Guardians of the Galaxy Vol. 3 (2023): Penutup Trilogi yang Menguras Air Mata

bahasfilmGuardians of the Galaxy Vol. 3 adalah film ketiga sekaligus penutup dari trilogi Guardians of the Galaxy dalam Marvel Cinematic Universe (MCU). Bagi Anda yang gemar bahasfilm secara mendalam, ulasan ini akan mengupas tuntas film besutan James Gunn tersebut. Tayang perdana di bioskop Indonesia pada 3 Mei 2023, film ini berdurasi 2 jam 29 menit (150 menit).

Film yang disutradarai dan ditulis oleh James Gunn ini menuai pujian dari kritikus dan penonton. Para kritikus memuji penyampaian emosional, efek visual memukau, serta aksi yang spektakuler. Banyak yang menyebutnya sebagai penutup paling indah untuk trilogi Guardians.

BACA JUGA : Review Film Gozu (2003): Mimpi Buruk Surealis ala Takashi Miike yang Tak Terlupakan

Sinopsis Singkat Guardians of the Galaxy Vol. 3 {#sinopsis}

Bercerita tentang Peter Quill/Star-Lord (Chris Pratt) yang masih berduka karena kehilangan Gamora (Zoe Saldaña) pasca peristiwa Avengers: Infinity War. Sementara itu, Gamora dari timeline 2014 yang “hidup kembali” tidak memiliki ingatan tentang hubungannya dengan Peter.

Di tengah kesedihan Peter, para Guardians yang kini menetap di Knowhere diserang oleh Adam Warlock (Will Poulter). Makhluk super ciptaan Sovereign ini melukai Rocket (Bradley Cooper) hingga nyaris kehilangan nyawa.

Para Guardians pun memulai misi penyelamatan terakhir mereka. Mereka harus menyelamatkan nyawa Rocket dengan berhadapan pada masa lalu kelamnya. Sang penjahat utama, High Evolutionary (Chukwudi Iwuji), adalah ilmuwan gila pencipta Rocket melalui eksperimen genetika kejam. Film ini membuktikan bahwa trilogi Guardians menjadi salah satu yang terbaik dari MCU. Bila Anda ingin bahasfilm lebih lanjut, simak ulasan spoiler di bawah ini.

Spoiler & Alur Cerita Guardians of the Galaxy Vol. 3 {#spoiler}

Peringatan: Mengandung Spoiler Berat!

Film dibuka dengan flashback masa kecil Rocket. Sebelum menjadi rakun jenius, ia tinggal di kandang laboratorium High Evolutionary. Di masa kini, Peter Quill masih terpuruk karena kehilangan Gamora dan sering mabuk di Knowhere.

Konflik utama dimulai ketika Adam Warlock menyerang Knowhere atas perintah Ayesha (Elizabeth Debicki) dan High Evolutionary. Dalam serangan itu, Rocket tertembak dan mengalami luka kritis. Untuk menyelamatkan Rocket, para Guardians harus mendapatkan kode akses dari server High Evolutionary di OrgoCorp. Mereka pun bekerja sama dengan Gamora versi 2014 yang kini bergabung dengan United Ravagers.

Sepanjang perjalanan, penonton disuguhi kilas balik masa lalu Rocket yang sangat memilukan. Rocket adalah subjek eksperimen High Evolutionary. Ia adalah rakun biasa dari Bumi yang diambil dan dimodifikasi secara genetika. Di laboratorium, ia berteman dengan tiga hewan eksperimen lain: Lylla (berang-berang), Teefs (walrus), dan Floor (kelinci berkaki banyak). Mereka bermimpi terbang bersama ke langit yang bebas. Mimpi itu berakhir tragis ketika High Evolutionary membunuh Lylla dan kedua sahabatnya di depan mata Rocket. Momen ini menjadi luka terdalam Rocket selama bertahun-tahun.

Di akhir film, tim berhasil mengalahkan High Evolutionary dan menyelamatkan Rocket. Ending yang emosional menghadirkan perpisahan para Guardians. Star-Lord memutuskan kembali ke Bumi dan bertemu kakeknya. Rocket diangkat menjadi kapten baru Guardians. Nebula menjadi pemimpin Knowhere. Drax mengambil peran baru menjaga anak-anak dan makhluk yang diselamatkan. Mantis memilih pergi sendirian mencari jati diri. Gamora kembali ke Ravagers.

Adegan post-credit menampilkan formasi baru Guardians yang dipimpin Rocket. Anggota baru termasuk Groot, Kraglin, Cosmo the Spacedog, dan Adam Warlock yang mulai menunjukkan sisi baiknya.

Karakter dan Pemain Guardians of the Galaxy Vol. 3 {#karakter}

Pemeran Utama

PemainKarakterKeterangan
Chris PrattPeter Quill / Star-LordPemimpin Guardians yang masih berduka
Zoe SaldañaGamoraVersi 2014 tanpa ingatan tentang Peter
Dave BautistaDrax the DestroyerGuardian kuat dan polos
Karen GillanNebulaBerkembang dari android pembunuh menjadi humanis
Pom KlementieffMantisGuardian dengan kemampuan empati
Vin DieselGroot (pengisi suara)Pohon raksasa dengan kosakata “I am Groot”
Bradley CooperRocket Raccoon (pengisi suara)Jantung cerita—masa lalunya tragis
Sean GunnKraglin / On-set RocketPeran ganda sebagai Kraglin dan motion capture Rocket

Karakter Baru

PemainKarakterKeterangan
Chukwudi IwujiThe High EvolutionaryVillain utama. Ilmuwan gila pencipta Rocket
Will PoulterAdam WarlockMakhluk super emas ciptaan Sovereign
Elizabeth DebickiAyeshaPemimpin bangsa Sovereign
Linda CardelliniLylla (pengisi suara)Berang-berang sahabat Rocket
Maria BakalovaCosmo the SpacedogAnjing luar angkasa telekinetik

Pembuatan Film dan Sinematografi Guardians of the Galaxy Vol. 3 {#pembuatan}

Sutradara dan Tim Kreatif

  • Sutradara & Penulis Skenario: James Gunn
  • Produser: Kevin Feige
  • Sinematografer: Henry Braham, BSC

Proses Pembuatan

James Gunn menyatakan bahwa mengungkap masa lalu Rocket merupakan cerita penting untuk dieksplorasi. Film ini dibuat dengan visi konsisten, tetap memusatkan cerita pada para Guardians tanpa tergoda crossover.

Sinematografi dan Teknik Pengambilan Gambar

  • 90% adegan diambil dengan kamera stabilised handheld.
  • Virtual production untuk adegan flashback Rocket.
  • Adegan one-take koridor direkam dengan 18 plate pada 120 fps. Digabung dengan 17 stitches untuk adegan pertarungan 2,5 menit yang spektakuler.
  • Lebih dari 3.000 VFX shots dikerjakan oleh 10 rumah efek visual. Termasuk Wētā FX, Framestore, dan Sony Pictures Imageworks.
  • Penciptaan Rocket di berbagai usia menggunakan teknik in-betweening CG models.

Musik (Soundtrack)

Berbeda dengan dua film pertama yang dominan era 70-an, Vol. 3 merentangkan kurasi lagu hingga era 1990-an dan 2000-an. Beberapa lagu yang digunakan:

  • Creep (versi akustik) oleh Radiohead
  • Crazy on You oleh Heart
  • Reasons oleh Earth, Wind & Fire
  • No Sleep Till Brooklyn oleh Beastie Boys
  • We Care A Lot oleh Faith No More

Kurasi lagu-lagu ini dinilai sempurna karena mendukung adegan dan emosi yang ingin ditampilkan.

Poin-Poin Penting & Menarik dalam Alur Film {#poin-penting}

  1. Masa Lalu Rocket yang Tragis – Penonton diajak menyelami asal-usul Rocket sebagai rakun biasa yang dieksperimentasi kejam.
  2. Perpisahan Para Guardians – Akhir perjalanan tim Guardians seperti yang kita kenal. Setiap anggota mengambil jalan masing-masing.
  3. Rocket Menjadi Kapten Baru – Rocket diangkat sebagai pemimpin baru Guardians.
  4. Perkembangan Karakter Nebula – Nebula bertransformasi dari android pembunuh menjadi lebih humanis.
  5. High Evolutionary sebagai Villain Kejam – Tidak seperti villain MCU lain, ia digambarkan tanpa sisi humanis.
  6. Adegan One-Take Koridor – Adegan pertarungan spektakuler dengan teknik pengambilan gambar satu-kali.
  7. Soundtrack Meluas Eranya – Eksplorasi musik hingga era 1990-an dan 2000-an.
  8. Adam Warlock Akhirnya Muncul – Karakter ikonis Marvel tampil di MCU setelah tease sejak Vol. 2.
  9. Adegan Post-Credit Menjanjikan – Formasi baru Guardians membuka peluang kelanjutan cerita.
  10. Komedi dan Emosi Berimbang – Mempertahankan humor khas Guardians dengan bobot emosi lebih berat.

Review dan Rating Guardians of the Galaxy Vol. 3 {#review-rating}

Skor dari Agregator Rating

PlatformSkorKeterangan
IMDb7.9/10Berdasarkan lebih dari 460.000 suara
Rotten Tomatoes (Kritikus)82%Certified Fresh
Rotten Tomatoes (Audience)95%Penonton memberi rating tinggi
Metacritic64/100Dari 63 ulasan kritikus

Ulasan Media Indonesia

CNN Indonesia menyebut Guardians of the Galaxy Vol. 3 membuktikan trilogi ini sebagai salah satu yang terbaik dari MCU. Visi James Gunn selama hampir satu dekade berujung manis dengan cerita lengkap.

SINDOnews menulis film ini “paling mematahkan hati” di antara seluruh franchise Guardians. Meski humor khas masih kental, nuansa emosionalnya jauh lebih besar.

Kompas.com menyoroti nuansa yang ingin ditampilkan Gunn di film ketiga ini lebih mendalam. Fokus utama cerita mengarah pada masa lalu Rocket yang tak pernah terungkap.

Tempo menyoroti kemunculan karakter baru seperti High Evolutionary dan Adam Warlock. Adegan aksi pun seru sepanjang film.

Ulasan Media Internasional

  • The A.V. Club (91/100) : “Bukan sekadar film, ini adalah ledakan kejayaan”
  • Variety (90/100) : “Gunn keeps the surprises coming”
  • Screen Rant (90/100) : “Mixes wacky action and humor with a grounded, emotional story”
  • Collider (83/100) : “The best MCU film in years”
  • USA Today (88/100) : “A hilarious, heartbreaking, touching and rather wonderful close”
  • Vox (90/100) : “The best Marvel film since Endgame”
  • TheWrap (83/100) : “A hilarious, heartbreaking, touching and rather wonderful close to an enjoyable trilogy”

Penghargaan

Film ini menerima nominasi Academy Award (Oscar) untuk Best Visual Effects pada Academy Awards ke-96. Ini merupakan nominasi ketiga berturut-turut untuk trilogi Guardians di kategori yang sama. Film ini juga meraih nominasi Golden Globes untuk Cinematic and Box Office Achievement serta nominasi BAFTA untuk Best Special Visual Effects.

Kesimpulan {#kesimpulan}

Guardians of the Galaxy Vol. 3 bukan sekadar film superhero biasa. Film ini adalah perayaan perjalanan satu dekade para Guardians. Ini adalah kisah tentang keluarga, kehilangan, pengampunan, dan harapan. James Gunn berhasil menutup trilogi dengan sempurna. Ia menghadirkan tawa, air mata, dan kepuasan bagi penggemar setia.

Bagi Anda yang ingin bahasfilm ini lebih lanjut atau mencari referensi film lainnya, kunjungi bahasfilm. Situs ini menyediakan ulasan lengkap dan mendalam dari berbagai film terbaik.