bahasfilm – The Handmaiden adalah film thriller psikologis bergaya yang disutradarai oleh Park Chan-wook. Berlatar di Korea pada era pendudukan Jepang tahun 1930-an, film ini menghadirkan kisah penuh tipu daya, romansa intens, serta perjuangan melawan penindasan sosial dan patriarki.
Diadaptasi dari novel Fingersmith karya Sarah Waters, film ini dikenal luas sebagai salah satu film korea terbaik berkat struktur narasinya yang unik, visual yang artistik, dan kedalaman emosional para karakternya.
Baca juga : BAHASFILM – Curse of the Golden Flower (2006)

Sinopsis Singkat
Cerita berfokus pada Sook-hee, seorang pencopet muda yang direkrut oleh seorang penipu licik. Penipu tersebut menyamar sebagai bangsawan Jepang dengan nama “Count Fujiwara” dan merancang skema besar untuk menikahi seorang pewaris kaya bernama Lady Hideko.
Rencananya sederhana namun kejam: setelah menikahi Hideko, ia akan memasukkannya ke rumah sakit jiwa dan mengambil seluruh warisannya. Untuk melancarkan aksinya, Sook-hee ditugaskan menjadi pelayan pribadi Hideko dan membujuknya agar jatuh cinta pada sang Count.
Namun, rencana ini berubah total ketika hubungan antara Sook-hee dan Hideko berkembang ke arah yang tak terduga.
Alur Cerita yang Penuh Kejutan
Salah satu kekuatan utama film ini adalah struktur narasinya yang terbagi dalam tiga bagian. Setiap bagian menghadirkan sudut pandang berbeda, membuka rahasia demi rahasia yang sebelumnya tersembunyi.
Penonton tidak hanya disuguhi kisah penipuan, tetapi juga permainan psikologis yang kompleks. Ketika Sook-hee dan Hideko mulai saling jatuh cinta, dinamika kekuasaan berubah drastis. Keduanya kemudian menyusun rencana baru demi membebaskan diri dari manipulasi dan tekanan yang membelenggu hidup mereka.
Alur yang berliku dan penuh twist inilah yang membuat film ini sering disebut sebagai salah satu film korea terbaik sepanjang masa.
Tema: Seksualitas, Kelas Sosial, dan Perlawanan
Film ini tidak sekadar bercerita tentang penipuan. Ada berbagai tema kuat yang diangkat, antara lain:
- Seksualitas dan identitas – Hubungan Sook-hee dan Hideko digambarkan dengan intens dan emosional.
- Perbedaan kelas sosial – Kontras antara pelayan dan bangsawan menjadi elemen penting dalam konflik cerita.
- Penindasan patriarki – Karakter perempuan dalam film ini berjuang melawan sistem yang membatasi kebebasan mereka.
- Latar kolonial – Pendudukan Jepang menjadi latar politik yang memperkuat ketegangan dan simbol penindasan.
Semua elemen ini menyatu dalam narasi yang matang dan penuh makna.
Visual yang Artistik dan Sinematografi Memukau
Sebagai sutradara, Park Chan-wook dikenal dengan gaya visual yang kuat. Dalam film ini, setiap adegan dirancang dengan detail yang indah mulai dari desain rumah bergaya campuran Jepang dan Barat, kostum era 1930-an, hingga komposisi gambar yang simetris dan elegan.
Estetika visual tersebut tidak hanya mempercantik film, tetapi juga memperkuat suasana misterius dan sensual yang menjadi ciri khasnya.
Kesimpulan
The Handmaiden adalah perpaduan sempurna antara thriller psikologis, drama romantis, dan kritik sosial. Dengan cerita yang kompleks, karakter yang kuat, serta visual yang memukau, film ini berhasil menghadirkan pengalaman sinematik yang mendalam dan tak terlupakan.
Bagi pecinta film dengan alur cerdas dan penuh kejuta

