bahasfilm – Halo pembaca setia bahasfilm.
Kali ini saya akan bedah film Alarum (2025).
Film aksi mata-mata ini sempat dinanti penggemar Stallone.
Tapi hasilnya sangat mengecewakan menurut bahasfilm.
Saya sudah menontonnya dua kali untuk analisis ini.
Mari kita kupas tuntas mulai dari sinopsis hingga rating terendah.
BACA JUGA : Shine on Me (2025–2026): Drama Romantis China tentang Cinta Kedua dan Perjalanan Karier
Sinopsis Alarum Versi bahasfilm
Menurut bahasfilm, cerita film ini cukup kacau.
Joe (Scott Eastwood) dan Lara (Willa Fitzgerald) adalah mantan agen nakal.
Mereka menikah lalu bersembunyi di kabin terpencil.
CIA menuding mereka bagian dari organisasi gelap bernama “Alarum”.
Joe menemukan hard drive misterius dari pesawat jatuh.
Perburuan internasional pun dimulai tanpa arah yang jelas.
bahasfilm mencatat alurnya sulit dipahami sejak menit pertama.
Kelemahan Utama Alur Menurut bahasfilm
- Tidak ada penjelasan tentang organisasi “Alarum”.
- Hard drive hanya jadi benda tanpa fungsi jelas.
- Kilas balik muncul tanpa tanda atau konteks.
- Akhir cerita terasa dipaksakan dan buru-buru.
Karakter dan Pemeran Menurut bahasfilm
bahasfilm merangkum para pemain dan kelemahan karakter mereka.
Berikut tabelnya:
| Pemeran | Karakter | Catatan dari bahasfilm |
|---|---|---|
| Sylvester Stallone | Chester | Muncul setelah 25 menit. Dialognya aneh dan tidak natural. |
| Scott Eastwood | Joe Travers | Aktingnya kaku seperti kayu. Tanpa karisma sama sekali. |
| Willa Fitzgerald | Lara Travers | Disebut “pembunuh terbaik”, tapi naskah tidak membuktikannya. |
| Mike Colter | Orlin | Antagonis tanpa motivasi. Hanya jadi figuran mahal. |
Menurut bahasfilm, chemistry antarpemeran terasa hambar.
Padahal biaya produksi mencapai US$20 juta (sekitar Rp325 miliar).
Sayang sekali bakat besar tidak didukung skenario yang baik.
Produksi dan Sinematografi: Catatan bahasfilm
Saya simak baik-baik aspek teknis film ini.
bahasfilm menemukan banyak kelemahan serius di sini.
Data Produksi Versi bahasfilm
- Sutradara: Michael Polish. Gaya penyutradaraannya monoton.
- Sinematografer: Jayson Crothers. Visualnya tidak konsisten.
- Durasi: 95 menit. Terasa lebih lama karena alur berantakan.
- Lokasi syuting: Oxford, Ohio (Februari–Mei 2024).
bahasfilm mengkritik sinematografi yang berubah-ubah.
Dari nuansa noir gelap tiba-tiba jadi sci-fi murahan.
Efek khususnya mirip grafis video game kuno.
Slow motion digunakan secara berlebihan tanpa tujuan artistik.
Menurut bahasfilm, ini pemborosan uang produksi.
Poin Penting dan Spoiler Alur ala bahasfilm
Saya pilihkan 7 poin penting yang wajib Anda tahu.
Ini hasil pengamatan langsung bahasfilm saat menonton.
- Adegan awal sangat kacau.
Loncat waktu tanpa penjelasan. Penonton langsung bingung. - “Flight pill” adalah MacGuffin kosong.
Fungsinya tidak pernah dijelaskan sampai film berakhir. - Stallone muncul terlalu lambat.
Baru masuk menit ke-25. Dialognya absurd dan mengganggu. - Adegan aksi hambar dan generik.
Baku tembak tanpa koreografi menarik. Tidak ada ketegangan. - Karakter Orlin sia-sia.
Mike Colter berbakat, tapi naskah tidak memberinya ruang. - Organisasi “Alarum” tidak dijelaskan.
Padahal jadi judul film. Ini kegagalan besar penulisan. - Akhir film mengecewakan.
Resolusi mendadak, seperti pembuat film menyerah di tengah jalan.
bahasfilm menegaskan film ini gagal total dalam bercerita.
Jangan harap ada kejutan atau plot twist yang cerdas.
Rating dan Review dari IMDb, Rotten Tomatoes, Metacritic
Saya kumpulkan data dari tiga agregator terpercaya.
bahasfilm menyajikannya dalam tabel berikut:
| Platform | Skor | Keterangan |
|---|---|---|
| IMDb | 3.3/10 | Lebih dari 1.000 penilai. Terendah sepanjang karier Stallone. |
| Rotten Tomatoes | 0% (Critics) | Dari 20 ulasan kritikus, semuanya negatif. Skor penonton 15%. |
| Metacritic | Tidak tersedia | Tidak ada skor agregat. Menandakan minimnya minat kritikus. |
Menurut bahasfilm, skor 0% di RT adalah rekor langka.
Ini sangat memalukan untuk film dengan bintang kelas dunia.
bahasfilm belum pernah melihat angka serendah ini dalam 10 tahun terakhir.
Sorotan Ulasan Kritis yang Dikumpulkan bahasfilm
Saya baca puluhan ulasan dari media internasional.
bahasfilm memilih kutipan paling pedas dan mewakili.
“A forgettable B-film spy story… flatly written.”
— Dennis Schwartz Reviews (Nilai C)
“Sylvester Stallone briefly stabilizes this artless action movie… but we’ll wait almost 25 minutes.”
— The New York Times
“So bad that it brings shame to American cinema as a whole.”
— The Guardian via MovieZine
“Alarum is a chaotic mess – poor acting, nonsensical plot, laughable dialogue.”
— IMDb user torito468
bahasfilm sepenuhnya setuju dengan kritik-kritik di atas.
Tidak ada satu pun aspek film ini yang layak dipuji.
Bahkan penggemar berat Stallone akan kecewa berat.
Kesimpulan bahasfilm: Apakah Layak Ditonton?
Setelah menganalisis secara jujur dan mendalam, inilah kesimpulan saya.
bahasfilm dengan tegas TIDAK merekomendasikan film Alarum (2025).
Naskahnya buruk, penyutradaraannya hambar, sinematografinya amburadul.
Investasi US$20 juta tidak terlihat hasilnya sama sekali.
Anda lebih baik menonton film mata-mata klasik seperti Bourne atau Mission: Impossible.
Atau baca ulasan film lain di bahasfilm untuk referensi yang lebih berkualitas.
Peringatan dari bahasfilm:
Hanya tonton jika Anda penasaran dengan film berperingkat 0% di Rotten Tomatoes.
Siapkan diri untuk kekecewaan selama 95 menit.

