Review Top Gun: Maverick (2022) – BAHASFILM

Tom Cruise sebagai Pete "Maverick" Mitchell mengenakan seragam pilot militer lengkap dengan jaket terbang dan memegang helm, berdiri di depan jet tempur F/A-18 Super Hornet di bawah langit senja, terdapat logo "TOP GUN MAVERICK" berwarna putih di sisi kiri.

Top Gun: Maverick (2022): Ketika Nostalgia dan Inovasi Terbang Bersama dalam Sebuah Masterpiece

BAHASFILM — Menunggu sekuel selama 36 tahun adalah sebuah taruhan besar. Namun, Top Gun: Maverick (2022) membuktikan bahwa kesabaran itu terbayar lunas. Film ini bukan sekadar kilas balik emosional bagi generasi 80-an. Ia adalah sebuah pernyataan sinematik yang berani, menghadirkan aksi udara paling autentik yang pernah dilihat layar lebar. Melalui ulasan ini, BAHASFILM akan mengajak Anda membedah mengapa film Tom Cruise ini dinilai sebagai sekuel yang bahkan melampaui kecemerlangan film aslinya.

Baca Juga : Review Finding Nemo (2003) : BAHASFILM

Sinopsis dan Spoiler Top Gun: Maverick: Menerbangi Masa Lalu

Pete “Maverick” Mitchell (Tom Cruise) masih bertahan sebagai Kapten Angkatan Laut. Ia lebih memilih berada di kokpit daripada terpaku di belakang meja. Setelah sebuah insiden uji coba pesawat, ia mendapat perintah khusus dari Laksamana Tom “Iceman” Kazansky (Val Kilmer). Tugasnya adalah kembali ke Sekolah Penerbangan Top Gun. Tujuannya melatih para pilot terpilih untuk misi bunuh diri yang mustahil.

Misi tersebut adalah menghancurkan fasilitas nuklir yang terlindungi di wilayah musuh. Tantangan terbesarnya justru datang dari satu anak didiknya, Letnan Bradley “Rooster” Bradshaw (Miles Teller). Rooster adalah putra dari Nick “Goose” Bradshaw, sahabat Maverick yang tewas tiga dekade silam. Ketegangan dan rasa bersalah masa lalu menghantui setiap latihan. Maverick harus mengajari mereka untuk melampaui batas, sambil berdamai dengan hantu dari masa lalunya sendiri.

Peringatan Spoiler Penuh: Selama misi nyata, rencana berantakan. Maverick mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Rooster. Mereka terpaksa mendarat darurat di wilayah musuh dan mencuri pesawat F-14 Tomcat lawan yang legendaris. Dalam adegan penyelamatan yang mendebarkan, mereka berhasil kabur dan menyelesaikan misi. Film ditutup dengan rekonsiliasi sempurna antara Maverick dan Rooster. Mereka akhirnya terbang bersama di kejauhan, mencerminkan kebebasan yang diraih ayah Rooster dahulu.

Analisis Karakter dan Pemain: Dari Pahlawan Menjadi Mentor

Di ulasan BAHASFILM kali ini, kami menilai kedalaman karakter sebagai kekuatan utama film. Tom Cruise menghidupkan kembali Maverick dengan sempurna. Karakternya tetap pemberani, tetapi sekarang dibebani oleh tanggung jawab, penyesalan, dan rasa takut akan ketidakrelevanan. Ia bukan lagi sang penantang liar, melainkan seorang mentor yang harus mewariskan ilmu.

Miles Teller sebagai Rooster memberikan performa yang penuh lapisan. Ia menggambarkan campuran amarah, keraguan, dan kerinduan akan figur ayah dengan sangat mengharukan. Adegannya memainkan piano di bar merupakan momen emosional puncak. Kehadiran singkat Val Kilmer, yang berjuang melawan kanker di kehidupan nyata, memberikan kedalaman yang tak terduga. Satu adegan bisu antara Iceman dan Maverick penuh dengan makna dan sejarah yang terpendam.

Detail Pembuatan: Filsafat “Nyata Adalah Raja”

Top Gun: Maverick adalah sebuah manifesto dari komitmen Tom Cruise terhadap film aksi praktis. Sutradara Joseph Kosinski dan Cruise menolak menggunakan CGI untuk adegan penerbangan utama. Sebaliknya, mereka memasukkan seluruh pemeran utama ke dalam program pelatihan ketat. Aktor-aktor itu diajarkan dasar penerbangan dan fisika gaya-G di pesawat latih.

Kamera khusus dipasang di dalam kokpit pesawat tempur F/A-18 Super Hornet sungguhan. Hasilnya adalah pengalaman imersif yang tak tertandingi. Setiap gerakan, tarikan gravitasi, dan ekspresi ketakutan di wajah aktor adalah nyata. Pendekatan ini tidak hanya untuk sensasi. Ia memberikan bobot dan bahaya yang otentik pada setiap misi. Penonton benar-benar merasakan betapa sulit dan mengerikannya penerbangan tersebut. Ini adalah warisan sinematik yang ditinggalkan film ini.

Poin-Poin Kunci yang Membuat Film Ini Istimewa

  1. Drama Emosional yang Kokoh: Di balik aksi spektakuler, film ini adalah kisah tentang penebusan dosa dan penerusan warisan. Konflik antara Maverick dan Rooster memberikan jiwa yang dalam.
  2. Nostalgia yang Cerdas dan Melayani Cerita: Referensi ke film pertama—seperti permainan bola, lagu “Great Balls of Fire,” atau jacket tua—tidak dipaksakan. Semuanya berfungsi untuk mengembangkan karakter dan tema.
  3. Struktur Latihan yang Membangun Ketegangan: Sebagian besar film diisi dengan proses latihan yang gagal. Hal ini membuat klimaks misi sungguhan terasa lebih mendebarkan, karena penonton paham betapa sulitnya setiap manuver.
  4. Penghormatan pada Tradisi Penerbangan: Film ini merayakan keahlian, kerja sama tim, dan keberanian pilot uji coba. Ia menjadi penghormatan yang tulus bagi dunia penerbangan, bukan sekedar latar belakang untuk ledakan.

Review dan Rating: Sebuah Kemenangan Kritis dan Komersial

Penerimaan terhadap Top Gun: Maverick luar biasa positif. Film ini dinilai telah menaikkan standar untuk film aksi dan sekuel.

PlatformRatingUlasan Singkat dari Kritikus dan Penonton
Rotten Tomatoes96% (Tomatometer)Konsensus kritikus: “Top Gun: Maverick menyempurnakan formula film asli dengan aksi udara yang menakjubkan dan sentuhan nostalgia yang menyentuh.”
IMDb8.2/10 (dari >700.000 suara)Penonton memuji aksi yang memukau, performa akting, dan alur cerita yang emosional.
Metacritic78/100 (Generally Favorable)Skor ini mengindikasikan pujian luas dari kritikus film terkemuka.

Film ini juga menjadi fenomena box office, meraup lebih dari $1.4 miliar secara global. Ia dinominasikan untuk 6 Piala Oscar, termasuk Film Terbaik, dan memenangkan kategori Tata Suara Terbaik.

Kesimpulan BAHASFILM: Apakah Film Ini Wajib Ditonton?

Tanpa keraguan, yaTop Gun: Maverick adalah contoh langka di mana sebuah sekuel tidak hanya memenuhi nostalgia, tetapi juga menciptakan pengalaman baru yang lebih kaya. Film ini sukses dalam segala aspek: sebagai tontonan aksi spektakuler, drama karakter yang kuat, dan penghormatan yang hangat terhadap warisan.

BAHASFILM dengan penuh keyakinan merekomendasikan film ini sebagai salah satu film terbaik dekade ini. Ia adalah pengingat akan kekuatan “cinema” sejati—sebuah film yang dirancang untuk dinikmati secara kolektif di layar lebar. Untuk informasi faktual lebih detail, Anda dapat merujuk ke halaman Wikipedia resmi film ini. Temukan juga analisis mendalam film-film ikonik lainnya hanya di BAHASFILM.