Review Film Moana (2026): Adaptasi yang Indah Secara Visual, Namun Kehilangan Jiwa Animasi Aslinya

BAHASFILMReview film Moana harus dimulai dengan satu pertanyaan: apakah adaptasi live-action dari film animasi Disney yang dirilis baru satu dekade lalu benar-benar diperlukan? Sutradara Thomas Kail (Hamilton) menjawabnya dengan film yang tayang perdana di Indonesia pada 8 Juli 2026 dan di Amerika Serikat pada 10 Juli 2026. Dibintangi Catherine Laga’aia sebagai Moana dan Dwayne Johnson yang kembali memerankan Maui, film berdurasi 120 menit inihadir dengan anggaran produksi US$200–250 juta. Namun di balik kemegahan visualnya, film ini menuai kritik tajam dengan skor Rotten Tomatoes hanya 34%—menjadikannya salah satu remake Disney dengan rating terburuk sepanjang masa.

Baca Juga : Review Film The Neighbor No. Thirteen (2005): Ketika Trauma Masa Kecil Melahirkan Monster


Sinopsis – Petualangan yang Terlalu Familiar

Review film Moana tidak lengkap tanpa memahami alur ceritanya—yang, bagi banyak penonton, sudah sangat dikenal. Film ini mengikuti Moana (Catherine Laga’aia), putri kepala suku Pulau Motunui yang berani melanggar larangan ayahnya untuk berlayar demi menyelamatkan pulaunya dari kutukan. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan Maui (Dwayne Johnson), seorang demigod narsis yang membantu Moana mengembalikan jantung Te Fiti—sebuah batu yang dicuri bertahun-tahun lalu dan kini mengancam kehidupan di seluruh lautan.

Masalah utamanya adalah film ini mengikuti naskah asli hampir adegan demi adegan. Seperti ditulis Times of India: “a largely unimaginative, shot-for-shot recreation of Disney’s 2016 animated masterpiece”. Tidak ada kejutan bagi siapa pun yang pernah menonton versi animasinya—dan karena film originalnya baru berusia satu dekade, nostalgia pun terasa dipaksakan.


Tiga Entity Penting di Balik Moana (2026)

Catherine Laga’aia – Wajah Baru di Balik Layar

Review film Moana wajib mengakui bahwa Catherine Laga’aia adalah satu-satunya elemen yang benar-benar segar. Aktris berusia 19 tahun keturunan Australia-Samoa ini terpilih hanya dalam 10 detik setelah audisi. Times of India memuji penampilannya sebagai “commendable”, dengan kemampuan membawakan karakter Moana yang “fearless” dan “steadfast”. Ia membawa Broadway-standard voice yang memukau, terutama dalam lagu-lagu Lin-Manuel Miranda.

Dwayne Johnson – Sang Demigod yang Kembali, Namun Terasa Berbeda

Jika Anda mencari review film yang jujur, harus diakui bahwa Dwayne Johnson—yang kembali memerankan Maui setelah mengisi suaranya di versi animasi—mendapatkan kritik paling tajam. BBC merangkum bahwa ia dinilai “three decades too old to play Maui” dengan penampilan yang “oddly lacklustre and restrained”Wig-nya yang aneh dan kostum yang mengganggu bahkan menjadi perbincangan lebih besar daripada aktingnya sendiri. The Guardian bahkan menyebut penampilannya “on autopilot, like a piece of software”.

Thomas Kail – Debut Film yang Mengecewakan

Review film Moana tidak lengkap tanpa menyebut sutradara Thomas Kail, yang sebelumnya meraih kesuksesan besar di teater lewat Hamilton. Ini adalah debut film fiturnya di luar dokumenter konser Disney+. Namun kritikus menilai arahannya “rarely attempts to reinterpret or reinvent the material”. Empire bahkan menyebut bahwa “there seems to be no authorial voice detectable here”.


Fakta Cepat dan Angka Penting

Berikut data kunci untuk memperkuat review film Moana Anda:

  • Tanggal rilis: 8 Juli 2026 (Indonesia) / 10 Juli 2026 (AS)
  • Sutradara: Thomas Kail
  • Penulis skenario: Jared Bush & Dana Ledoux Miller
  • Durasi: 120 menit
  • Anggaran produksi: US$200–250 juta
  • Skor Rotten Tomatoes: 34% (dari 152 ulasan kritikus)
  • Skor Metacritic: 45/100
  • Skor IMDb: Belum tersedia secara konsisten
  • Box office domestik (akhir pekan): US$43 juta
  • Box office global (debut): US$95 juta
  • CinemaScore: A- (dari penonton)

Pemain utama:

  • Catherine Laga’aia sebagai Moana
  • Dwayne Johnson sebagai Maui
  • John Tui sebagai Chief Tui
  • Rena Owen sebagai Grandma Tala
  • Frankie Adams sebagai Sina

Analisis – Antara Keindahan Visual dan Kehilangan Jiwa

Kelebihan – Visual yang Memukau dan Musik yang Abadi

Review film Moana dari beberapa kritikus mengakui bahwa kekuatan utama film ini ada pada visualnya. Pinkvilla menggambarkannya sebagai “visually stunning” dengan “vibrant live-action spectacle filled with tropical landscapes, dazzling ocean sequences”. Beberapa adegan diambil langsung di lokasi nyata di Hawaii, memberikan sentuhan realisme yang tak tertandingi.

Musik Lin-Manuel Miranda juga tetap menjadi daya tarik utama. Lagu-lagu seperti “We Know The Way”—yang dinyanyikan oleh ensemble besar aktor Pasifik—dipuji sebagai “unassailably brilliant, deserved earworms”. Bagi penonton yang belum pernah melihat versi animasi, film ini tetap menawarkan cerita yang engaging, penuh emosi, dan cukup menghibur bagi penonton muda.

Kekurangan – Remake yang Terlalu Cepat dan Terlalu Sama

Namun, review film Moana yang jujur harus mengakui kelemahan utamanya: film ini tidak memiliki alasan untuk dibuat. AV Club menulis tajam: “a CG paint-by-numbers kit whose main selling points are profitability and familiarity”. BBC merangkum kritik dengan tiga kata: “flat”, “dull”, dan “dismal”.

Masalah terbesar adalah keputusan untuk membuat remake shot-for-shot—mirip Gus Van Sant’s Psycho—tanpa adaptasi berarti ke medium live-action. Empire menulis: “To call it live action feels like a misnomer: a good two-thirds or so of this new film is animated, too”. Karakter-karakter kartun seperti ayam Heihei dan Kakamora tetap terlihat kartun di samping manusia sungguhan—menciptakan ketidakselarasan visual yang mengganggu.

Dwayne Johnson juga menjadi sorotan negatif. The Times menyebutnya “three decades too old to play Maui”, sementara Empire membandingkan penampilannya dengan “an AI interpretation of the character, uncanny in his nipple-less bodysuit and wig”. Penggunaan CGI yang terlalu dominan membuat film ini “still feels like animation” menurut The Guardian.


Fakta Unik di Balik Layar

Review film Moana tidak lengkap tanpa fakta menarik di baliknya:

  • Film ini dirilis bertepatan dengan ulang tahun ke-10 dari film animasi asli (2016)
  • Lin-Manuel Miranda kembali sebagai penulis lagu setelah absen di Moana 2 karena jadwal Mufasa: The Lion King
  • Berbeda dengan film animasi, tidak ada adegan post-credits dalam versi live-action ini
  • Film ini awalnya dijadwalkan rilis pada 27 Juni 2025, tetapi ditunda satu tahun setelah pengumuman Moana 2
  • Dengan skor 34% di Rotten Tomatoes, film ini menjadi salah satu remake Disney dengan rating terburuk—bahkan di bawah Snow White (2025) dan hanya sedikit di atas Pinocchio (2022) yang mendapat 29%

FAQ – Pertanyaan Umum tentang Moana (2026)

Apakah Moana (2026) layak ditonton?

Tergantung ekspektasi Anda. Jika Anda belum pernah melihat versi animasi 2016 atau ingin menikmati visual megah dan musik yang indah di layar lebar, film ini masih menawarkan pengalaman yang menghibur. Namun jika Anda penggemar berat film original, Anda mungkin kecewa dengan kurangnya inovasi dan penampilan Dwayne Johnson yang dinilai kurang maksimal. Skor Rotten Tomatoes 34% berbicara banyak—ini adalah salah satu remake Disney terburuk sepanjang masa.

Mengapa film ini mendapat rating begitu rendah?

Jawaban: Ada tiga alasan utama. Pertama, remake ini terlalu cepat—hanya satu dekade setelah film animasi yang masih segar di ingatan. Kedua, shot-for-shot recreation tanpa interpretasi baru membuatnya terasa tidak perlu. Ketiga, penggunaan CGI yang berlebihan dan penampilan Dwayne Johnson—yang dinilai terlalu tua dan “on autopilot”—menjadi sorotan negatif utama.

Di mana bisa menonton Moana (2026)?

Jawaban: Film ini tayang eksklusif di bioskop mulai 8 Juli 2026 di Indonesia dan 10 Juli 2026 di Amerika Serikat. Tanggal rilis digital dan platform streaming belum diumumkan secara resmi. Pantau terus BAHASFILM untuk info terbaru.


Kesimpulan – Remake yang Mengajarkan Bahwa Tidak Semua Perlu Diulang

Review film Moana dari BAHASFILM sampai pada kesimpulan: ini adalah film yang indah secara visual, tetapi kehilangan jiwa yang membuat versi animasinya begitu dicintai. Dengan skor Rotten Tomatoes 34% dan Metacritic 45/100, film ini adalah contoh sempurna dari remake yang tidak perlu.

Kekuatan film ini ada pada visual yang memukaumusik Lin-Manuel Miranda yang tetap abadi, dan penampilan menjanjikan Catherine Laga’aia sebagai Moana baru. Kelemahannya: kurangnya inovasishot-for-shot recreation yang membosankanpenampilan Dwayne Johnson yang dinilai mengecewakan, dan penggunaan CGI yang berlebihan sehingga film ini terasa lebih seperti animasi daripada live-action.

Disney telah menghasilkan lebih dari 20 remake live-action sejak Alice in Wonderland (2010). Namun Moana (2026) adalah peringatan bahwa kesuksesan komersial tidak selalu sejalan dengan kualitas artistik. Dengan budget US$250 juta dan kebutuhan untuk menghasilkan minimal US$600 juta agar impas, film ini berada dalam posisi finansial yang berisiko—meskipun berhasil menduduki puncak box office dengan US$95 juta di minggu debut.

Prediksi ke depan: Dengan kritik yang begitu tajam dan box office di bawah ekspektasi, Moana (2026) mungkin akan menjadi titik balik bagi strategi remake Disney. Pertanyaannya sekarang: akankah Disney belajar dari kesalahan ini, atau akan terus memproduksi remake yang tidak perlu demi keuntungan jangka pendek? Pantau terus BAHASFILM untuk ulasan film-film seru lainnya!