BahasFilm – Saya masih ingat pertama kali menonton film ini di bioskop pada awal tahun 2000-an. Ketika layar memperlihatkan seorang wanita terbangun di kamar mandi mewah tanpa ingatan, saya tidak menyangka bahwa BahasFilm akan menjadi tempat saya menuangkan semua kenangan tentang film horor aksi ini puluhan tahun kemudian. Resident Evil (2002) bukan sekadar adaptasi game biasa. Film arahan Paul W. S. Anderson ini berhasil menciptakan fondasi kokoh bagi waralaba yang kemudian berlangsung selama lebih dari satu dekade. Mari kita telusuri bersama mengapa film pertama dalam serial Resident Evil ini layak masuk daftar tontonan wajib pecinta film zombie.
Sinopsis Lengkap: Ketika Alice Terjebak di Sarang Maut Umbrella
Cerita dimulai di fasilitas penelitian bawah tanah milik raksasa farmasi Umbrella Corporation. Fasilitas yang dikenal sebagai The Hive ini menjadi tempat pengembangan senjata biologis berbahaya bernama T-Virus. Seorang pencuri dengan sengaja memecahkan wadah virus tersebut, menyebabkannya menyebar ke seluruh ruangan melalui sistem ventilasi. Untuk mencegah wabah meluas ke permukaan, superkomputer cerdas bernama Red Queen mengambil keputusan mengerikan dengan membunuh seluruh staf di dalam Hive.
BahasFilm mencatat bahwa keputusan Red Queen ini menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam alur film. Beberapa jam setelah tragedi itu, seorang wanita bernama Alice (diperankan Milla Jovovich) terbangun di sebuah mansion mewah. Ia sama sekali tidak mengingat siapa dirinya atau bagaimana ia bisa sampai di sana.
Tim pasukan khusus Umbrella yang dipimpin One (Colin Salmon) tiba di mansion bersama Matt Addison (Eric Mabius), seorang pria yang mengaku sebagai polisi. Mereka menemukan Spence Parks (James Purefoy), pria lain yang juga mengalami amnesia, di dekat pintu masuk kereta bawah tanah menuju Hive.
Daftar Karakter dan Pemain: Wajah-Wajah yang Membentuk Waralaba
Tim BahasFilm telah merangkum secara lengkap para pemeran utama yang membawa kehidupan ke dalam dunia Resident Evil versi film. Tabel di bawah ini akan membantu Anda mengenal lebih dekat setiap karakter beserta peran penting mereka dalam alur cerita.
| Pemeran | Karakter | Peran dalam Cerita |
|---|---|---|
| Milla Jovovich | Alice | Tokoh sentral yang mengalami amnesia dan secara perlahan menemukan kemampuan bertarung luar biasa serta masa lalunya sebagai pengawal Hive |
| Michelle Rodriguez | Rain Ocampo | Anggota komando wanita dengan kepribadian keras dan agresif, menjadi korban keganasan virus setelah digigit zombie |
| Eric Mabius | Matt Addison | Aktivis lingkungan yang menyamar sebagai polisi untuk menyelamatkan adiknya, berakhir sebagai subjek program Nemesis |
| James Purefoy | Spence Parks | Rekan Alice sebagai pengawal Hive, bertanggung jawab atas penyebaran virus karena aksi pencuriannya |
| Colin Salmon | One | Pemimpin pasukan komando yang profesional dan tegas, tewas dalam adegan laser paling ikonik sepanjang film |
| Martin Crewes | Kaplan | Ahli komputer tim yang berhasil menonaktifkan Red Queen, namun harus membayar dengan nyawanya |
| Heike Makatsch | Dr. Lisa Addison | Adik Matt yang bekerja sebagai ilmuwan di Hive, menjadi zombie setelah wabah meluas |
| Michaela Dicker | Red Queen | Hologram superkomputer pengendali Hive, mengambil keputusan brutal untuk menyelamatkan umat manusia |
Perjalanan Produksi: Dari George Romero hingga Paul W. S. Anderson
BahasFilm menemukan fakta menarik bahwa perjalanan film ini ke layar lebar penuh lika-liku. Hak adaptasi Resident Evil dibeli perusahaan Jerman, Constantin Film, pada tahun 1997. Sebelum Paul W. S. Anderson mengambil alih, beberapa nama besar sempat dikaitkan dengan proyek ini.
Alan B. McElroy menjadi penulis naskah pertama, namun naskahnya ditolak karena dianggap kurang sesuai dengan visi studio. Sutradara legendaris film horor, George A. Romero, kemudian dipekerjakan setelah sukses membuat iklan Resident Evil 2 di Jepang. Naskah Romero sangat setia pada game pertama. Ia menampilkan karakter ikonik seperti Chris Redfield dan Jill Valentine, serta makhluk mengerikan Tyrant. Sayangnya, naskah ini ditolak karena dikhawatirkan mendapat rating NC-17 yang membatasi jumlah penonton.
Paul W. S. Anderson, yang sebelumnya sukses dengan adaptasi game Mortal Kombat, akhirnya mengambil alih proyek. Ia awalnya menulis skrip berjudul “Undead” yang merupakan tiruan dari game Resident Evil. Anderson kemudian mengembangkannya menjadi naskah resmi dengan pendekatan berbeda. Ia memilih menciptakan prequel dengan karakter baru bernama Alice untuk membangun misteri dan dunianya sendiri. Keputusan kontroversial ini terbukti berhasil secara komersial.
Proses syuting utama dimulai pada Maret 2001 di Berlin, Jerman. Suasana bawah tanah Hive yang ikonik sebagian besar difilmkan di stasiun kereta bawah tanah Berlin yang tidak terpakai. Lokasi ini memberikan nuansa gelap, lembap, dan klaustrofobik yang sangat khas.
Baca juga : Review Lengkap Shanghai Noon (2000)

