BahasFilm – menyebut Police Story sebagai tonggak sejarah sinema laga. Film ini lahir dari kemarahan Jackie Chan terhadap Hollywood. Ia ingin membuktikan bahwa aksi nyata tanpa efek komputer bisa lebih mendebarkan. Dulu, Tom Cruise belum berlari di Mission: Impossible. John Wick pun belum lahir. Namun Jackie Chan sudah melompat dari dek bus, meluncur di tiang lampu beraliran listrik, dan menghancurkan ribuan panel kaca. Semua tanpa pemeran pengganti. Menurut catatan BahasFilm, tahun 1985 adalah tahun di mana Jackie Chan mendefinisikan ulang arti “pahlawan aksi”.
REVIEW SKOR GLOBAL – Data Terverifikasi BahasFilm
| Sumber | Skor | Jumlah Ulasan |
|---|---|---|
| IMDb | 7.5/10 | 45.406 rating |
| Rotten Tomatoes | 93% | 30 ulasan kritikus |
| Metacritic | 78/100 | Metascore |
| Douban | 8.2/10 | 131.677 rating |
Penghargaan: Film Terbaik dan Koreografi Aksi Terbaik – Hong Kong Film Awards ke-5 (1986). Semua data diverifikasi oleh BahasFilm dari arsip resmi.
SINOPSIS SINGKAT (TANPA SPOILER BESAR) – BahasFilm
Inspektur 陈家驹 (Chen Jiaju) dalam versi internasional dikenal sebagai Kevin Chan adalah polisi Hong Kong yang idealis dan brutal. Ia memimpin operasi “Perburuan Babi Hutan”. Tujuannya menangkap raja narkoba 朱滔 (Chu Tao). Aksi kejar-kejaran di perkampungan kumuh dan atas bus tingkat berhasil. Chu Tao dibekuk. Namun saksi kunci, sekretaris Chu Tao bernama 莎莲娜 (Selina Fong) yang diperankan 林青霞 (Brigitte Lin), tiba-tiba menghilang. Akibatnya Chu Tao bebas.陈家驹 malah dihukum turun pangkat. Dendam Chu Tao tak berhenti. Ia menjebak陈家驹 atas tuduhan pembunuhan sesama polisi. Seorang pahlawan kini menjadi buronan. Ia harus membuktikan integritasnya di tengah sistem yang mulai meragukannya. BahasFilm menilai konflik moral ini menjadi jantung emosional film.
SPOILER: DETIK-DETIK KEJARAN DAN KEJUTAN – Catatan BahasFilm
Bagian ini mengandung bocoran alur. Bacalah dengan risiko sendiri.
PENGKHIANATAN DI INTERNAL POLISI – BahasFilm
Pembunuhan yang dituduhkan kepada陈家驹 ternyata dilakukan oleh Inspektur Man. Ia polisi yang selama ini menerima setoran dari Chu Tao. BahasFilm menyoroti bahwa adegan ini bukan sekadar plot twist. Ini kritik sosial paling tajam dari Jackie Chan muda. Musuh terbesar陈家驹 bukan hanya mafia, tapi juga “kawan sejawat” yang tergoda uang haram.
KESALAHPAHAMAN MAY – BahasFilm
Hubungan陈家驹 dengan kekasihnya May (Maggie Cheung) nyaris hancur. May mendapati Selina di apartemen mereka. Selina hanya mengenakan pakaian dalam dan jaket陈家驹. Momen “tertangkap basah” ini justru menjadi jeda komedi yang menyegarkan. BahasFilm mencatat bahwa ini adalah salah satu adegan slapstick terbaik Jackie.
KEJARAN DI PUSAT PERBELANJAAN – BahasFilm
Puncak film terjadi di mal bertingkat. Selina nekat menyusup ke kantor Chu Tao. Ia ingin mencuri data keuangan. Chu Tao sadar dan segera menuju lokasi dengan anak buahnya.陈家驹 dan May mengikuti dari belakang. Adegan paling ikonik:陈家驹 meluncur dari lantai 7 menggunakan tiang lampu hias. Ia menerjang atap kaca. Mendarat dengan keras. Masih sempat membekuk Chu Tao. Tangannya terbakar. Panggulnya retak. Kamera tetap merekam dari tiga sudut berbeda. Jackie memaksa kita melihat rasa sakit itu.
HAKIM, JAKSA, DAN TINJU – BahasFilm
Chu Tao tertangkap. Pengacaranya muncul dan mengancam陈家驹 dengan laporan pelanggaran prosedur. Respon陈家驹? Satu pukulan telak ke wajah pengacara. Disusul rentetan tinju ke tubuh Chu Tao. Ini bukan sekadar aksi. Ini protokol kemarahan seorang polisi yang lelah dibelenggu birokrasi. BahasFilm menyebut adegan ini sebagai “pengadilan jalanan” paling memuaskan dalam sinema Hong Kong.
KARAKTER DAN PEMAIN – Rangkuman BahasFilm
| Pemain | Karakter | Peran dalam Cerita | Fakta Menarik |
|---|---|---|---|
| 成龙 (Jackie Chan) | Inspektur 陈家驹 (Kevin Chan) | Polisi keras kepala, sakti, dan sial | Jackie menyebut ini film aksi terbaiknya |
| 林青霞 (Brigitte Lin) | 莎莲娜 (Selina Fong) | Sekretaris Chu Tao yang menjadi saksi kunci | Ia berubah dari korban menjadi penolong |
| 张曼玉 (Maggie Cheung) | May | Kekasih陈家驹 yang manis tapi mudah cemburu | Debut film besar Maggie; saat itu masih disebut “Miss Hong Kong” |
| 楚原 (Chor Yuen) | 朱滔 (Chu Tao) | Raja narkoba licik dengan koneksi tinggi | Legenda film wuxia yang juga sutradara |
| 董骠 (Bill Tung) | Inspektur Bill Chou | Atasan陈家驹 yang bijaksana | Karakter “Uncle Bill” muncul di beberapa sekuel |
| 林国斌 (Lam Gwok-Ban) | Inspektur Man | Polisi korup dalang pembunuhan | Mantan kekasih Brigitte Lin di dunia nyata |
Tim Stunt Jackie Chan: Mars, Fung Hak-on, Benny Lai, Rocky Lai, dan Ben Lam. Mereka semua berperan ganda sebagai preman yang dihajar陈家驹. BahasFilm memberikan apresiasi tinggi pada dedikasi tim ini.
DETAIL PEMBUATAN: DARI KEPAHITAN MENJADI MASTERPIECE – BahasFilm
LATAR BELAKANG: BALAS DENDAM KREATIF – BahasFilm
Tahun 1985, Jackie Chan diminta bermain di The Protector. Film polisi Amerika ini disutradarai James Glickenhaus. Jackie benci pengalaman itu. Sutradara mengabaikan ide-idenya. Adegan laga direkam membosankan, hanya medium shot tanpa dinamika. Jackie dipasangi wig dan jas yang tidak nyaman. “Saya ingin menunjukkan pada mereka bagaimana film polisi seharusnya dibuat,” tulis Jackie dalam autobiografinya. Ia pulang ke Hong Kong, merekrut Edward Tang (penulis langganannya). Ia berkata: “Lupakan struktur Hollywood. Buat kerangka dari daftar lokasi dan properti ini: perkampungan kumuh, bus, pabrik kaca, mal.” Hasilnya? Sebuah film di mana cerita mengabdi pada aksi, bukan sebaliknya.
PRODUKSI: SYUTING GANDA, TIDUR DI MOBIL – BahasFilm
Syuting Police Story dilakukan malam hari di lokasi asli Hong Kong: Wing On Plaza, Tsim Sha Tsui, dan Sui Wo Road. Mengapa malam? Karena siang hari Jackie harus syuting film Heart of Dragon (1985). Ia hanya tidur tiga jam sehari. Seringkali ia tidur di bagasi mobil produksi. Anggaran film ini sekitar HK$4 juta (setara US$500.000 tahun 1985). Jumlah itu sangat kecil untuk standar Hollywood, tapi cukup untuk membeli ribuan panel sugar glass (kaca gula) yang diimpor khusus dari Jepang. BahasFilm mencatat efisiensi ini sebagai contoh sempurna doing more with less.
Baca juga : Review Film Wong Kar-wai – In the Mood for Love (2000)

