BAHASFILM – Review film Dracula (2025) sutradara Luc Besson (Léon: The Professional, Lucy) membawa pendekatan segar ke mitos vampir paling legendaris. Alih-alih horor murni, Besson memilih kemasan gothic romance dengan fokus pada pencarian cinta abadi yang tragis. Film yang dibintangi Caleb Landry Jones (Get Out, Dogman) sebagai Count Dracula dan Christoph Waltz sebagai pastor pemburu ini sukses meraup USD 42,4 juta di seluruh dunia. Menurut BAHASFILM, film yang juga dikenal dengan judul Dracula: A Love Tale ini menerima sambutan hangat dari penonton—meskipun kritikus terbelah—dan berhasil mencuri perhatian di antara sekian banyak adaptasi Dracula yang ada.
Baca Juga : Review Shaolin Popey (1994) oleh Bahasfilm
🧵 Sinopsis: Cinta yang Menanti Selama 400 Tahun
Film ini berlatar abad ke-15 di Transylvania. Pangeran Vladimir (Caleb Landry Jones) menyaksikan pembunuhan brutal istrinya, Elisabeta (Zoë Bleu). Dalam kesedihan yang mendalam, ia meninggalkan Tuhan dan mengutuk surga. Akibatnya, ia dikutuk menjadi vampir abadi—Count Dracula.
Berabad-abad kemudian, di London abad ke-19, Dracula menemukan seorang wanita bernama Mina yang merupakan tandingan persis mendiang istrinya. Ia pun memutuskan untuk mengejar cinta itu, membahayakan jiwa dan kesuciannya sendiri.
Di sisi lain, seorang pastor (Christoph Waltz) yang gigih bertekad mengakhiri kekuasaan abadi sang pangeran kegelapan. Pertarungan antara cinta, iman, dan kutukan abadi menjadi inti cerita.
“It’s a totally romantic approach. There’s a romantic side in Bram Stoker’s book that hasn’t been explored that much. It’s a love story about a man who waits for 400 years for the reincarnation of his wife.” — Luc Besson kepada Deadline.
🎭 Tiga Entitas Penting yang Menggerakkan Film
Entity Penting #1 – Luc Besson (Sutradara & Penulis) . Sutradara Prancis yang melambung lewat Léon: The Professional (1994) dan The Fifth Element (1997) ini tidak pernah takut dengan proyek ambisius. Besson memilih Dracula sebagai karyanya setelah Dogman (2023), dengan fokus pada sisi romantis yang jarang tereksplorasi dari novel Bram Stoker. Pendekatannya adalah mengutamakan emosi daripada ketakutan, menciptakan vampir sebagai figur tragis alih-alih monster.
Entity Penting #2 – Caleb Landry Jones sebagai Dracula. Aktor yang dikenal dengan peran intens di Get Out dan Dogman ini mendapat pujian luas untuk penampilannya. Ia berhasil menghadirkan Dracula yang rentan, romantis, namun tetap ancaman. Penampilannya disebut sebagai salah satu yang terbaik dalam kariernya oleh banyak kritikus.
Entity Penting #3 – Danny Elfman (Komposer Musik) . Legenda musik film (Batman, The Nightmare Before Christmas, Spider-Man) ini menciptakan skor yang megah dan penuh emosi. Musiknya menjadi elemen kunci yang mengangkat nuansa gotik dan tragedi romantis film ini ke level yang lebih tinggi.
📊 Fakta Cepat & Statistik Box Office
| Metrik | Angka |
|---|---|
| Rilis di Prancis | 30 Juli 2025 |
| Rilis lebar di AS | 6 Februari 2026 |
| Rilis di Indonesia | 29 Agustus 2025 |
| Anggaran produksi | €45 juta (USD 52 juta) |
| Total global | USD 42,4 juta |
| Durasi | 129 menit |
| Rating MPAA | R (kekerasan, gore, seksualitas) |
Pendapatan per wilayah:
| Wilayah | Pendapatan |
|---|---|
| AS | USD 13,05 juta |
| Prancis | USD 5,39 juta |
| Lainnya | USD 29,19 juta |
Skor Agregator (per 15 Mei 2026):
| Platform | Skor Kritikus | Skor Penonton |
|---|---|---|
| Rotten Tomatoes | Campuran (tidak resmi) | Positif |
| IMDb | 5.7/10 | (16.000+ rating) |
| Letterboxd | 3.1/5 |
🧠 Analisis Mendalam: Mengapa Film Ini Terbelah?
🎭 Romansa Gotik yang Megah Secara Visual
Keunggulan terbesar film ini adalah di departemen visual dan musik. Besson dan sinematografer Colin Wandersman berhasil menciptakan dunia yang indah namun mencekam, dari istana megah Transilvania hingga lorong gelap London Victoria. Setiap bingkai terasa seperti lukisan gotik yang hidup.
Danny Elfman memberikan musik yang megah dan penuh pathos. Skornya menjadi tulang punggung emosional yang mengangkat adegan-adegan paling intim sekaligus klimaks paling mencekam. Banyak kritikus menyebut ini sebagai salah satu skor terbaik Elfman dalam satu dekade terakhir.
💔 Karakter yang Tragis tapi Kurang Eksplorasi
Di sisi lain, kelemahan terbesar film ini adalah pengembangan karakter. IMDb memberikan rating 5.7/10, mencerminkan bahwa penonton tidak sepenuhnya puas dengan eksplorasi psikologis Dracula.
Seorang pengguna IMDB menulis: “I felt the dramatic tension was somewhat lacking, and the narrative occasionally felt disjointed.” Pengguna lain menambahkan: “Rich backstories that unfortunately felt underexplored. The film left me with mixed feelings—appreciative of its boldness but also somewhat unsatisfied.”
Penonton Indonesia di IDN Times memberikan apresiasi terhadap sinematografi dan musik, tetapi mengeluhkan tempo yang lambat di babak kedua serta kurangnya action yang diharapkan dari film vampir.
😄 Caleb Landry Jones: Satu-satunya yang Disepakati
Di tengah perdebatan, semua pihak sepakat bahwa Caleb Landry Jones adalah pilihan casting yang brilian. Ia menghidupkan Dracula yang kompleks: monster sekaligus manusia yang hancur hati, predator sekaligus korban.
Zoë Bleu sebagai Elisabeta/Mina juga menuai pujian atas penampilannya yang anggun dan penuh emosi. Christoph Waltz, meskipun hanya dalam peran pendukung, memberikan kehadiran yang kuat sebagai pastor pemburu.
📊 Box Office: Kerugian atau Investasi Jangka Panjang?
Dari sisi komersial, film ini tidak mencapai break-even. Dengan anggaran USD 52 juta dan pendapatan global USD 42,4 juta—belum termasuk biaya pemasaran—Dracula gagal menutup biayanya.
Angka ini setara dengan pendapatan kotor film Besson sebelumnya, Dogman (2023), yang meraup sekitar USD 45 juta di tengah pandemi. Namun, reputasi Besson dan Caleb Landry Jones mungkin cukup untuk menjamin proyek berikutnya.
Prediksi BAHASFILM: Dalam jangka panjang, film ini akan menemukan audiens kedua di platform streaming. Gothic romance yang megah secara visual sering kali mendapatkan second life di Netflix, Amazon Prime, atau Disney+.
🎤 Kutipan Kritikus dan Penonton
“A visually magnificent, if occasionally overwrought, gothic romance that succeeds largely on the strength of its lead performance.” — IMDB user rating 6/10
“Caleb Landry Jones delivers a remarkably sensitive and emotionally charged performance as Dracula, making him more sympathetic than terrifying.” — IMDB user rating 6/10
“Salah satu adaptasi Dracula yang paling memanjakan mata dan telinga, meskipun narasinya mungkin tidak sekuat visualnya.” — Reviewer IDN Times
❓ FAQ – Dracula (2025) Luc Besson
1. Apakah film ini layak ditonton di bioskop?
Sangat direkomendasikan bagi penggemar gothic romance dan sinematografi megah. Jika Anda menikmati film seperti Crimson Peak atau Only Lovers Left Alive, Anda akan sangat menghargai film ini. Namun, jika Anda mencari horor penuh darah atau aksi cepat, Anda mungkin akan kecewa.
2. Mengapa ada dua versi Dracula yang rilis di tahun 2025?
Benar. Selain versi Luc Besson, ada film Dracula karya sutradara asal Rumania Radu Jude yang lebih eksperimental, kontroversial, dan berdurasi 170 menit. Film tersebut lebih berfokus pada kritik terhadap AI dan budaya modern, bukan romansa. Jadi jangan sampai salah pilih.
3. Apakah Dracula (2025) bisa ditonton remaja?
Tidak. Film ini mendapat rating R (Restricted) karena mengandung kekerasan, darah (gore), dan adegan seksualitas. Tidak disarankan untuk penonton di bawah 17 tahun tanpa pendamping dewasa.
4. Di mana bisa menonton Dracula di Indonesia saat ini?
Film ini telah tayang di bioskop Indonesia mulai 29 Agustus 2025 melalui distributor Prima Cinema Multimedia. Saat ini, film ini sudah tidak tayang di bioskop reguler. Versi digital (digital rental) mulai tersedia pada 10 Maret 2026 di berbagai platform seperti Apple TV, Amazon Prime Video, dan Google Play.
🔮 Kesimpulan & Prediksi
Review film Dracula (2025) dari BAHASFILM menyimpulkan bahwa adaptasi Luc Besson ini adalah pengalaman sinematik yang ambisius namun tidak sempurna. Ia memiliki segala elemen yang dibutuhkan untuk menjadi klasik modern: visual memukau, musik megah, akting kuat, dan pendekatan unik terhadap materi sumber. Namun, kekurangan dalam penulisan karakter dan alur yang lambat membuatnya kehilangan momentum di mata sebagian penonton.
Dengan rating IMDb 5.7/10 dan total box office USD 42,4 juta dari anggaran USD 52 juta, film ini secara finansial tercatat sebagai rugi kecil di teater. Namun, reputasi Besson sebagai pembuat film kultus dan penampilan ikonik Caleb Landry Jones akan memastikan Dracula dikenang sebagai salah satu adaptasi yang berani dan berbeda.
Prediksi kami: Seiring waktu, film ini akan mendapatkan status cult classic di kalangan penggemar gothic romance. Ini bukan film untuk semua orang, tetapi untuk mereka yang menikmati sinema sebagai seni visual dan emosional, Dracula (2025) layak masuk daftar tontonan pribadi.
Bagi Anda yang ingin menyaksikan sisi lain dari Dracula—bukan sebagai monster haus darah, melainkan sebagai kekasih abadi yang terjebak dalam kutukan—film ini menawarkan pengalaman yang memuaskan.

