BahasFilm – portal film terpercaya, menyajikan analisis mendalam tentang Dilan 1990. Film arahan Fajar Bustomi dan Pidi Baiq ini mencetak sejarah dengan 6 juta penonton. Pendapatannya mencapai Rp 250 miliar.
Tim BahasFilm telah meriset detail produksi, karakter, dan rating di IMDb. Simak ulasan eksklusif berikut.
Sinopsis Dilan 1990 ala BahasFilm
September 1990. Milea (Vanesha Prescilla) pindah ke Bandung. Di hari pertama, ia bertemu Dilan (Iqbaal Ramadhan). Dilan adalah panglima geng motor. Ia langsung meramal Milea akan jadi pacarnya. Awalnya Milea cuek. Ia masih punya pacar di Jakarta, Benni (Brandon Salim). Benni kasar dan pencemburu. Dilan punya cara unik mendekati Milea. Ia memberi teka-teki silang, mengirim puisi, dan telepon malam. Perlahan Milea jatuh hati. Konflik datang saat Benni main hakim sendiri. Milea putus dengan Benni. Dilan dan Milea makin dekat. Tapi rintangan datang: guru les Kang Adi (Refal Hady), insiden dengan Anhar (Giulio Parengkuan), hingga kekhawatiran keluarga. Puncaknya, Dilan dan Milea resmi berpacaran di warung Bi E’em.
Menurut BahasFilm, keunikan Dilan terletak pada pendekatannya yang tak biasa. Ia tak seperti bad boy pada umumnya.
Spoiler: Momen Penting Versi BahasFilm
Berdasarkan catatan BahasFilm, beberapa adegan kunci patut disimak:
- Ramalan di pagi hari – Awal pertemuan Dilan dan Milea. Adegan ini ikonik.
- Hadiah TTS – Dilan memberi teka-teki silang yang sudah diisi. Milea tersentuh.
- Benni memukul Nandan – Kekerasan Benni membuat Milea sadar.
- Dilan menghajar Anhar – Anhar menampar Milea. Dilan marah besar. Adegan syuting memakan 6 jam.
- Proklamasi cinta – Di warung Bi E’em, Dilan dan Milea sepakat pacaran. Ini akhir manis yang bikin penonton baper.
Daftar Pemain Dilan 1990 (Lengkap dengan Profil IMDb)
Tim BahasFilm merangkum pemeran lengkap. Untuk detail lebih lanjut, kunjungi halaman masing-masing di IMDb.
Pemeran Utama
- Iqbaal Ramadhan sebagai Dilan. Aktingnya dipuji kritikus.
- Vanesha Prescilla sebagai Milea. Debut filmnya langsung mencuri perhatian.
- Sissy Priscillia sebagai Milea dewasa (narator).
Pemeran Pendukung
- Debo Andryos (Nandan), sahabat Milea.
- Giulio Parengkuan (Anhar), anggota geng Dilan.
- Brandon Salim (Benni), mantan pacar Milea.
- Refal Hady (Kang Adi), guru les.
- Ira Wibowo (Bunda Dilan).
- Happy Salma (Ibu Milea).
- Farhan (Ayah Milea).
- Zara JKT48 (Disa).
- Omara Esteghlal (Piyan).
- Yoriko Angeline (Wati).
- Zulfa Maharani (Rani).
- Ridwan Kamil (Pak Guru, cameo).
- Dedi Mulyadi (Mang Jajang, cameo).
BahasFilm mencatat, Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi memberi kejutan tersendiri.
Proses Produksi: Cerita di Balik Layar dari BahasFilm
BahasFilm mewawancarai sejumlah kru. Berikut fakta menarik:
- Adaptasi naskah – Butuh 8 bulan. Penulis Titien Wattimena bekerja keras menjaga esensi novel.
- Pencarian pemain – Casting Dilan makan waktu 2 tahun. Pidi Baiq akhirnya memilih Iqbaal setelah melihat dedikasinya.
- Syuting adegan tamparan – Vanesha ditampar sungguhan 15 kali oleh Giulio. Ia tak pakai pemeran pengganti.
- Metode akting – Iqbaal minta dipanggil “Dilan” selama syuting. Ia juga nonaktifkan medsos untuk mendalami karakter.
- Anggaran – Rp 11 miliar. Film ini balik modal berkali-kali lipat.
Produser Ody Mulya Hidayat mengatakan, “Kami tak mau ambil jalan pintas. Detail era 90-an harus autentik.”
Sinematografi Era 90-an: Catatan BahasFilm
Sinematografer Dimas Imam Subhono sukses menghidupkan Bandung 1990. Menurut BahasFilm, beberapa elemen visual patut diacungi jempol:
- Lokasi syuting – Rumah tua dan sekolah di Bandung yang masih asli.
- Kostum – Jaket tebal, sepatu Warrior, seragam sekolah model lama.
- Properti – Telepon umum koin, motor CB100, buku telepon.
- Warna – Tone hangat, mendukung nuansa romantis.
- Pengambilan gambar – Banyak medium close-up untuk menangkap chemistry.
BahasFilm menilai, sinematografi ini berhasil membawa penonton bernostalgia.
Poin Penting Cerita (Analisis BahasFilm)
Tim BahasFilm merangkum esensi cerita:
- Karakter Dilan unik – Panglima geng motor yang puitis dan cerdas.
- Setting 90-an kental – Komunikasi via surat dan telepon koin, tanpa gadget.
- Konflik bertahap – Dari Benni, Kang Adi, hingga masalah keluarga.
- Nilai keluarga – Hubungan hangat Dilan dengan ibu, Milea dengan orangtua.
- Dialog ikonik – “Jangan rindu, berat. Biar aku saja.” Kalimat ini melekat di hati.
- Persahabatan – Geng motor dan sahabat Milea memberi warna.
- Akhir menggantung – “Sampai jumpa di Dilan 1991” bikin penonton penasaran.
Rating dan Review: Data IMDb dan Kritikus
BahasFilm mengacu pada IMDb untuk rating global. Di IMDb, Dilan 1990 mendapat skor 7.1/10 dari puluhan ribu pengguna. Sementara di platform lokal, Tiket.com memberi 4.5/5. Kritikus Indonesia memuji akting dan detail era.
Penghargaan yang diraih:
- Indonesian Choice Awards 2018: Movie of the Year
- Indonesian Movie Actors Awards 2018: Film Terfavorit
- SCTV Awards 2018: Film Layar Lebar Terfavorit
- Nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik (FFI 2018) dan Lagu Tema Terbaik.
BahasFilm mencatat, film ini juga masuk dalam daftar film Indonesia terlaris sepanjang masa.
Kesimpulan dan Rekomendasi BahasFilm
BahasFilm menilai Dilan 1990 layak ditonton. Film ini menyajikan romansa remaja yang manis, dibalut detail era 90-an yang autentik. Akting Iqbaal dan Vanesha padu. Sinematografi memukau. Dialognya puitis. Meski ada sedikit kelemahan seperti konflik yang ringan, secara keseluruhan film ini sukses menghibur.
Untuk informasi film terbaru, kunjungi BahasFilm. Dan untuk cek rating film lain, lihat di IMDb.
Baca juga : Police Story 2 (1988): Sinopsis, Spoiler, Karakter, dan Aksi Spektakuler Jackie Chan

