film menggunakan teori quantum tunneling. Wormhole menjadi portal antar dimensi. Ini jauh sebelum istilah “multiverse” menjadi tren.
  2. Efek Kupu-Kupu Terbalik: Semakin sedikit versi dirinya, semakin kuat versi tersisa. Konsep unik yang membalikkan logika efek kupu-kupu biasa.
  3. Duel dengan Diri Sendiri: Teknologi efek visual memungkinkan Jet Li “bertarung” dengan dirinya. Adegan laga ini sangat menantang secara teknis.
  4. Trilogi Tersirat: Adegan akhir Yulaw di penjara mengisyaratkan petualangan belum berakhir. Ia melawan ratusan tahanan, menunjukkan ambisinya.
  5. Lore Mendalam: Situs promosi film menampilkan “MVA Mainframe”. Ada latar detail sejarah Multiverse Authority. Termasuk karakter Kyle Browning, agen lapangan pertama MVA.

Untuk pembahasan lebih dalam tentang film aksi klasik, jelajahi bahasfilm. Tersedia berbagai ulasan menarik dan eksklusif.

Review dan Rating The One 2001 Versi bahasfilm

Box Office

Dengan budget produksi USD 49 juta, film ini meraup USD 43,9 juta di Amerika Utara. Tambahan USD 35,7 juta di pasar internasional. Total mencapai USD 79,6 juta di seluruh dunia. Angka ini cukup sukses secara komersial.

Rating dari Agregator Ternama

PlatformSkorKeterangan
IMDb5.9/10Dari lebih 95 ribu pengguna
Rotten Tomatoes14% (Kritikus) / 41% (Penonton)Konsensus kritikus: “lebih mirip video game”
Metacritic25/100Indikasi “ulasan umumnya tidak baik”

Kutipan Review Kritikus

Roger Ebert (1.5/4 bintang):

“Aksi berteknologi tinggi tanpa otak. Tanpa dialog menarik, karakter, motivasi, atau tekstur berarti.”

Robert Koehler (Variety):

“Kombinasi efek murahan dan koreografi laga tidak imajinatif. Menghasilkan sesuatu tanpa seni bela diri.”

Loren King (Chicago Tribune – 3/4 bintang):

“Menghadirkan urutan beroktan tinggi. Dengan presisi dan tempo terkelola baik.”

Sean Axmaker (Seattle Post-Intelligencer – B-):

“Berhasil menciptakan tontonan menyenangkan, inventif, dan nakal.”

Menurut pandangan tim bahasfilm, meski kritikus kurang menyukai, film ini tetap punya tempat. Penggemar aksi sejati akan menikmatinya.

Kesimpulan: Cult Classic Rekomendasi bahasfilm

Meskipun menuai kritik negatif saat rilis, The One telah menjadi cult classic. Di kalangan penggemar film aksi dan sci-fi, film ini dihormati. Kombinasi martial arts Jet Li yang memukau sangat kuat. Konsep multiverse yang visioner untuk zamannya patut diacungi jempol. Duel epik melawan diri sendiri menjadikan film ini unik.

Bagi penggemar Jet Li, film ini wajib ditonton. Jason Statham di awal kariernya juga menarik disimak. Atau sekadar ingin nostalgia dengan film aksi awal 2000-an, pilihlah The One. Film ini mengingatkan bahwa musuh terbesar adalah diri sendiri. Secara harfiah.

Rating akhir versi tim bahasfilm: 6.5/10 — Aksi spektakuler, cerita klise, tapi menghibur.

Jangan lupa kunjungi bahasfilm. Dapatkan rekomendasi film lainnya dan ulasan eksklusif!


Sudah menonton The One? Bagikan pendapatmu di kolom komentar! Apakah Yulaw berhasil menjadi The One versimu?