BahasFilm – akan membeberkan spoiler film ini. Steve berhasil membebaskan Bucky dan tahanan lain. Ia kemudian membentuk tim elite Howling Commandos. Mereka membongkar operasi Hydra satu per satu. Steve terus memburu Schmidt bersama agen Peggy Carter.
Schmidt bersiap meluncurkan senjata pemusnah massal. Targetnya adalah kota-kota besar Amerika. Steve menyusup ke pesawat bomber Schmidt. Pertarungan sengit terjadi di dalam pesawat. Tesseract terbuka dan menyedot Schmidt ke dimensi lain. Schmidt tidak layak memegang kekuatan Tesseract.
Pesawat hancur dan membawa senjata berbahaya. Demi melindungi warga sipil, Steve memilih jatuh di Kutub Utara. Ia mengucapkan selamat tinggal kepada Peggy via radio. “Aku punya kencan, tapi sepertinya aku akan terlambat.” Steve dinyatakan tewas. Howard Stark menemukan Tesseract dari dasar laut.
Hampir 70 tahun kemudian, Steve terbangun. Ia berada di ruangan bergaya tahun 1940-an. Ternyata itu adalah jebakan. Saat kabur ke jalan, ia melihat Times Square modern. Nick Fury muncul dan memberi tahu Steve. Ia telah tertidur selama hampir tujuh dekade. Fury mengajaknya bergabung dalam misi global. BahasFilm menegaskan adegan ini menjadi jembatan menuju The Avengers.
Karakter dan Pemeran Captain America: The First Avenger Menurut BahasFilm
BahasFilm merangkum karakter dan pemeran film ini dalam tabel berikut.
| Karakter | Pemeran | Deskripsi Singkat |
|---|---|---|
| Steve Rogers / Captain America | Chris Evans | Pemuda Brooklyn yang baik hati. Serum mengubahnya menjadi prajurit super. Ia tulus dan selalu utamakan tim. |
| Johann Schmidt / Red Skull | Hugo Weaving | Pemimpin Hydra yang ambisius dan kejam. Wajahnya merah seperti tengkorak akibat serum tidak stabil. |
| Peggy Carter | Hayley Atwell | Agen militer Inggris yang cerdas dan tegas. Ia kekasih sekaligus rekan seperjuangan Steve. |
| James Buchanan “Bucky” Barnes | Sebastian Stan | Sahabat setia Steve sejak kecil. Ia selalu percaya pada kemampuan Steve. |
| Dr. Abraham Erskine | Stanley Tucci | Ilmuwan Jerman pencipta serum prajurit super. Ia memilih Steve karena ketulusan hatinya. |
| Howard Stark | Dominic Cooper | Ilmuwan jenius dan industrialis. Ia mendesain peralatan dan seragam Captain America. |
| Kolonel Chester Phillips | Tommy Lee Jones | Perwira militer yang awalnya meragukan Steve. Ia akhirnya menghormati keberanian Steve. |
| Dr. Arnim Zola | Toby Jones | Ilmuwan Hydra yang bekerja di bawah paksaan Schmidt. Ia jenius namun penakut. |
BahasFilm mencatat penampilan Chris Evans sangat memukau. Ia mampu memerankan dua sisi berbeda. Sisi rapuh Steve sebelum serum dan sisi heroik setelahnya.
Proses Produksi Captain America: The First Avenger Versi BahasFilm
BahasFilm mengupas proses produksi film ini. Sutradara Joe Johnston dipercaya menggarap film ini. Naskah ditulis oleh Christopher Markus dan Stephen McFeely. Duo ini kemudian menulis hampir seluruh film Captain America. Mereka juga menulis Avengers: Infinity War dan Endgame.
Produksi dimulai pada Juni 2010. Lokasi syuting meliputi London, Manchester, dan Liverpool. Ada juga Caerwent di Wales dan Los Angeles. Anggaran produksi mencapai 140 hingga 216,7 juta dolar AS. Film ini termasuk salah satu termahal saat itu.
Tim efek visual LOLA dari Los Angeles bekerja keras. Mereka menciptakan teknologi “plastic surgery” digital. Tujuannya untuk membuat versi kurus Steve Rogers. Setiap adegan “Skinny Steve” direkam empat kali. Ada adegan normal Evans, Evans di greenscreen, adegan tanpa Evans, dan dengan pemeran pengganti. Leander Deeny menjadi pemeran pengganti untuk adegan tertentu.
Untuk interaksi jarak dekat, para aktor harus melihat tanda di dagu Evans. Tanda itu mewakili posisi mata setelah penyusutan digital. Evans juga melihat tanda di atas kepala mereka. Teknik ini memastikan kontak mata yang tepat. BahasFilm menilai ini adalah inovasi teknologi luar biasa.
Sinematografi Captain America: The First Avenger ala BahasFilm
BahasFilm mengamati sinematografi film ini dengan saksama. Sinematografer Shelly Johnson bekerja sangat apik. Ia berhasil menangkap atmosfer era 1940-an dengan sempurna. Palet warna yang hangat mendominasi film ini. Adegan perang dibuat lebih gelap untuk menegaskan ketegangan.
Desain produksi sengaja dibuat retro-futuristik. Ini mencerminkan visi teknologi tahun 1940-an versi Hollywood. Semua elemen visual mendukung nuansa klasik. Kostum Captain America mengalami beberapa iterasi. Chris Evans berlatih menggunakan empat jenis perisai.
Fakta Menarik Captain America: The First Avenger dari BahasFilm
BahasFilm merangkum fakta menarik seputar film ini.
Chris Evans menolak peran ini tiga kali. Ia khawatir ketenaran mengganggu kehidupan pribadinya. Robert Downey Jr. meyakinkannya untuk menerima. Downey Jr. menjanjikan kebebasan berkarir setelahnya. Keputusan itu terbukti tepat.
Adegan Evans keluar dari pod usai suntik serum adalah improvisasi. Hayley Atwell menyentuh dadanya tanpa skenario. Atwell mengaku hampir merusak pengambilan gambar. Ia terpesona dengan fisik Evans yang berubah drastis.
Stanley Tucci menerima peran Dr. Erskine karena satu alasan. Ia ingin menggunakan aksen Jerman dalam film. Sebastian Stan awalnya audisi untuk peran Steve Rogers. Sutradara lebih cocok memasukkannya sebagai Bucky Barnes.
Stan Lee melakukan cameo sebagai jenderal. Ini adalah cameo unik dalam film Marvel. Lee tidak menciptakan karakter aslinya di sini. BahasFilm menambahkan ini fakta yang jarang diketahui penggemar.
Baca juga : Suicide Club (2001): Analisis Horor Kontroversial Sion Sono

