Review Film – Dynasty Warriors

bahasfilm – Tim redaksi BahasFilm menyajikan ulasan mendalam untuk Anda. Kami akan membahas film Dynasty Warriors (2021) secara tuntas. Film ini adalah adaptasi langsung dari waralaba game populer Koei Tecmo. Aksi epik dan pertarungan satu lawan seribu hadir dalam visual spektakuler. Namun, film ini juga menuai beragam tanggapan dari penonton dan kritikus.

Artikel ini mengupas semua aspek film. Mulai dari alur cerita, pemeran, hingga proses produksinya. Kami juga menyertakan analisis sinematografi dan kumpulan review dari berbagai sumber. Ulasan ini dirancang untuk menjawab rasa ingin tahu Anda.

BACA JUGA : Bloody Flower (2026): Thriller Psikologis Korea tentang Dosa, Penebusan, dan Kehidupan

Sinopsis Ringkas Dynasty Warriors

Dibahas film ini mengambil latar akhir Dinasti Han di abad ke-2 Masehi. Kekacauan terjadi akibat Pemberontakan Serban Kuning (Yellow Turban Rebellion). Dong Zhuo, seorang panglima perang yang ambisius dan kejam, mengambil alih kendali pemerintahan.

Para panglima lain dari seluruh Tiongkok membentuk koalisi pimpinan Yuan Shao. Tujuannya adalah menggulingkan Dong Zhuo. Di antara mereka, muncul nama-nama legendaris seperti Cao Cao, Liu Bei, dan saudara angkatnya Guan Yu serta Zhang Fei.

Klimaks film berpusat pada Pertempuran Gerbang Hulao (Battle of Hulao Pass). Koalisi harus berhadapan dengan pasukan Dong Zhuo yang dipimpin oleh anak angkatnya, Lü Bu. Lü Bu dikenal sebagai panglima terkuat dan paling ditakuti saat itu.

Daftar Pemain & Karakter Utama

Salah satu daya tarik film ini adalah ensembel cast yang besar. Pemerannya berasal dari Hong Kong, Tiongkok Daratan, dan Taiwan. Berikut adalah tabel yang merangkum para pemain kunci:

KarakterDiperankan OlehDeskripsi Singkat
Lü BuLouis KooPanglima perang terkuat, anak angkat Dong Zhuo yang menjadi tantangan utama koalisi.
Cao CaoWang KaiVisioner yang licik dan ambisius, ingin memperbaiki dunia dengan caranya sendiri.
Liu BeiTony YangPemimpin yang bajik dan idealis, sering berseteru dengan Cao Cao.
Guan YuHan GengSaudara angkat Liu Bei, dikenal sebagai “Dewa Perang”.
Diao ChanGulnazarWanita cantik yang terlibat dalam intrik politik.
Dong ZhuoLam SuetPenjahat utama, panglima perang haus kuasa yang mengendalikan kaisar.

Proses Produksi yang Panjang

Ketika dibahas film dari sisi produksi, perjalanannya cukup panjang. Adaptasi film live-action diumumkan pertama kali pada Maret 2016. Roy Chow ditunjuk sebagai sutradara, sementara Christine To menangani naskah.

Syuting utama berlangsung selama lima bulan, dari Juli hingga November 2017. Proses ini dilakukan di Tiongkok Daratan dan Selandia Baru untuk mengambil gambar lanskap epik. Terdapat insiden di mana Louis Koo (Lü Bu) mengalami cedera mata selama syuting.

Proses pasca-produksi memakan waktu cukup lama. Teaser trailer pertama dirilis pada Maret 2018 dengan target tayang 2019. Namun, film baru benar-benar dirilis pada 29 April 2021 di Hong KongNetflix kemudian membeli hak distribusi global dengan harga fantastis. Platform streaming ini merilis film pada 1 Juli 2021.

Gaya Sinematografi & Visual Effects

Untuk dibahas film dari sisi teknis, pendekatan visualnya sangat literer terhadap game. Para pahlawan digambarkan seperti dewa dengan kemampuan super. Saat bertarung, energi memancar dari tubuh mereka. Adegan pertarungan menampilkan serangan “Musou” yang bisa melawan seribu prajurit sekaligus.

Pengambilan gambar di Selandia Baru menghasilkan latar belakang yang megah. Banyak adegan menggunakan drone shot dari ketinggian. Hal ini menampilkan pahlawan berdiri di puncak gunung, layaknya dewa yang mengawasi manusia.

Namun, aspek tata rias dan kostum menuai kritik. Tata rias yang berlebihan pada beberapa karakter (seperti eye shadow tebal) dinilai kurang pas. Beberapa penonton merasa hal itu membuat aktor terlihat seperti cosplayer, bukan panglima perang sesungguhnya.

Review & Rating dari Berbagai Sumber

Respons terhadap film ini sangat beragam. Terutama antara penggemar setia game dan penonton umum. Berikut adalah ringkasan tanggapan dari berbagai platform:

  • Rating Pengguna IMDb: Skor dari pengguna IMDb adalah 4.5/10. Banyak review yang menyebut film ini “menghibur meski berantakan” dan “sempurna bagi penggemar game”.
  • Tanggapan Kritikus: Seorang kritikus dari South China Morning Post memberi nilai 2.5/5. Kritikus itu memuji fokus pada cerita, tetapi mengkritik humor dan pilihan pemain dalam film. Sementara itu, IGN memberikan nilai sangat rendah, yaitu 2/10. Alasannya adalah kurangnya pengembangan karakter dan cerita yang membingungkan bagi yang tidak mengenal sumber materinya.
  • Perspektif Unik Penggemar Game: Menariknya, banyak penggemar game Dynasty Warriors justru memuji film ini. Mereka merasa gaya over-the-top, akting yang berlebihan, dan efek yang norak justru merupakan ciri khas seri game tersebut. Bagi mereka, film ini adalah pengalaman nostalgia yang menyenangkan.

Kesimpulan: Layakkah Ditonton?

Sebagai bahan untuk dibahas filmDynasty Warriors (2021) adalah eksperimen ambisius. Film ini dengan anggaran HK$300 juta berusaha menerjemahkan gameplay menjadi bahasa sinema. Hasilnya adalah film dengan nada yang tidak konsisten.

Film ini bisa menjadi tontonan yang menyenangkan jika Anda adalah penggemar berat game Dynasty Warriors. Anda akan memahami dan menikmati konvensi norak yang ditampilkan. Namun, bagi penonton umum yang mencari drama sejarah epik atau film laga dengan kedalaman cerita, film ini mungkin akan mengecewakan.

Film ini berhasil sebagai “surat cinta” untuk para penggemar game. Namun, film ini gagal meyakinkan khalayak yang lebih luas. Keberadaannya di Netflix memungkinkan siapa saja untuk menilai sendiri. Apakah film ini adalah mahakarya kultus atau sekadar film beranggaran besar yang kacau?